Dosen Ubaya Ini Berhasil Bikin Aplikasi Mitigasi Bencana

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 07 Januari 2021
Dosen Ubaya Ini Berhasil Bikin Aplikasi Mitigasi Bencana

Jam dinding yang menjadi bukti erupsi gunung Merapi di Museum Sisa Hartaku. (Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INOVATIF, salah satu dosen di Universitas Surabaya berhasil menciptakan pola pembelajaran mitigasi bencana melalui aplikasi Augmented Reality (AR) Learning & Information System (LIS) Volcano.

Listyo Yuwanto, S.Psi., M.Psi. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai penemu alat tersebut memiliki tujuan untuk mencegah atau mengurangi risiko dari bencana.

AR LIS Volcano merupakan jenis media pembelajaran pendidikan bencana erupsi gurung berapi yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi era 4.0.

Baca juga:

Retinol, Bahan Antiaging Terbaik Menurut Dermatolog

Ia menyatakan, jika fokus menghadapi bencana erupsi gunung berapi merupakan mitigasi bencana struktural dan non struktural.

"Pendidikan bencana ini sebagai bentuk mitigasi non struktural yang bisa memanfaatkan teknologi. Salah satu media pembelajaran di era 4.0 yang dapat digunakan adalah augmented reality ini," ujar Listyo saat dikonfirmasi, Kamis (07/01).

Ia menambahkan, AR merupakan sarana pengalaman interaksi antara lingkungan asli dan buatan yang terintegerasi media teknologi. Sehingga bisa interaksi antara media dan individu menggunakan sensori visual, auditori, sentuhan, maupun penciuman.

“Pembelajaran terkait bencana erupsi gunung berapi sebagai pendidikan bencana juga bisa ditempuh dengan teknologi augmented reality. Augmented Reality Learning Information System Volcano atau dikenal AR LIS Volcano dirancang sebagai media pembelajaran pendidikan bencana erupsi gunung berapi. Program ini bisa dijalankan dengan smartphone atau komputer dengan operational system (OS) berbasis Android dan kini sedang dikembangkan untuk iOS,” tandas Listyo.

Tampilan simulasi objek standard 3D

Tampilan aplikasi Augmented Reality (AR) Learning & Information System (LIS) Volcano. (Foto: Ist)
Tampilan aplikasi Augmented Reality (AR) Learning & Information System (LIS) Volcano. (Foto: Ist)

Terdapat sejumlah fitur menu pada AR LIS Volcano diantaranya pendahuluan, mitigasi, pasca erupsi dan bantuan.
Di menu pendahuluan, pengguna bisa memperoleh informasi dasar terkait gunung berapi di Indonesia.

Pengguna memperoleh wawasan dari video Indonesia The Ring of Fire yang memaparkan sebaran gunung berapi di Indonesia, dampak negatif erupsi gunung berapi, status dan material gunung berapi yang ditampilkan melalui simulasi objek 3D. Kemudian ada mitigasi yang berisi panduan atau simulasi jika terjadi bencana gunung berapi.

“Saat menghadapi bencana erupsi gunung berapi ada beberapa langkah yang dilakukan atau biasa disebut mitigasi. Tahapan atau langkah ini ditampilkan dalam bentuk simulasi objek 3D seperti menyiapkan tas siaga bencana, penggunaan perlengkapan pelindung diri dan proses evakuasi,” tuturnya.

Baca juga:

Teori Konspirasi Chip 5G Vaksin COVID-19 Ternyata Diagram Pedal Gitar

Tampilan simulasi objek 3D berupa tahapan atau langkah mitigasi bencana seperti menyiapkan tas siaga bencana, perlengkapan pelindung, dan proses evakuasi.

Saat menggunakan aplikasi ini, pengguna harus mengarahkan kamera ke objek yang bertekstur warna dan bergradasi terang gelap sehingga akan muncul tampilan informatif simulasi objek 3D. Menu berikutnya yakni pasca erupsi yang akan menampilkan video diiringi penjelasan terkait dampak positif dari erupsi gunung berapi. Lalu menu terakhir, berupa bantuan berisi informasi terkait panduan penggunaan AR LIS Volcano.

Bisa diunduh lewat PlayStore Februari nanti

Listyo Yuwanto, S.Psi., M.Psi. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai penemu aplikasi Augmented Reality (AR) Learning & Information System (LIS) Volcano. (Foto: Ist)
Listyo Yuwanto, S.Psi., M.Psi. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai penemu aplikasi Augmented Reality (AR) Learning & Information System (LIS) Volcano. (Foto: Ist)

Aplikasi ini dirancang dalam bentuk permainan disertai dengan penjelasan dan simulasi objek 3D mempermudah pengguna untuk mempelajari bencana erupsi gunung berapi tanpa harus pergi ke area pegunungan.

Listyo kembali menjelaskan, media pembelajaran ini sudah pernah dicoba dan diterapkan oleh guru-guru di beberapa sekolah Taman Kanak-Kanak (TKK) dan Sekolah Dasar (SD) di Jawa Timur.

Saat ini aplikasi masih dalam proses pengembangan yang ditambahkan beberapa penjelasan baru sesuai kondisi terkini tentang sebaran serta status gunung berapi di Indonesia.

Rencananya, aplikasi AR LIS Volcano sudah bisa diunduh kembali melalui Play Store di bulan Februari mendatang. Aplikasi ini sangat cocok sebagai media pembelajaran jarak jauh terkait gunung berapi di Indonesia tanpa harus datang ke lokasi secara langsung.

“Semoga tak hanya siswa saja, namun masyarakat luas bisa memanfaatkan aplikasi ini dengan baik sebagai upaya untuk menambah wawasan mitigasi bencana erupsi gunung berapi di saat pandemi COVID-19," tutup Listyo. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca juga:

Indonesia Amputee Football (INAF) Ubah Keterbatasan Jadi Kesuksesan

#Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Tekno
OPPO Find X10 Ultra Bakal Punya Kamera Telefoto 10x Lebih Canggih, Hasil Zoom Jadi Makin Tajam!
OPPO Find X10 Ultra akan membawa kamera telefoto 10x canggih. Nantinya, hasil zoom jadi lebih tajam dibanding sebelumnya.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
OPPO Find X10 Ultra Bakal Punya Kamera Telefoto 10x Lebih Canggih, Hasil Zoom Jadi Makin Tajam!
Tekno
Jelang Rilis, Vivo X Fold 6 Tawarkan Kamera 200MP, Baterai 7.000mAh, hingga Fitur AI Canggih
Spesifikasi Vivo X Fold 6 kini sudah terungkap. HP itu membawa kamera 200MP, baterai 7.000mAh, hingga fitur AI canggih.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
Jelang Rilis, Vivo X Fold 6 Tawarkan Kamera 200MP, Baterai 7.000mAh, hingga Fitur AI Canggih
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Bagikan