MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menerima usulan dari anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memindahkan acara buka puasa dan tarawih bersama di Monumen Nasional (Monas) ke Masjid Istiqlal.
"Ini bukan urusan lain, kalau urusan ibadah kita ikut pada pedoman yang digariskan ulama," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.
Faktor keamanan juga diperhitungkan Pemprov DKI untuk tidak melaksanakan tarawih berjamaah di lapangan luas. Diakui Anies, memang, lebih baik salat tarawih diselenggarakan di masjid.
Menurut Anies, Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan pengelola Istiqlal terkait pemindahan lokasi acara. "Pada waktu yang sama karena jumlah jamaah mungkin banyak karena itu masjid yang posisinya mudah dijangkau, di tengah dan lain lain gunakan Istiqlal," tutur Anies.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI sudah menyiapkan sekitar 30.000 lebih makanan kotak untuk acara yang bakal dipindah ke Masjid Istiqlal itu.
Menurut Sandiaga, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Dia pun berharap pemindahan di Mesjid Istiqlal nantinya dapat meningkatkan gairah masyarakat untuk lakukan salat tarawih. "Kita harus menerangi masjid kita khususnya di akhir hari hari bukan ramadan," katanya, di Jakarta, Selasa (22/5).
Di lokasi yang berbeda, Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah menuturkan Pemprov DKI sudah berkoordinasi dengab pihaknya soal pemindahan yang awalnya di Monas ke Mesjid terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Abu mengaku Pemprov DKI Juga akan membantu menambahkan makanan buka bersama di Istiqlal. "Begitu pula satpol PP ikut membantu menertibkan jamaah," kata dia saat dikonfirmasi MerahPutih.com. (Asp)