Dollar Terus Menguat, KKP Kurangi Pakan Impor
Nelayan menyebar jaring (Foto Antara/Irwansyah Putra)
MerahPutih, Bisnis-Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dengan posisi Rp14.000 per dollar AS. Lantaran hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengurangi impor pakan untuk ikan.
"Seiring dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah yang terus menguat, kita akan membudidayakan pakan ikan mandiri untuk memutus ketergantungan dari impor," jar Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (31/8).
Pakan ikan impor tersebut digunakan untuk ikan lokal jenis lele, nila, kembung, dll untuk konsumsi di dalam negeri. Meski untuk konsumsi domestik, pakan ikan yang digunakan untuk ikan lele, nila, dan kembung 70 persennya masih impor.
Sjarief menyebutkan pengembangan pakan ikan mandiri akan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat sekitar dengan menggunakan bahan baku lokal, seperti enceng gondok. Pengembangan pakan ikan mandiri akan disebar di 25 titik dan sudah dapat dioperasikan tahun ini.
"Tahun ini kita sudah mulai di 25 titik sentra-sentra perikanan seperti Jambi, Pati, Kampak, Bogor, Gunung Kidul, Krawang, Pekalongan, dan lain sebagainya," katanya. (rfd)
Baca Juga:
KKP Kembangkan Sentra Bisnis Perikanan
KKP Bantah Terjadi Penjualan Pulau kepada Investor Asing
Buktikan Kebijakannya Benar, Menteri Susi Pamer Foto Tangkapan Nelayan
Bagikan
Berita Terkait
Raker Mentan dan Menteri KKP dengan Komisi IV DPR Bahas Kesiapan Pangan Jelang Puasa Ramadhan
Pingsan Saat Pelepasan Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Presiden Prabowo Hubungi Menteri Trenggono
Keluarga di Karanganyar Terima Jenazah FOO Hariadi Korban Pesawat Jatuh di Sulsel
Menteri KKP Trenggono Pingsan saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Pesawat ATR 42-500
Pesawat Patroli KKP Hilang, Dirjen Ipunk Terbang ke Maros Kawal Langsung Pencarian
Kronologis Pesawat Patroli KKP Hilang Kontak di Maros, Sempat Terdeteksi Keluar Jalur
ATR Hilang Kontak di Maros Ternyata Pesawat Patroli KKP
Kementerian KKP Klaim Tanggul Beton di Cilincing Berizin Lengkap dan Tak Ganggu Nelayan
KKP: Tanggul Laut Beton Proyek Reklamasi KCN Sudah Kantongi Izin PKKPRL
Tanggul Beton Laut Cilincing PT KCN Proyek Reklamasi, Bukan Bagian Giant Sea Wall