MerahPutih.com – Proses pencarian korban ledakan rumah mewah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, masih terus dilakukan. Hingga Selasa (21/7), dua orang korban diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Peristiwa naas ini terjadi pada Senin (20/7), diduga akibat ledakan gas pipa tanam. Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang di lokasi saat kejadian dengan lima korban di antara sudah berhasil ditemukan dari reruntuhan.
Baca juga:
Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 7 Prajurit TNI Dilaporkan Terluka, 1 Gugur
Strategi Evakuasi Tim SAR
Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika menegaskan tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.
“Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan,” katanya, saat dikonfirmasi awak media di lokasi ledakan, Selasa (21/7).
Hery menjelaskan tim gabungan telah membentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan pencarian korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan.
Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga SRU,
Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika
Operasi ini didukung berbagai peralatan, mulai dari rescue truck, crane, peralatan mountaineering, ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, hingga perlengkapan komunikasi.
Baca juga:
Strategi Tiga Tim SAR
SRU I: menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah material bangunan.
SRU II: melakukan pencarian dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1, menyisir sektor-sektor area dan mengidentifikasi potensi bahaya.
SRU III: fokus pada titik prioritas dengan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban.
Data Kondisi Korban Ledakan Rumah Mewah Medan
- 4 orang selamat: Jeavelin (2 tahun), Hasan (sopir), dan seorang kurir.
- 1 korban meninggal dunia telah ditemukan.
- 2 korban masih dalam pencarian di bawah reruntuhan.

