MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sampai dengan Senin (17/8) ada sebanyak 68 korban meninggal dunia. Di mana, lebih dari 5.000 orang mengungsi baik secara mandiri maupun menempati posko pengungsian umumnya karena rumah mereka rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa M7,7.
Hasil pendataan tim petugas gabungan di lapangan mencatat sedikitnya ada 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan, akibat getaran gempa tersebut. Adapun kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik, antara lain 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah destinasi wisata unggulan Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup untuk sementara demi memastikan keselamatan wisatawan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.
DPR mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk menangani dampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk melakukan relokasi anggaran.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan sejumlah pimpinan dan anggota DPR akan bertolak ke NTT pada Rabu (19/8) bersama perwakilan pemerintah.
Diinformasikan bahwa pada esok hari, pimpinan DPR telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR beserta Menteri Keuangan dan menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT, untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu,
ucapnya saat membuka rapat paripurna itu.
DPR menyampaikan duka cita mendalam atas gempa yang melanda NTT dan daerah di sekitarnya pada Sabtu (15/6) yang menyebabkan korban luka-luka hingga meninggal dunia.
Pada Minggu (16/8), Dasco menjelaskan, DPR telah mengirimkan perwakilan ke NTT. Dalam kesempatan itu, DPR menjalankan fungsi pengawasan dengan melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah.
Sebelumnya, Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI meninjau wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT untuk mengawal percepatan penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8), mengatakan DPR meminta laporan mengenai kondisi terkini, langkah tanggap darurat, serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi di daerah terdampak.
Kita minta laporan kondisi existing, kemudian langkah taktis yang diambil pada masa tanggap darurat, kemudian juga penanganan yang harus segera cepat dilakukan,
kata dia, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta.