EKA Hospital Group Resmikan ALIVE

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 02 Februari 2024
EKA Hospital Group Resmikan ALIVE

Peresmian ALIVE. (Foto: Eka Hospital Group)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Eka Hospital Group meluncurkan Allergy Immunology Autoimmune & Vaccine Clinic (ALIVE). Klinik baru ini mengkhususkan layanan berupa diagnosis, pengobatan, dan manajemen kondisi alergi, imunologi, autoimun serta vaksin center.

Peresmian klinik ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh drg. Rina Setiawati selaku Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital Group dan Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI sebagai Chairman of ALIVE.

Baca Juga:

Layanan Ortopedi Eksekutif kini Tersedia di RSUP Fatmawati

Acara Launching ceremony digelar di Auditorium Green Office Park 9, BSD City pada Rabu, (31/1). Acara ini juga dihadiri oleh Feby Marcelia, seorang public figure, Ganis Trisnanisasi Founder Komunitas ODAI (Orang Dengan Autoimmune Indonesia) Yayasan Tulus, Cut Aida seorang psikolog sekaligus penulis buku “Bersinar Meski Berbeda-Lupus dan Kesehatan Mental”, Christine Cecylia sebagai Influencer, serta Devi Eliezar, seorang Influencer Travel.

Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kasus alergi, penyakit autoimun, dan kebutuhan akan vaksinasi di masyarakat. Fenomena ini menyoroti perlunya penyediaan layanan kesehatan yang khusus menangani berbagai gangguan kesehatan secara komprehensif.

“ALIVE memiliki visi menjadi pusat unggulan dalam penanganan alergi, imunologi, dan penyakit autoimun, serta memberikan pelayanan vaksinasi yang optimal," ungkap drg. Rina Setiawati, Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital Group, dalam siaran pers yang diterima merahputi.com, Jumat (2/2).

Baca Juga:

Jumlah Pasien COVID-19 di RSUP Fatmawati Turun Signifikan

Digawangi oleh Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI sebagai Chairman of ALIVE, klinik ini juga didukung oleh tim ahli yang berdedikasi di masing-masing bidang dan terdiri dari berbagai unit Eka Hospital antara lain dr. Yovita Mulyakusuma, M.Sc, Sp.PD-KAI, FINASIM (Eka Hospital Cibubur), dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD, KAI (Eka Hospital Bekasi), dr. Ekawaty Yasinta Yohana Larope, Sp.A-KAI (Eka Hospital BSD).

Layanan yang tersedia di Allergy Immunology Autoimmune & Vaccine Clinic (ALIVE) meliputi Diagnosis dan Penanganan Alergi, Pelayanan Imunologi, Manajemen Autoimun, dan Vaksinasi.

ALIVE juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan alat medis, termasuk untuk pemeriksaan penunjang laboratorium dengan panel pemeriksaan autoimun untuk tes ANA IF, ANA Profile, Anti-dsDNA, C3, C4, Autoimmune Liver Disease(ALD), Autoimun Diabetes, Vasculitis, Thyroid Autoimmune serta sejumlah pemeriksaan alergi lainnya.

"Eka Hospital Group berkomitmen untuk menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan yang akurat dan inovatif, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan terbaik sesuai kebutuhan," tutup Rina. (ikh)

Baca Juga:

Wagub DKI: BOR RS Rujukan COVID-19 di Bawah 50 Persen

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan