MerahPutih.com - Band indie rock Dongker kembali melanjutkan perjalanan kreatifnya dengan merilis single terbaru berjudul Lautan Bunga Warna Terang.
Lagu ini menjadi penanda bahwa album penuh kedua Dongker semakin dekat untuk dinikmati publik. Band tersebut telah menjadwalkan perilisan album terbarunya pada Agustus mendatang.
Kehadiran Lautan Bunga Warna Terang bukan sekadar menambah katalog musik Dongker. Single ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju album penuh kedua yang saat ini tengah dipersiapkan.
Melalui karya terbaru tersebut, Dongker kembali memperlihatkan karakter musikal dan identitas artistik yang selama ini melekat dalam perjalanan mereka.
Baca juga:
Idgitaf dan Dere Hadirkan Kolaborasi Hangat nan Kontemplatif di Single 'Setengah Langit'
Judul Lautan Bunga Warna Terang lahir dari pemandangan yang kerap ditemui Dongker saat tampil di atas panggung.
Inspirasi itu berasal dari deretan balaclava dengan berbagai motif dan warna yang dikenakan para penggemar dalam setiap pertunjukan mereka. Pemandangan tersebut menciptakan lanskap visual yang khas dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman konser Dongker.
Bagi band ini, warna-warni yang hadir di tengah penonton tidak hanya menjadi elemen visual, tetapi juga merepresentasikan energi, kebersamaan, dan dukungan yang terus tumbuh dari komunitas pendengarnya.
Baca juga:
Basboi Rilis Single ‘Kl bkn aq’, Potret Generasi Urban yang Haus Perhatian
Komunitas penggemar yang dikenal dengan sebutan Balada Dongkap memiliki peran penting dalam perjalanan Dongker.
Keberadaan mereka telah membentuk identitas sekaligus atmosfer yang selalu menyertai setiap langkah band tersebut. Karena itu, "Lautan Bunga Warna Terang" dapat dimaknai sebagai bentuk perayaan atas hubungan yang telah terjalin erat antara Dongker dan para pendengarnya.
Lirik Lautan Bunga Warna Terang - Donker
Ku tertipu di riuh cinta yang terus menggulung nasibku
Ku terkikis di canda tawa yang pedih
Oh kita berdua menari liar tak perlu alasan
Oh nyatanya kita hidup tak hanya berdua
Membakar sisa umur nyalakan semua bara
Hingga mentari terlalu malu tunjukkan sinarnya
Pelukmu pagi itu lebih menenangkan
Ketimbang kalian protes yang tak mewakilkan
Malam-malam itu kita semua bercumbu
Merayakan dunia yang terus dikerdilkan
Malam-malam ini kita semua bertemu
Merayakan hidup yang harus dirayakan
Suaraku hilang dari bumi
Ditelan nilai dan ambisi
Paksa iblis turun dari kursi
Seperti revolusi di Pati
Dan menahan mati tiap pagi
Mencoba korbankan segalanya
Keluarga, karier, dan cintaku
Sering kali tidak jadi penting
Lautan bunga berwarna terang
Ku berharap ku mati disana
Kutеmukan dasarnya yang tajam
Lalu berusaha hidup lagi
Hey apa benar kau cintaku
Bеrulang kali kau tak setuju
Di hiruk pikuk pajak negara
Yang diembat habis penguasa
Kita berdua bisa saja lari
Berhutang uang disana sini
Tak peduli esok akan mati
Atau hidup 1000 tahun lagi
Lautan bunga berwarna terang
Ku berharap ku mati disana
Kutemukan dasarnya yang tajam
Lalu berusaha hidup lagi
Menatapmu di pantulan penuh nafsu
Bukan karena kita saling cinta
Segalanya adalah hal-hal yang gila
Dan dunia menyangkalnya
Apa kita berdua benar-benar saling cinta
Di peliknya sakit jiwa sakit otak dan hancurnya mental kita
(far)