MotoGP

Dorna Sports: Suzuki Tak Bisa Keluar MotoGP Secara Sepihak

Andrew FrancoisAndrew Francois - Jumat, 06 Mei 2022
Dorna Sports: Suzuki Tak Bisa Keluar MotoGP Secara Sepihak

CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta. (Foto: MotoGP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIM Suzuki Ecstar yang berlaga di MotoGP membawa kabar mengejutkan beberapa waktu lalu. Mereka secara mendadak memutuskan untuk keluar dari ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu usai musim 2022.

Kabar tersebut tentu mengejutkan berbagai pihak, terutama pencinta MotoGP mengingat kinerja tim Suzuki Ecstar yang terbilang cukup kompetitif. Rider Suzuki Joan Mir pada 2020 lalu sempat menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih gelar juara dunia.

Musim ini Suzuki juga mencatat sejumlah raihan yang cukup impresif. Dari enam balapan yang telah dijalani, Alex Rins telah mengemas dua podium dan kini tengah bertengger di peringkat keempat klasemen semetara dengan koleksi 69 poin. Sementara Mir di peringkat keenam dengan raihan 56 poin.

Baca juga:

Suzuki Bakal Hengkang dari MotoGP

Joan Mir pembalap Suzuki Ecstar. (Foto: MotoGP)

Namun, bila Suzuki benar-benar meninggalkan MotoGP pada akhir musim 2022, ini bukan menjadi kali pertama Suzuki hengkang. Sebelumnya pada musim 2011, Suzuki sudah sempat cabut dari MotoGP dan kembali lagi pada 2015 dengan merekrut Aleix Espargaro dan Maverick Vinales.

Melansir KabarOto, pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang, tersebut memutuskan keluar dari MotoGP karena masalah finansial, sama dengan yang terjadi pada musim 2011 silam. Meski demikian, Dorna seekalu penyelenggara MotoGP memberi peringatan terkait keputusan Suzuki tersebut.

Pasalnya sejak keputusan Suzuki untuk kembali ke MotoGP pada musim 2015 lalu, tim yang dulu sukses dikepalai Davide Brivio itu berkomitmen untuk tetap berada di paddock MotoGP setidaknya hingga musim 2026.

Baca juga:

Tim Suzuki Ecstar akan Berlaga di MotoGP

Suzuki saat kembali ke MotoGP pada musim 2015 lalu. (Foto: MotoGP)

"Kami mengingatkan bahwa kondisi kontrak untuk balapan di MotoGP tidak memungkinkan mereka ambil keputusan secara sepihak. Namun jika Suzuki pergi dengan kesepakatan antara kedua belah pihak, Dorna akan menentukan jumlah ideal pembalap dan tim yang berlomba di musim 2023 mendatang," ungkap Dorna Sports dalam pernyataan resmi, Jumat (6/5).

Bila Suzuki benar-benar hengkang dari MotoGP, maka Mir dan Rins harus segera mencari tim baru untuk tetap berlagga di MotoGP mulai musim depan. Saat ini, Mir tengah ramai dirumorkan akan berlabuh ke tim Repsol Honda untuk mengganti posisi Pol Espargaro yang kontraknya habis di musim 2022.

Sementara Rins belum dikaitkan dengan tim mana pun, dan situasinya untuk balapan di musim 2023 mendatang tengah dikhawatirkan. Sepertinya performa Rins yang belum konsisten menjadi penyebab tim-tim MotoGP tak begitu tertarik dengan jasa sang pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut. (waf)

Baca juga:

Melihat Lebih Dekat Performa Suzuki GSX-RR 2022 yang Turun di MotoGP

#MotoGP #Suzuki #Olahraga
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Olahraga
Pakai Jersey Banten Warriors, Gelandang Timnas Indonesia Ivar Jenner Siap Bawa Energi Baru untuk Dewa United
Pemain berusia 22 tahun itu bergabung dari klub Belanda, FC Utrecht, dan diproyeksikan menjadi bagian penting dalam memperkokoh lini tengah Dewa United.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
Pakai Jersey Banten Warriors, Gelandang Timnas Indonesia Ivar Jenner Siap Bawa Energi Baru untuk Dewa United
Fun
Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Hadir dengan Baterai 61 kWh dan Fitur ADAS
Suzuki e Vitara resmi diperkenalkan di IIMS 2026 sebagai SUV listrik pertama Suzuki. Simak spesifikasi, fitur, baterai, dan harga lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Hadir dengan Baterai 61 kWh dan Fitur ADAS
Lifestyle
ASICS Kenalkan SOLUTION SPEE FF 4 dan ASICS Tennis Club, Dukung Tren Tenis di Indonesia
Tenis di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, terlihat dari perkembangan komunitas tenis serta meningkatnya prestasi atlet tenis Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
ASICS Kenalkan SOLUTION SPEE FF 4 dan ASICS Tennis Club, Dukung Tren Tenis di Indonesia
Fun
Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan
HYROX adalah olahraga kebugaran hibrida global yang menggabungkan lari dan latihan fungsional. Atletnya bahkan mampu menarik pesawat AirAsia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan
Olahraga
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
KSOC mengunjungi NOC Indonesia pada Jumat (9/1). Pertemuan ini memperkuat kerja sama dan pengembangan olahraga di kedua negara.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet, pemerintah memberikan sejumlah bonus yang berkisar Rp 157 juta hingga Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Indonesia
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Bayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang sepanjang SEA Games Thailand 2025.
Dwi Astarini - Minggu, 21 Desember 2025
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Olahraga
Indonesia Raih 91 Emas, Lampaui Target di SEA Games 2025
Kemenpora RI sebelumnya hanya menargetkan kontingen Indonesia mampu mengamankan sekitar 80 medali emas.
Dwi Astarini - Sabtu, 20 Desember 2025
Indonesia Raih 91 Emas, Lampaui Target di SEA Games 2025
Olahraga
Tim Indonesia Raih Posisi Kedua SEA Games Thailand 2025, Ukir Sejarah 30 Tahun
Tim Indonesia mengoleksi 91 medali emas, 112 perak dan 130 perunggu dan total 333 medali.
Dwi Astarini - Sabtu, 20 Desember 2025
Tim Indonesia Raih Posisi Kedua SEA Games Thailand 2025, Ukir Sejarah 30 Tahun
Olahraga
Berjaya di SEA Games 2025, Tim Indonesia Pertegas Posisi 'Raja' Panahan Asia Tenggara
Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kepercayaan para atlet, pelatih, ofisial dan semua pihak yang mendukung kami.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Berjaya di SEA Games 2025, Tim Indonesia Pertegas Posisi 'Raja' Panahan Asia Tenggara
Bagikan