MerahPutih.com- Harga sejumlah kebutuhan pokok belum telihat stabil di berbagai daerah di Indonesia.
Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan menilai, komoditas ikan bisa menjadi solusi ditengah fluktuasi harga komoditas pangan lainnya.
Baca Juga:
Keluh Kesah Emak-emak Harga Pangan Melonjak, Begini Harapannya
Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu mempertahankan harga ikan selalu stabil ditengah fluktuasi harga komoditas pangan lainnya yang cenderung melonjak tajam.
Apalagi ada ancaman inflasi pangan yang berdampak pada naiknya harga semua komoditas pangan.
Ia berujar, komoditas ikan harus menjadi alternatif pangan yang murah dan terjangkau bagi semua rakyat untuk memenuhi kebutuhan protein dan gizi masyarakat.
“Karena ikan bukan hanya soal stok namun komoditas ikan harus dijadikan alternatif pangan yang murah, terjangkau dan selalu tersedia agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya dalam bulan puasa ini” ujar Johan, Rabu (6/4).
Terkait persoalan stock ikan, Johan menyebut stok ikan per 28 Maret 2022 sebesar 519 ton. Sementara itu prediksi kebutuhan ikan pada saat puasa dan lebaran tahun 2022 ini mencapai 2,64 juta ton.
Ia meminta KKP lebih serius memperhatikan urusan BBM (bahan bakar minyak) untuk nelayan karena sangat vital bagi keperluan nelayan.
Menurutnya, harus ada kebijakan khusus untuk distribusi BBM bagi nelayan karena tidak bisa disamakan dengan pengguna/konsumen BBM lainnya.
“Nelayan harus mendapat subsidi khusus dan pola distribusi khusus yang memudahkan nelayan mendapatkan pasokan BBM untuk kebutuhan melaut” usul Johan yang juga politikus PKS ini.
Ia berujar, jika tidak ingin kekurangan pasokan maka KKP harus memastikan produksi budidaya dan penangkapan ikan pada saat musim ini berhasil mencapai target.
“Perhatian dan perlindungan KKP terhadap kondisi nelayan dan petambak mesti ditingkatkan karena mereka berada di garda depan untuk ketersediaan ikan yang mampu mencukupi kebutuhan nasional,” cetusnya.
Anggota dewan dari Dapil NTB 1 ini juga berharap KKP memiliki konsep roadmap strategic untuk pembangunan kelautan perikanan di Kawasan timur Indonesia dengan misi.
“Ini agar menjadi Kawasan yang berdaya saing dan memiliki keunggulan kompetitif di sektor kelautan perikanan global," tutup Johan Rosihan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ada dampak yang akan dirasakan Indonesia dari kondisi yang terjadi pada global saat ini.
Pertama adanya kenaikan penerimaan ekspor, kedua di sisi lain juga ada transmisi atau dampak kenaikan beberapa komoditi bagi masyarakat.
Oleh karenanya pemerintah akan menyalurkan subsidi langsung terkait dengan penerima Kartu Sembako yaitu 18,8 juta orang, ditambah 2 juta penerima program keluarga harapan (PKH) dengan tambahan bantuan berupa BLT minyak goreng Rp 300 ribu untuk tiga bulan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat cair pada bulan Ramadan ini. Selain itu pemerintah juga masih akan melanjutkan program BLT dana desa. (Knu)
Baca Juga:
Polisi Lakukan Patroli Pasar Pastikan Stok Pangan Aman di Jakarta