Dongker Ungkap Makna 'Melankolia Radikal', Album tentang Kesedihan yang Mengakar

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 28 Agustus 2026
Dongker Ungkap Makna 'Melankolia Radikal', Album tentang Kesedihan yang Mengakar

Dongker gelar sesi dengar album terbaru. (Foto: Dok. Dongker)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ruang Resonansi, Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi lokasi digelarnya sesi dengar album kedua Dongker, Melankolia Radikal, pada Senin (24/8).

Meski hanya diikuti oleh sejumlah pendengar, sesi tersebut berlangsung dalam atmosfer yang intim dan penuh perhatian.

Terima kasih untuk kalian semua yang hadir dan menyempatkan waktu di hari kejepit ini mendengarkan album kami.

ujar vokalis sekaligus gitaris Dongker, Delpi Suhariyanto

Melankolia Radikal dijadwalkan resmi dirilis pada 28 Agustus 2026. Album ini menjadi upaya Dongker dalam melihat kesedihan dari sudut pandang yang lebih luas.

Bukan sekadar emosi yang muncul sementara, melainkan perasaan yang dapat tumbuh, bertahan, dan perlahan mengakar dalam kehidupan manusia muda.

Baca juga:

Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'

Melankolia Radikal Rangkum Pengalaman Berharga Dongker

Selama kurang lebih 40 menit, 11 lagu dari Melankolia Radikal diperdengarkan kepada para tamu. Musik tersebut hadir bersama rangkaian visual yang diambil dari penampilan Dongker di Kolong Pasopati, Bandung, pada Jumat (17/8).

Suasana sesi dengar terasa hening dan dekat, dengan para pendengar serta personel band menyimak lagu demi lagu yang diputar melalui laptop.

Nama Melankolia Radikal sendiri memiliki makna yang erat dengan gagasan utama album. Secara etimologis, “melankolia” berasal dari bahasa Yunani melancholia, yang pada masa lampau dikaitkan dengan keadaan hati yang murung.

Sementara “radikal” berasal dari bahasa Latin radix, yang berarti akar. Dua kata tersebut kemudian dipertemukan Dongker untuk menggambarkan kesedihan yang telah tumbuh dan mengakar.

Baca juga:

'Melankolia Radikal', Album Kedua Dongker dengan Artwork Agan Harahap

Kesedihan dalam album ini tidak berhenti pada pengalaman personal masing-masing personel. Dongker turut melihatnya sebagai pengalaman bersama yang lahir dari berbagai hubungan dan lingkungan, mulai dari relasi antarmanusia, keluarga, tempat tinggal, hingga negara dan hal-hal yang berada di luar diri.

Perasaan tersebut kemudian tumbuh perlahan dan pada akhirnya memengaruhi cara seseorang memandang dunia.

“Ketika suatu kelompok manusia ditempatkan dalam kondisi yang sama, ada kesempatan bagi sebuah perasaan untuk tumbuh bersamaan, dialami dan dirasakan secara kolektif. Melankolia Radikal, adalah kumpulan dari rasa sedih, kecewa, marah, yang saya rasa telah dirasakan secara kolektif belakangan ini oleh rakyat, sebagai reaksi atas ruang yang menghimpunnya yaitu negara,” imbuh drummer Dongker, Dzikrie J. Arethusa.

Dongker Bawa 11 Lagu di Album Melankolia Radikal

Pandangan serupa juga disampaikan Arno Zarror. Menurutnya, kesedihan memang kerap menjadi emosi yang ingin dihindari, tetapi pada saat tertentu justru dibutuhkan untuk memahami diri dan keadaan.

“(Sedih) itu perasaan yang kadang kita tak inginkan, tapi kadang dibutuhkan. Sebab emosi yang paling jujur itu kadang keluar ketika sedih. Realita hari ini banyak manusia yang sedih tapi bersembunyi. Sepertinya album ini secara prosesnya banyak mengajarkan kami bentuk cara bertahan hidup.” tambah Arno Zarror, vokalis dan gitaris Dongker.

Bagi Delpi, Arno, dan Dzikrie, kesedihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sebagai manusia muda. Mereka mengalami kekecewaan, menjadi pihak yang mengecewakan, kehilangan arah, sekaligus berusaha mencari pemahaman mengenai kehidupan.

Berbagai pengalaman itu diolah menjadi 11 lagu yang membangun lanskap emosional Melankolia Radikal.

Baca juga:

Dongker Rilis 'Lagu Selepas Hujan', Balada Reflektif Jelang Album 'Melankolia Radikal'

Perjalanan album ini juga melibatkan sejumlah kolaborator yang turut memperkaya warna musik Dongker. Salah satunya adalah Cholil Mahmud, yang dikenal melalui Efek Rumah Kaca lewat “Near Imajinasi” dan Banda Neira melalui “Lamunan Ringan di Singapura”.

Kehadirannya memberikan tambahan warna sekaligus memperluas kedalaman cerita yang ingin disampaikan melalui album tersebut.

“Kami merasakan kemuakkan dan kegilaan yang sama di ruang personal kami. Retaknya rumah tangga, hubungan yang tidak pernah berhasil, pajak yang tercerai berai, mungkin ini bukan rangkuman yang sempurna tapi Melankolia Radikal tercipta dengan kesadaran penuh sebagai warga negara Indonesia yang merasa negara telah gagal berdiri bersama rakyatnya," tutup vokalis dan gitaris Dongker, Delpi Suhariyanto. (far)

#Dongker #Grup Band #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
Gavendri memperkenalkan album kedua Sympathy/Empathy berisi 11 lagu tentang kehilangan, pertumbuhan, dan harapan, termasuk lagu 'On & On'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
ShowBiz
Rayakan 20 Tahun, lightcraft Rilis Ulang EP 'The Modern Seasons' dengan Aransemen Baru
lightcraft menghidupkan kembali EP debut The Modern Seasons yang dirilis pada 2006 dengan aransemen elektronik baru untuk merayakan 20 tahun perjalanan mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Rayakan 20 Tahun, lightcraft Rilis Ulang EP 'The Modern Seasons' dengan Aransemen Baru
ShowBiz
BOL4 Gelar Konser [Red Square] di Jakarta, Cek Harga dan Jadwal Penjualan Tiket
BOL4 menggelar konser [Red Square] di Jakarta pada 14 November 2026. Simak harga tiket mulai Rp 850 ribu dan jadwal penjualan 11 Oktober.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
BOL4 Gelar Konser [Red Square] di Jakarta, Cek Harga dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Jadwal Konser Jakarta Oktober 2026: Avenged Sevenfold, TULUS, BABYMONSTER, hingga Ye
Simak 5 agenda konser dan festival musik Jakarta Oktober 2026, dari Avenged Sevenfold dan Festival Teman TULUS hingga BABYMONSTER dan Ye.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Jadwal Konser Jakarta Oktober 2026: Avenged Sevenfold, TULUS, BABYMONSTER, hingga Ye
ShowBiz
'Pure' Sienna Spiro Viral di Media Sosial, ini Makna Lagu yang Personal
Pure membawa pendengarnya menyelami proses refleksi diri yang cukup dalam.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
'Pure' Sienna Spiro Viral di Media Sosial, ini Makna Lagu yang Personal
ShowBiz
Stand Here Alone dan Aziz Harun Rayakan Kehangatan Persahabatan lewat 'Kembali Berjumpa'
Single ini merayakan persahabatan dan potongan-potongan kecil dalam hidup yang pernah membuat segalanya terasa lebih ringan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Stand Here Alone dan Aziz Harun Rayakan Kehangatan Persahabatan lewat 'Kembali Berjumpa'
ShowBiz
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan 'Juara Dua', Bicarakan Bahagia tanpa Harus Jadi yang Pertama
Lagu ini bercerita tentang pilihan untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia tanpa harus selalu mengejar posisi pertama.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan 'Juara Dua', Bicarakan Bahagia tanpa Harus Jadi yang Pertama
ShowBiz
Winky, Afgan, dan Maxime Bouttier Satukan Tiga Vibes Berbeda dalam 'AURA'
Sebuah lagu dengan sentuhan funk-dance yang dirancang untuk membawa energi positif sekaligus menjadi mood booster di tengah suasana dunia yang penuh kekacauan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Winky, Afgan, dan Maxime Bouttier Satukan Tiga Vibes Berbeda dalam 'AURA'
ShowBiz
Drake Bikin Keputusan Mengejutkan Jelang Grammy Awards 2027, 3 Albumnya di 2026 Tak Diajukan
Drake kembali menjauh dari Grammy Awards. Tiga album yang dirilis pada 2026, Iceman, Habibti, dan Maid of Honour, tak didaftarkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Drake Bikin Keputusan Mengejutkan Jelang Grammy Awards 2027, 3 Albumnya di 2026 Tak Diajukan
ShowBiz
LaLaLa Festival 2027 Hadir di 3 Negara, Olivia Dean Jadi Headliner di Indonesia
LaLaLa Festival 2027 digelar di tiga negara Asia Tenggara. Olivia Dean menjadi headliner Indonesia bersama Jungle, St. Vincent, dan sederet musisi lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
LaLaLa Festival 2027 Hadir di 3 Negara, Olivia Dean Jadi Headliner di Indonesia
Bagikan