Donald Trump Berniat Hanya Akui Gender Biner
Donlad Trump berencana hanya akui gender biner.(foto: pexels-timmossholder)
MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN terpilih Amerika Serikat Donald Trump bertekad mengesahkan kebijakan negara yang hanya mengakui gender biner, laki-laki dan perempuan.
"Di bawah pemerintahan Trump, hal itu akan menjadi kebijakan resmi pemerintah AS bahwa hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Tidak terdengar terlalu rumit, bukan?" ujar Trump dalam konferensi Turning Point Action di Arizona, Minggu (22/12) seperti dilansir ANTARA. Pernyataan Trump itu disambut tepuk tangan meriah dari peserta konferensi.
Sebelumnya, surat kabar Times, yang mengutip sumber militer, melaporkan Trump berencana mengeluarkan perintah yang akan menyebabkan pemecatan semua personel militer transgender. Hal itu dapat mengakibatkan sekitar 15.000 orang berhenti dari ketentaraan.
Baca juga:
Donald Trump Ingin Caplok Terusan Panama, Presiden Jose Raul Mulino Tegaskan Kedaultan Negaranya
Sementara itu, pengusaha AS Elon Musk, yang akan ditunjuk Trump sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), mendukung hukuman penjara seumur hidup bagi dokter yang melakukan operasi perubahan jenis kelamin kepada anak-anak.
Sebuah studi pada November yang dilakukan Associated Press menunjukkan separuh dari warga Amerika yakin bahwa dukungan terhadap hak transgender di AS sudah terlampau jauh.(*)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland