MerahPutih.com - Kepala Basarnas Mohammad Syafii menginstruksikan tim SAR untuk tidak menggeser gerbong kereta dalam proses evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi guna menghindari risiko cedera yang lebih fatal.
Tim penyelamat fokus menggunakan teknik cutting atau pemotongan dan lifting atau pengangkatan material untuk memisahkan badan korban dari jepitan logam.
"Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit," kata Syafii, kepada media di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Selasa (28/4).
Baca juga:
Adu Banteng Commuter Line vs Kereta Jarak Jauh: Prioritas Nyawa Penumpang di Atas Segalanya
1 Gerbong Maksimal 25 Orang Tim SAR
Syafii memastikan proses penyelamatan dilakukan dengan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong besi rangkaian KRL yang menahan tubuh korban.
“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban tetap stabil,” tuturnya, dilansir Antara.
Kepala Basarnas menambahkan keterbatasan ruang gerbong membuat tim SAR harus bekerja dengan skema bergantian. Maksimal hanya 25 personel, termasuk tenaga medis, bisa masuk ke dalam gerbong. "Yang pasti kita bekerja non-stop tidak ada jeda," tandasnya.
Baca juga:
5 Orang Tercatat Meninggal Akibat Insiden Maut KA Agro Bromo Tabrak KRL
3 Korban Masih Terjebak Dalam KRL
Hingga Selasa pagi ini, tercatat masih ada tiga penumpang yang terjepit di gerbong khusus wanita nomor 8 KRL Bekasi Timur. Data terakhir menunjukkan total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang.
Namun,, tim SAR gambungan masih melakukan prosedur pencarian ke seluruh sudut gerbong KRL untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Tabrakan maut ini terjadi Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, saat KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. (*)