Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Donald Trump Umumkan AS Keluar dari WHO, Dinilai Kesalahan Strategis

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 21 Januari 2025
Donald Trump Umumkan AS Keluar dari WHO, Dinilai Kesalahan Strategis

Donald Trump (foto: whitehouse.gov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEGERA setelah resmi dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini menjadi langkah signifikan yang menuai kritik dari para ahli kesehatan masyarakat pada hari pertama ia kembali ke Gedung Putih.

Trump, yang selama ini sering mengkritik badan kesehatan PBB tersebut, memulai proses penarikan AS dari WHO pada Juli 2020, di tengah penyebaran pandemi COVID-19. Namun, empat tahun lalu, Presiden Joe Biden yang saat itu baru menjabat, menghentikan penarikan itu sebagai salah satu langkah pertama setelah mengambil alih kepemimpinan Gedung Putih.

Dalam pernyataan eksekutif yang diumumkan pada Selasa (21/1) dini hari WIB, Trump menyebut alasan penarikan tersebut yakni penanganan yang buruk terhadap pandemi COVID-19 yang berasal dari Wuhan, China, serta krisis kesehatan global lainnya, kegagalan untuk mengadopsi reformasi yang sangat dibutuhkan, dan ketidakmampuan untuk menunjukkan independensi dari pengaruh politik yang tidak tepat dari negara-negara anggota WHO.

“Ini keputusan besar,” kata Trump kepada seorang ajudannya saat menandatangani perintah eksekutif tersebut, sambil mengingatkan kembali keputusan penarikan yang diambilnya pada 2020 dan keyakinannya bahwa AS membayar terlalu banyak uang ke organisasi itu ketimbang negara-negara lain. Pada 2020, Trump juga secara konsisten menuduh WHO membantu China dalam menutupi asal-usul COVID-19 dan membiarkan penyebarannya.

Baca juga:

Donald Trump Berencana Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Begini Respons Ketua DPR



Meskipun sebelumnya banyak anggota parlemen dari kedua partai politik mengkritik WHO pada saat Trump pertama kali memutuskan untuk menarik diri, keputusan Presiden Trump untuk menarik diri saat pandemi global yang luar biasa terjadi dibanjiri penilaian negatif.

Pada waktu itu, Ketua DPR Nancy Pelosi menyebut keputusan tersebut sebagai ‘tindakan yang benar-benar tidak masuk akal’. Begitu juga dengan Senator Republik Lamar Alexander yang saat itu menjabat Ketua Komite Kesehatan, Pendidikan, Tenaga Kerja, dan Pensiun Senat, yang menyatakan ketidaksepakatan dengan keputusan Trump.

Dr Ashish Jha, yang menjabat Koordinator Respons COVID-19 Gedung Putih pada masa pemerintahan Biden, seperti dilansir CNN, menyebut keputusan Trump untuk menarik diri dari WHO di masa jabatan keduanya sebagai ‘kesalahan strategis’.

"WHO merupakan organisasi yang sangat penting. Penarikan diri AS menciptakan kekosongan politik yang hanya bisa diisi satu negara, yaitu China," kata Jha dalam wawancara dengan CNN pada Selasa (21/1). Ia memprediksi China akan menggantikan peran AS di organisasi tersebut. Nantinya, hal itu bisa memberikan pengaruh politik yang lebih besar bagi China di seluruh dunia.

Lawrence Gostin, profesor hukum kesehatan masyarakat di Universitas Georgetown, dalam sebuah unggahan di X (platform media sosial) mengatakan penarikan Trump dari WHO merupakan keputusan paling penting dari semua tindakan eksekutif Trump. "Ini merupakan keputusan presiden yang sangat merugikan. Penarikan ini menjadi luka besar bagi kesehatan dunia, tapi luka yang lebih dalam lagi bagi AS," tambahnya.

Jha juga memperingatkan bahwa penarikan ini akan melemahkan WHO, karena organisasi tersebut sangat bergantung pada staf dan keahlian dari AS, khususnya dalam memantau influenza global.

Perintah eksekutif Trump juga meminta Menteri Luar Negeri dan Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran untuk ‘menangguhkan transfer dana, dukungan, atau sumber daya Pemerintah Amerika Serikat’ untuk WHO di masa depan. Namun, proses penarikan penuh dari organisasi ini membutuhkan waktu satu tahun, dan AS masih memiliki kewajiban untuk terus mendanai WHO selama setahun.

“Namun, siapa yang akan menegakkan kewajiban ini? Apakah Donald Trump akan tunduk pada norma global terkait dengan hal ini?" kata Jha.

Dalam unggahan terpisah, Gostin mengatakan tindakan ini ‘penuh dengan kesalahan hukum dan faktual’. "Trump tidak menunggu satu tahun seperti yang diwajibkan Kongres. Dia sedang membongkar keterlibatan dan pendanaan AS sekarang. Itu merupakan tindakan yang melanggar hukum dan kesalahan strategis yang serius," tegasnya.(dwi)

Baca juga:

Usai Dilantik Donald Trump Keluarkan Perintah Eksekutif Keluar Dari Perjanjian Iklim Paris 2016

#Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
NORAD mengatakan pembatasan itu berlaku mulai Jumat hingga Minggu melalui sejumlah temporary flight restrictions (TFR) yang diterapkan bersama Administrasi Penerbangan Federal (FAA).
Dwi Astarini - 2 jam, 15 menit lalu
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
Olahraga
Donald Trump Siap Kuasai Panggung Final Piala Dunia 2026 Bersama Gianni Infantino
Langkah keterlibatan Donald Trump dalam turnamen akbar ini sempat memicu kegaduhan publik serta badai politik menjelang babak gugur
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Juli 2026
Donald Trump Siap Kuasai Panggung Final Piala Dunia 2026 Bersama Gianni Infantino
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Amerika Tembak Kapal Menuju Pulau Kharg di Iran, Disebut Langgar Blokade
Sebanyak 180 anggota parlemen Iran mendesak para pemimpin negara tersebut untuk mengumumkan pembatalan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Amerika Tembak Kapal Menuju Pulau Kharg di Iran, Disebut Langgar Blokade
Dunia
Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Kesepakatan Mentok
Trump mengatakan serangan terhadap infrastruktur penting Iran akan dilakukan apabila tidak ada kemajuan dalam negosiasi.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Kesepakatan Mentok
Indonesia
Tarif 20 Persen Trump untuk Kargo Selat Hormuz, Komisi I DPR Minta Pemerintah Tenang
Indonesia perlu bersikap tenang sambil mengkaji dampak kebijakan tersebut terhadap kepentingan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Tarif 20 Persen Trump untuk Kargo Selat Hormuz, Komisi I DPR Minta Pemerintah Tenang
Dunia
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara
Angkatan Laut Iran (IRGC) bentrok dengan pasukan AS di Selat Hormuz. Ledakan mengguncang Bandar Abbas dan kota pesisir Iran. CENTCOM sebut serangan untuk melemahkan kapabilitas Iran.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara
Indonesia
Amerika Serikat Tutup Perundingan Dengan Iran
Pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026 yang diklaim Komando Pusat AS sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Amerika Serikat Tutup Perundingan Dengan Iran
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Pemerintah perlu melakukan antisipasi potensi dampak ekonomi, terutama terhadap pasokan energi, biaya logistik, dan aktivitas perdagangan nasional.
Frengky Aruan - Rabu, 15 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Indonesia
AS Serang Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, dan Bandar Abbas Iran, 50 Ribu Tentara Sudah di Timur Tengah
Trump telah memerintahkan blockade selat hormuz dan berencana menarik pungutan 20 persen dari kargo yang diangkut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
AS Serang Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, dan Bandar Abbas Iran, 50 Ribu Tentara Sudah di Timur Tengah
Bagikan