DPRD Jakarta Usulkan Perbanyak Bangun Parkir Air Buat Atasi Banjir Akibat Meluapnya 13 Sungai
Petugas BPBD DKI Jakarta saat mengevakuasi warga terdampak banjir di Jakarta, Minggu (6/7/2025). ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta
MerahPutih.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike memandang penanganan banjir di ibu kota belum berdampak secara maksimal.
Ia meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI untuk memprioritaskan Normalisasi Sungai Ciliwung sebagai upaya pengendalian banjir.
Menurut Yuke, penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung tak dapat ditugaskan secara parsial. Dalam Perubahan APBD 2025, utamakan pembebasan lahan yang di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
"Secara anggaran mau difokuskan di Kali Ciliwung dulu, untuk normalisasi pembebasan dan lain-lain," ujar Yuke dalam keterangannya, Rabu (9/7).
Baca juga:
Anak Main Air Banjir Bisa Kena Infeksi Mematikan, Dokter Kevin Mak Peringatkan Bahaya Luka Terbuka
Berdasarkan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2025, Dinas SDA mengajukan anggaran sebesar Rp 158 miliar untuk pengadaan tanah normalisasi Sungai Ciliwung di Kelurahan Pengadegan, Cililitan, dan Cawang.
Anggaran tersebut untuk mendukung pelaksanaan pembangunan sistem polder dan prasarana di Sungai Apuran.
Menurut Yuke, diperlukan juga penataan 13 Sungai Jakarta agar lebih siaga dalam menghadapi banjir kiriman.
"Kita tahu, secara anggaran terbatas. Memang harus step by step dengan pertimbangan yang diprioritaskan penanganan banjir atau normalisasi di Ciliwung dulu," ucap Yuke.
Selain itu, Yuke mengingatkan, agar Dinas SDA juga memperhatikan sungai-sungai yang rawan terjadi banjir di sejumlah wilayah. Di antaranya, Sungai Mampang di Jakarta Selatan dan Sungai Krukut di Jakarta Barat.
"Jadi harus banyak dibuatkan parkir-parkir air lagi. Seperti, embung atau waduk. Di luar saluran-saluran mikro yang termasuk turap-turap yang banyak jebol," tuturnya. (Asp)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Banjir, Rute Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan, Berikut Perjalanan yang tak Beroperasi Hari ini dan Besok Imbas Banjir
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Bekasi Terendam Banjir
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Puluhan Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Pekalongan, KAI Rugi Miliaran Rupiah
Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Sejumlah Korban Banjir di Wilayah Cakung dan Cikarang, Terobos Air Berarus Deras
Banjir Cakung Setinggi 1 Meter Lebih, Ratusan Jiwa di Kelurahan Rawa Terate Pilih Bertahan