MerahPutih.com - Ancaman bencana alam dan cuaca ekstrem menghantui momen libur Natal dan Tahun Baru 2024. Sebagai antisipasi, Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melakukan langkah proaktif untuk memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Langkah ini dilakukan guna meminimalisasi potensi gangguan yang mungkin terjadi akibat berbagai faktor.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, KCIC telah memetakan potensi kendala yang mungkin terjadi, seperti cuaca buruk, gempa bumi, layang-layang dan benda asing dapat mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan perjalanan.
“Sejumlah potensi risiko ini yang akan kita fokuskan agar dapat menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan Whoosh pada masa musim libur Nataru” ujar Eva kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/12).
Dari sisi teknologi, KCIC telah menempatkan sebanyak 17 unit sensor angin kencang setiap 10 km, sensor gempa sebanyak 7 unit setiap 20 km, sensor cuaca buruk sebanyak 8 unit setiap 20 km, dan 1.390 cctv dengan kualitas tinggi.
Baca juga:
“Ini untuk memantau berbagai kondisi jalur dan stasiun secara langsung,” tutur Eva.
KCIC juga melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah pihak, seperti TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat pengamanan di stasiun, jalur, dan depo utama di Tegalluar, serta menghadapi kemungkinan bencana alam di sepanjang lintasan kereta cepat,” sebut Eva.
Selain itu, KCIC telah melakukan patroli pengamanan di jalur dan titik-titik rawan, dengan melibatkan 510 personel pengamanan, dengan tambahan 28 personel TNI/Polri untuk mempertebal pengawasan.
“Posko Pengamanan di setiap stasiun dan jalur untuk memastikan pengawasan ketat terhadap sarana dan prasarana dan Posko Tanggap Darurat di Pusat Kendali Operasi (OCC), yang siaga 24 jam,” pungkas Eva.
Sekadar informasi, Kereta Cepat Whoosh adalah kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam.
Kereta ini melayani rute Jakarta–Bandung dengan empat stasiun utama: Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. (Knu)