DPR Yakin Virus Corona Enggak 'Ikut' Saat Ratusan WNI Dievakuasi ke Natuna

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 03 Februari 2020
DPR Yakin Virus Corona Enggak 'Ikut' Saat Ratusan WNI Dievakuasi ke Natuna

Ilustrasi: Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1) (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR Willy Aditya menyatakan pemerintah harus meyakinkan publik bahwa virus Corona (Koronavirus) tidak terbawa ketika mengevakuasi 245 warga negara Indonesia dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

"Meski telah dievakuasi dari Wuhan, Pemerintah masih perlu meyakinkan bahwa virus Corona tidak ikut terbawa dalam pemindahan," kata Willy dalam keterangannya, Minggu (3/2).

Baca Juga

Tiba di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Dimasukkan ke Pesawat TNI

Pemerintah menempatkan WNI ke pangkalan militer dengan fasilitas kesehatan yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan yang lebih saksama.

Adanya protes warga dengan penempatan karantina di Natuna merupakan hal yang biasa karena kesenjangan komunikasi pemerintah saja.

"Harusnya pemerintah daerah diajak bicara untuk membangun komunikasi dengan warga dengan pesan-pesan kemanusiaan," bebernya.

Willy mengingatkan bahwa pangkalan militer merupakan wilayah pertahanan yang informasinya harus dijaga. Dengan fasilitas kesehatan yang terbuka untuk evakuasi WNI dari Wuhan, RRT, Pemerintah tetap harus mewaspadai transaksi informasi dari dan ke dalam pangkalan militer.

"Evakuasi ke fasilitas kesehatan pangkalan militer itu bagus-bagus saja selama hanya itu yang terjadi. Pangkalan militer harus dijaga informasinya," tegas Willy.

Proses pemindahan WNI dari Wuhan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). ANTARA/Yuniati Jannatun Naim

Willy menyampaikan apresiasi atas upaya tanggap tim pemantauan Koronavirus yang dibentuk pemerintah dan telah berupaya fokus untuk memantau perkembangan kondisi akibat virus tersebut di Wuhan.

"Sejak awal geger, pastinya Pemerintah terus memantau kondisi. Apalagi, banyak pihak yang terus mengingatkan pemerintah untuk dapat bertindak segera apabila kondisi makin mencemaskan langkah evakuasi ini sangat tepat dilakukan," ujarnya.

Walaupun telah berhasil mengevakuasi WNI dari Wuhan, pemerintah Indonesia tetap harus terus memantau situasi karena penyebaran virus tersebut telah meluas khususnya di RRT dan beberapa negara lainnya.

Willy mengatakan bahwa di RRT, Koronavirus bukan hanya terdeteksi di Wuhan, melainkan ada di Zhejiang, Guangdong, Henan, dan provinsi lain di RRT.

Baca juga:

Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?

"Laporan Global GIS dari Johns Hopkins, virus ini sudah terdeksi di 26 negara selain RRT, ini juga perlu diwaspadai pemerintah. Khusus WNI yang ada di RRT bisa disiapkan juga langkah evakuasi setelah evaluasi atas evakuasi pertama yang sudah selesai," katanya.

Willy berharap koordinasi pemerintah untuk terus memantau kondisi ini terus di jaga hingga benar-benar aman. Dari evakuasi yang telah dilakukan, lanjut dia, Pemerintah bisa mempelajari proses dan kelemahan yang ada untuk perbaikan proses ke depannya. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan