Dividen PLN Ditargetkan Rp 2,18 Triliun, Erick Thohir Dinilai Tebar Pesona

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 09 Mei 2023
Dividen PLN Ditargetkan Rp 2,18 Triliun, Erick Thohir Dinilai Tebar Pesona

Menteri BUMN saat meninjau areal Krakatau Park di lahan ASDP Pelabuhan Bakauheni, Lampung. ANTARA/Riadi Gunawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diminta mengukur kemampuan perusahaan pelat merah dalam memberikan dividen kepada negara.

Erick diminta tak memaksakan kehendak dan sekedar tebar pesona dengan menargetkan dividen tinggi bila ternyata membahayakan keberlangsungan BUMN.

Baca Juga

Presiden Izinkan Erick Thohir Dampingi Timnas U-22 di SEA Games 2023

"Termasuk kepada PLN yang saat ini diketahui sedang mengalami kesulitan keuangan," kata anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangannya, Selasa (9/5).

Menteri BUMN diketahui menargetkan total dividen yang dikontribusikan BUMN sebesar Rp 80,2 triliun pada 2023, terbesar sepanjang sejarah. Dividen PLN sendiri ditargetkan sebesar Rp 2,18 triliun.

"Menurut saya Erick jangan terlalu tebar pesona soal besaran dividen BUMN ini. Kita harus menyampaikan data keuntungan BUMN termasuk PLN tersebut secara lebih proporsional dan real," ujarnya.

Mulyanto mengingatkan pemerintah jangan menyembunyikan fakta di balik angka Rp 2,18 triliun yang menjadi target dividen PLN di tahun 2023 tersebut. Hal ini perlu diungkap agar publik tidak salah paham.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengini terjadi kenaikan laba bersih PLN di tahun 2022 yakni menjadi sebesar Rp14,4 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp 13.17 triliun.

"Namun net profit margin PLN (laba bersih dibagi pendapatan) masih sekitar 3,3 persen. Jauh di bawah rerata net profit margin industri listrik tahun 2022, yang sebesar 7–10 persen," imbuhnya.

Baca Juga

Erick Thohir Janjikan Bonus Jelang Laga Perdana Timnas Indonesia U-22 Vs Filipina

Selain itu, kata dia, catatan pentingnya adalah laba bersih tersebut muncul setelah pemerintah membayar dana subsidi dan kompensasi listrik, yang pada tahun 2022 mencapai sebesar Rp 122 triliun.

"Bila Pemerintah menunggak pembayaran, maka laba PLN tentu akan menjadi negatif," terang Mulyanto.

Menurut Mulyanto yang juga penting diungkap adalah beban utang PLN masih tinggi, sekitar Rp 500 triliun. Pada tahun 2022 bunganya saja mencapai sebesar Rp 17 triliun. Ini tentu mengurangi kemampuan PLN untuk berinvestasi.

"Di tahun 2022 pemerintah menyuntikkan dana PMN untuk PLN sebesar Rp 5 triliun, yang digunakan untuk menyediakan listrik di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). Tahun sebelumnya dana penyertaan modal negara (PMN) ini mencapai Rp 10 triliun," beber dia.

Di sisi lain, lanjut dia, surplus listrik di Jawa-Sumatera makin menekan keuangan PLN karena mereka harus membayar listrik yang tidak terpakai akibat skema TOP (take or pay) dalam perjanjian jual-beli listrik swasta.

Mulyanto menambahkan ke depan di era Energi Baru Energi Terbarukan (EBET), di mana pemerintah akan mengurangi pembangkit PLTU, termasuk program penutupan dini PLTU, juga makin menekan aspek keuangan PLN.

Pasalnya, kontribusi PLTU masih sekitar 70 persen sementara Biaya Pokok Produksi (BPP) PLTU masih jauh lebih murah dari pada listrik EBET. Dengan melihat gambaran makro kondisi PLN tersebut, bisnis PLN masih tertekan dan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah.

"Angka target deviden PLN yang sebesar Rp 2,18 triliun sebenarnya hanya pemanis saja dari kantong kiri ke kantong kanan pemerintah. Jadi Menteri BUMN jangan terlalu tebar pesona soal ini," tandas Mulyanto. (Pon)

Baca Juga

Hasil Survei LSI: Anies - AHY Berpotensi Kalah Telak Jika Diadu Prabowo Erick Thohir

#Erick Thohir #PLN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri
Erick Thohir bertemu dengan klub, yang akan mengikutsertakan tim putrinya ke Liga Putri, yakni Persita, Persija, Bekasi FC, Persikad, Garudayaksa, dan Dewa United.
Frengky Aruan - Selasa, 07 Juli 2026
Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri
Indonesia
Biar Pelaku Usaha Tenang, Pemerintah Tahan Kenaikkan Tarif Listrik di Juli –September
Selain mempertahankan tarif bagi pelanggan nonsubsidi, pemerintah juga memastikan tarif listrik untuk 24 golongan pelanggan bersubsidi tetap tidak mengalami perubahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Biar Pelaku Usaha Tenang, Pemerintah Tahan Kenaikkan Tarif Listrik di Juli –September
Indonesia
Buntut Pemadaman Listrik, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Mulai Tahun 2018
Hingga saat ini, total sudah ada 16 saksi yang diperiksa. Untuk langkah selanjutnya, penyidik akan memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan ahli, hingga melakukan penyitaan barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Buntut Pemadaman Listrik, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Mulai Tahun 2018
Olahraga
Larangan Suporter Away Berpeluang Dihapus, I.League dan Klub Super League Dibebani Tanggung Jawab
Potensi ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Frengky Aruan - Senin, 06 Juli 2026
Larangan Suporter Away Berpeluang Dihapus, I.League dan Klub Super League Dibebani Tanggung Jawab
Indonesia
Biar Nikmati Listrik, Desa Terpencil Bakal Dipasang Mini Grid Berbasis Energi Setempat
Pemerintah menyiapkan tiga strategi jitu untuk memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Biar Nikmati Listrik, Desa Terpencil Bakal Dipasang Mini Grid Berbasis Energi Setempat
Olahraga
Beberapa Negara ‘Saling Sikut’ Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Tunggu Keputusan Resmi FIFA
Padahal, jauh sebelumnya, Indonesia santer disebut akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1, yang diikuti delapan tim nasional.
Frengky Aruan - Kamis, 02 Juli 2026
Beberapa Negara ‘Saling Sikut’ Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Tunggu Keputusan Resmi FIFA
Indonesia
Listrik Mati Bergilir Pulau Jawa Terakhir 21 Juni, Dirut PLN Janji Tak Akan Terjadi Lagi
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pemadaman bergilir di Jawa berakhir sejak 21 Juni 2026. Penguatan pasokan batubara dan tambahan kapasitas listrik menjadikan sistem lebih andal.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Listrik Mati Bergilir Pulau Jawa Terakhir 21 Juni, Dirut PLN Janji Tak Akan Terjadi Lagi
Berita
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Kemendag merespons soal kompensasi pemadaman listrik PLN. Namun, hal itu masih menunggu hasil investigasi Bareskrim Polri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Termasuk Hari Ini, Ada Pemadaman Listrik Total di Jawa dan Bali
PT PLN (Persero) memberikan klarifikasi resmi soal kabar mengenai pemadaman listrik total selama tiga hari di Pulau Jawa dan Bali
Frengky Aruan - Rabu, 24 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Termasuk Hari Ini, Ada Pemadaman Listrik Total di Jawa dan Bali
Indonesia
Jakarta Siap Bantu Venue hingga Transportasi PON NTT dan NTB
Menurut Pramono, persiapan yang matang menjadi kunci agar pelaksanaan PON berjalan sesuai dengan arahan Presiden RI.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Jakarta Siap Bantu Venue hingga Transportasi PON NTT dan NTB
Bagikan