Dongker Ungkap Makna 'Melankolia Radikal', Album tentang Kesedihan yang Mengakar

Soffi AmiraSoffi Amira - 1 jam, 52 menit lalu
Dongker Ungkap Makna 'Melankolia Radikal', Album tentang Kesedihan yang Mengakar

Dongker gelar sesi dengar album terbaru. (Foto: Dok. Dongker)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ruang Resonansi, Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi lokasi digelarnya sesi dengar album kedua Dongker, Melankolia Radikal, pada Senin (24/8).

Meski hanya diikuti oleh sejumlah pendengar, sesi tersebut berlangsung dalam atmosfer yang intim dan penuh perhatian.

Terima kasih untuk kalian semua yang hadir dan menyempatkan waktu di hari kejepit ini mendengarkan album kami.

ujar vokalis sekaligus gitaris Dongker, Delpi Suhariyanto

Melankolia Radikal dijadwalkan resmi dirilis pada 28 Agustus 2026. Album ini menjadi upaya Dongker dalam melihat kesedihan dari sudut pandang yang lebih luas.

Bukan sekadar emosi yang muncul sementara, melainkan perasaan yang dapat tumbuh, bertahan, dan perlahan mengakar dalam kehidupan manusia muda.

Baca juga:

Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'

Melankolia Radikal Rangkum Pengalaman Berharga Dongker

Selama kurang lebih 40 menit, 11 lagu dari Melankolia Radikal diperdengarkan kepada para tamu. Musik tersebut hadir bersama rangkaian visual yang diambil dari penampilan Dongker di Kolong Pasopati, Bandung, pada Jumat (17/8).

Suasana sesi dengar terasa hening dan dekat, dengan para pendengar serta personel band menyimak lagu demi lagu yang diputar melalui laptop.

Nama Melankolia Radikal sendiri memiliki makna yang erat dengan gagasan utama album. Secara etimologis, “melankolia” berasal dari bahasa Yunani melancholia, yang pada masa lampau dikaitkan dengan keadaan hati yang murung.

Sementara “radikal” berasal dari bahasa Latin radix, yang berarti akar. Dua kata tersebut kemudian dipertemukan Dongker untuk menggambarkan kesedihan yang telah tumbuh dan mengakar.

Baca juga:

'Melankolia Radikal', Album Kedua Dongker dengan Artwork Agan Harahap

Kesedihan dalam album ini tidak berhenti pada pengalaman personal masing-masing personel. Dongker turut melihatnya sebagai pengalaman bersama yang lahir dari berbagai hubungan dan lingkungan, mulai dari relasi antarmanusia, keluarga, tempat tinggal, hingga negara dan hal-hal yang berada di luar diri.

Perasaan tersebut kemudian tumbuh perlahan dan pada akhirnya memengaruhi cara seseorang memandang dunia.

“Ketika suatu kelompok manusia ditempatkan dalam kondisi yang sama, ada kesempatan bagi sebuah perasaan untuk tumbuh bersamaan, dialami dan dirasakan secara kolektif. Melankolia Radikal, adalah kumpulan dari rasa sedih, kecewa, marah, yang saya rasa telah dirasakan secara kolektif belakangan ini oleh rakyat, sebagai reaksi atas ruang yang menghimpunnya yaitu negara,” imbuh drummer Dongker, Dzikrie J. Arethusa.

Dongker Bawa 11 Lagu di Album Melankolia Radikal

Pandangan serupa juga disampaikan Arno Zarror. Menurutnya, kesedihan memang kerap menjadi emosi yang ingin dihindari, tetapi pada saat tertentu justru dibutuhkan untuk memahami diri dan keadaan.

“(Sedih) itu perasaan yang kadang kita tak inginkan, tapi kadang dibutuhkan. Sebab emosi yang paling jujur itu kadang keluar ketika sedih. Realita hari ini banyak manusia yang sedih tapi bersembunyi. Sepertinya album ini secara prosesnya banyak mengajarkan kami bentuk cara bertahan hidup.” tambah Arno Zarror, vokalis dan gitaris Dongker.

Bagi Delpi, Arno, dan Dzikrie, kesedihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sebagai manusia muda. Mereka mengalami kekecewaan, menjadi pihak yang mengecewakan, kehilangan arah, sekaligus berusaha mencari pemahaman mengenai kehidupan.

Berbagai pengalaman itu diolah menjadi 11 lagu yang membangun lanskap emosional Melankolia Radikal.

Baca juga:

Dongker Rilis 'Lagu Selepas Hujan', Balada Reflektif Jelang Album 'Melankolia Radikal'

Perjalanan album ini juga melibatkan sejumlah kolaborator yang turut memperkaya warna musik Dongker. Salah satunya adalah Cholil Mahmud, yang dikenal melalui Efek Rumah Kaca lewat “Near Imajinasi” dan Banda Neira melalui “Lamunan Ringan di Singapura”.

Kehadirannya memberikan tambahan warna sekaligus memperluas kedalaman cerita yang ingin disampaikan melalui album tersebut.

“Kami merasakan kemuakkan dan kegilaan yang sama di ruang personal kami. Retaknya rumah tangga, hubungan yang tidak pernah berhasil, pajak yang tercerai berai, mungkin ini bukan rangkuman yang sempurna tapi Melankolia Radikal tercipta dengan kesadaran penuh sebagai warga negara Indonesia yang merasa negara telah gagal berdiri bersama rakyatnya," tutup vokalis dan gitaris Dongker, Delpi Suhariyanto. (far)

#Dongker #Grup Band #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Dongker Ungkap Makna 'Melankolia Radikal', Album tentang Kesedihan yang Mengakar
Dongker mengungkap makna album Melankolia Radikal. Album itu mengangkat kisah kesedihan yang mengakar.
Soffi Amira - 1 jam, 52 menit lalu
Dongker Ungkap Makna 'Melankolia Radikal', Album tentang Kesedihan yang Mengakar
ShowBiz
Mawar de Jongh Buka Fase Baru Bermusik Lewat Single 'KAN', Simak Lirik Lagunya
Mawar de Jongh membuka fase baru bermusik lewat “KAN”, single terbaru yang mengangkat kisah sahabat, patah hati, dan nasihat yang kerap diabaikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Mawar de Jongh Buka Fase Baru Bermusik Lewat Single 'KAN', Simak Lirik Lagunya
ShowBiz
Dolly Parton dan Kisah di Balik 'I Will Always Love You'
'I Will Always Love You' bercerita tentang perpisahan yang dilakukan dengan penuh kasih.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Dolly Parton dan Kisah di Balik 'I Will Always Love You'
ShowBiz
CORTIS Bicara Obsesi Uang dan Gaya Hidup Produktif Lewat 'MONEYMONEYMONEY'
CORTIS merilis extended album GREENGREEN pada 24 Agustus 2026. Salah satu lagu tambahannya, 'MONEYMONEYMONEY', mengangkat ambisi finansial generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
CORTIS Bicara Obsesi Uang dan Gaya Hidup Produktif Lewat 'MONEYMONEYMONEY'
ShowBiz
Hursa dan Nadhif Basalamah Bicara soal Kesedihan Lewat Lagu 'Bukan Kendalimu'
Hursa dan Nadhif Basalamah berkolaborasi dalam single 'Bukan Kendalimu', rilisan kedua dari EP 'Garis Tegak' milik Lafa Pratomo bersama KithLabo.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Hursa dan Nadhif Basalamah Bicara soal Kesedihan Lewat Lagu 'Bukan Kendalimu'
ShowBiz
Adhitia Sofyan Akhirnya Rilis 'Don’t You Dare Touch My Kerupuk', Lagu yang Tersimpan 15 Tahun
Karya ini justru berawal dari persoalan sederhana: kerupuk yang tak kunjung hadir di meja makan.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Adhitia Sofyan Akhirnya Rilis 'Don’t You Dare Touch My Kerupuk', Lagu yang Tersimpan 15 Tahun
ShowBiz
Virzha Ajak Merenungi Takdir lewat 'Sebelum Waktu'
Lewat liriknya, Virzha menggambarkan perjalanan hidup sebagai rangkaian langkah yang terkadang sulit dipahami saat sedang dijalani.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Virzha Ajak Merenungi Takdir lewat 'Sebelum Waktu'
ShowBiz
Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'
Dongker memperkenalkan Dollar, maskot yang merepresentasikan kesedihan dalam album Melankolia Radikal. Artwork album terinspirasi karya Agan Harahap.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'
ShowBiz
Bukan Sekadar Soundtrack, Lagu' Seperti Rahim Ibu' Perkuat Pesan Perlindungan Anak di Film 'Memburu Pemangsa'
Lagu 'Seperti Rahim Ibu' karya Efek Rumah Kaca dan Najwa Shihab menjadi soundtrack film Memburu Pemangsa yang tayang 24 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Bukan Sekadar Soundtrack, Lagu' Seperti Rahim Ibu' Perkuat Pesan Perlindungan Anak di Film 'Memburu Pemangsa'
ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
Bagikan