Dudung Meraup Untung dari Wayang Gunungan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 23 April 2016
Dudung Meraup Untung dari Wayang Gunungan

Pemilik Dudung Tie Dye & Batik, Dudung Alisyabana dengan karyanya di Jakarta, Jumat (22/4). (MerahPutih/Yohannes Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Wayang gunungan lazimnya muncul saat adegan pembuka wayang kulit. Namun, wayang gunungan juga bisa menjadi suvenir cantik.

Ketika membuat wayang gunungan sebagai suvenir, pakar batik dan pemilik Dudung Tie Dye & Batik Dudung Alisyabana hanya berpikir memberikan tampilan berbeda. 

"Kami memang sengaja membuat wayang dengan tampilan yang berbeda. Saat itu, saya ingin membuat wayang gunungan agar lebih menarik," jelasnya saat dijumpai merahputih.com di sela-sela pameran INACRAFT, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/4).  

Dudung menjelaskan ukuran suvenir wayang gunungan bervariasi mulai dari 1 sentimeter sampai 3 meter. Untuk ukuran mini biasanya digunakan sebagai suvenir sedangkan yang ukuran "jumbo" bisa untuk mempercantik ruang keluarga. 

"Biasanya ukuran kecil banyak dipesan untuk suvenir pernikahan, sedangkan yang ukuran besar digunakan untuk desain interior ruangan, dekorasi pengantin, pokoknya macam-macam," terangnya. 

Dudung mengatakan harga wayang gunungan buatannya dibanderol mulai dari Rp15 ribu sampai Rp90 juta. Dalam satu bulan ia bisa menerima pesanan 1.000-1.500 wayang gunungan untuk suvenir pernikahan. Kalau dihitung rata-rata omzet per bulan Dudung dapat mencapai Rp150 juta. 

Ke depan, Dudung ingin mengembangkan wayang dan batik dengan menggunakan logam terbuat dari perak. Ia tidak khawatir Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menggerus para pelaku bisnis lokal.   

"Saya selalu optimis produk Indonesia lebih unggul dari produk luar negeri yang banyak beredar di pasar dalam negeri. Apabila semua produk dalam negeri dikemas lebih apik pasti banyak diminati oleh masyarakat dalam maupun luar negeri," tandasnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. INACRAFT 2016 Tampilkan Produk Keunggulan Minangkabau
  2. Blankon Suroyo Tak Lagi Diekspor ke Belanda
  3. INACRAFT 2016 Targetkan Transaksi Rp.133 M
  4. Gambreng Games, Banyak Peroleh Penghargaan Games Aplikasi Mobile Phone
  5. Kembangkan Bisnis Games Karena Hobi
#Wayang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
Peringatan Hari Wayang, Fadli Zon: Ekosistem Kebudayaan Harus Jalan
Penguatan ekosistem kebudayaan itu sangat diperlukan agar pelestarian tidak berhenti pada seremonial saja, termasuk adanya inovasi kebudayaan.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Peringatan Hari Wayang, Fadli Zon: Ekosistem Kebudayaan Harus Jalan
Indonesia
Pelawak Kirun Menangis kala Melayat ke Rumah Duka Ki Anom Suroto
Kirun dan Anom Suroto merupakan dua seniman senior yang telah bersahabat sejak lama.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Oktober 2025
Pelawak Kirun Menangis kala Melayat ke Rumah Duka Ki Anom Suroto
Indonesia
Legenda Wayang Tanah Air Anom Suroto Meninggal, Kiprah Mendalang hingga Keliling Dunia
Jenazah Ki Anom Suroto akan disemayamkan di Ndalem Timsan, Makamhaji, Sukoharjo.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Oktober 2025
Legenda Wayang Tanah Air Anom Suroto Meninggal, Kiprah Mendalang hingga Keliling Dunia
Tradisi
Mengenal Wayang Garing, Kesenian asal Banten yang Terancam Punah
Wayang Garing merupakan kesenian asal Banten yang jarang diketahui. Sayangnya, kesenian ini terancam punah karena tak ada regenerasi.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juli 2024
Mengenal Wayang Garing, Kesenian asal Banten yang Terancam Punah
Travel
Menikmati Sanggar Wayang Golek Gending Pusaka Putra Kota Bandung
Grup Padalangan dengan nama Gending Pusaka Putra yang didalangi Ki Asep Aceng Amung.
Dwi Astarini - Senin, 27 November 2023
Menikmati Sanggar Wayang Golek Gending Pusaka Putra Kota Bandung
Bagikan