#DiRumahAja Bukan Berarti Enggak Kerja, Aplikasi 'Meeting Online' ini Bisa Membantu

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Maret 2020
#DiRumahAja Bukan Berarti Enggak Kerja, Aplikasi 'Meeting Online' ini Bisa Membantu

Aplikasi meeting online jadi solusi untuk kerja dari rumah (Foto: Pixabay/Secondfromthesun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA melakukan praktik physical distancing dan harus #DiRumahAja karena pandemi COVID-19, bukan jadi asalan untuk kamu tidak produktif dalam pekerjaan. Memang kebijakan work from home (WFH) yang dilakukan banyak kantor sedikit banyak berdampak pada kelangsungan perusahaan. Apalagi saat pekerjaanmu tak lepas dari meeting ke meeting, baik dengan klien maupun atasan.

Baca juga:

Yuk Cari Uang Jajan Tambahan Sembari 'Work From Home'!

Meski begitu, berkembangnya teknologi saat ini membuat hal tersebut bukanlah masalah besar. Beberapa aplikasi bisa jadi solusi untuk masalah ini, bahkan menjadi aplikasi terlaris yang saat ini dipakai banyak orang. Berikut beberapa aplikasi meeting online yang bisa membantumu bekerja #DiRumahAja.

1. ZOOM

#DiRumahAja Bukan Berarti Enggak Kerja, 4 Aplikasi 'Meeting Online' ini Bisa Membantu
Meeting menggunakan aplikasi ZOOM (Foto: Instagram/BeersandCameras)

ZOOM merupakana aplikasi konferensi video paling populer untuk kebutuhan pekerjaan. Aplikasi ini memiliki banyak sekali fitur, dengan berbagai paket berdasarkan ukuran dan kebutuhan.

Kamu bisa menggunakan aplikasi ini secara gratis untuk meeting pribadi, maupun juga berbayar kurang lebih USD 19 atau sekitar Rp 300 ribu per bulan untuk perusahaan besar. Fitur berbayar memungkinkan peserta meeting hingga 200 orang, penyimpanan cloud tanpa batas, e-mail khusus, link untuk meeting tertentu, dan masih banyak lagi.

2. Skype For Business

#DiRumahAja Bukan Berarti Enggak Kerja, 4 Aplikasi 'Meeting Online' ini Bisa Membantu
Meeting menggunakan skype for business (Foto: Pixabay/Tumisu)

Nama yang mungkin tidak asing di telinga, aplikasi dari Microsoft ini memiliki fitur tambahan yaitu Skype for Business. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur bisnis, seperti memungkinkan hingga 250 peserta dalam rapat secara online dan kemampuan papan tulis virtual.

Meski begitu, ada beberapa keterbatasan, seperti kurangnya fitur konferensi audio dial-in yang terintegrasi. Biaya untuk setiap pengguna dimulai dari USD 2 atau sekitar Rp 30 ribu per bulannya.

Baca juga:

Kiat Sederhana Sukses 'Trading Online' untuk Pemula

3. BlueJeans

#DiRumahAja Bukan Berarti Enggak Kerja, 4 Aplikasi 'Meeting Online' ini Bisa Membantu
Office Meeting dengan BlueJeans (Foto: Instagram/Techdocent)

Bluejeans merupakan aplikasi konferensi web berfitur lengkap yang terintegrasi. Pendekatan yang sederhana dan modern, berbeda dengan beberapa layanan kompleks yang ditawarkan pesaingnya. Bluejeans menggunakan sistem meeting, space, dan event untuk memungkinkan pertemuan video di mana saja.

Tidak diperlukan perangkat lunak dengan kemampuan untuk meluncurkan rapat dari browser. Selain itu, aplikasi ini memungkinkan kamu untuk dengan mudah melihat semua aktivitas konferensi video. Dengan fasilitas yang cukup baik, harga biaya paket mulai dari USD 16,65 atau sekitar Rp 270 ribu per bulan.

4. BigBlueButton

#DiRumahAja Bukan Berarti Enggak Kerja, 4 Aplikasi 'Meeting Online' ini Bisa Membantu
Meeting bersama menggunakan BigBlueButton (Foto: BigBlueButton)

Aplikasi meeting online berikutnya adalah BigBlueButton. Memiliki kemampuan papan tulis virtual untuk memenuhi produktivitas dan dibuat khusus untuk pendidikan dan pembelajaran online.

Sebagai alat open source gratis, ada banyak tambahan melalui pengembang pihak ketiga yang memungkinkan untuk pengalaman konferensi web yang disesuaikan, termasuk integrasi dengan learning management systems (LMS), meningkatkan kemampuan penggunanya dalam mempelajari sesuatu. (Nic)

Baca juga:

Tetap Produktif Selama #DiRumahAja, Yuk Belajar Jadi Programmer!

##DiRumahAja #Work From Home (WFH) #Aplikasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Modus pelaku biasanya mengakui customer service dari GoPay, lalu meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Indonesia
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
ASN DKI Jakarta WFH dan sekolah PJJ pada hari ini Selasa (18/8) arahan pemerintah pusat.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
Indonesia
Seribu ASN DKI Terdampak Kebakaran Gedung Bapenda, Pramono Berlakukan WFH/WFA
Sekitar 1.000 ASN DKI Jakarta terdampak kebakaran Gedung Bapenda di Abdul Muis. Gubernur Pramono Anung berlakukan WFH/WFA
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Seribu ASN DKI Terdampak Kebakaran Gedung Bapenda, Pramono Berlakukan WFH/WFA
Indonesia
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
User experiences yang dialami masyarakat masih belum optimal, bahkan masih ada yang meminta dokumen fisik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
Indonesia
Prabowo Ultimatum Menteri Hentikan Operasi Aplikasi Minta Data Sama Tidak Saling Terhubung
"Kita tidak boleh mempunyai puluhan aplikasi yang tidak saling berbicara, kita tidak boleh meminta rakyat berkali-kali memasukkan data yang sama," katanya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
Prabowo Ultimatum Menteri Hentikan Operasi Aplikasi Minta Data Sama Tidak Saling Terhubung
Lifestyle
Gojek Resmi Berlakukan Denda Rp 3 Ribu untuk Pembatalan GoCar, ini 4 Fakta Pentingnya
Gojek resmi memberlakukan denda Rp 3.000 bagi pengguna yang membatalkan GoCar. Namun, ada fakta penting yang perlu diketahui.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Gojek Resmi Berlakukan Denda Rp 3 Ribu untuk Pembatalan GoCar, ini 4 Fakta Pentingnya
Berita
Transaksi Tokenisasi Aset Saham AS Sepanjang Semester I-2026 Meningkat Tajam
Secara spesifik, tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) dan SP500 (SPYX) mengalami kenaikan pesat
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Transaksi Tokenisasi Aset Saham AS Sepanjang Semester I-2026 Meningkat Tajam
Indonesia
DPR Apresiasi Kebijakan Potongan Tarif Ojol 8 Persen, Ingatkan Risiko Kenaikan Tarif
Komisi V DPR mengapresiasi turunnya potongan tarif ojol 8 persen. Namun, aplikator diminta jangan diam-diam naikkan tarif untuk penumpang.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
DPR Apresiasi Kebijakan Potongan Tarif Ojol 8 Persen, Ingatkan Risiko Kenaikan Tarif
Indonesia
QR Code MyPertamina Bakal Berubah-ubah, BPH Migas Perketat Pembelian BBM Subsidi
Pemerintah akan mengubah QR Code di MyPertamina. Nantinya, pembelian BBM subsidi akan diperketat.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
QR Code MyPertamina Bakal Berubah-ubah, BPH Migas Perketat Pembelian BBM Subsidi
Indonesia
Kementerian PANRB: WFH ASN Tak Turunkan Kinerja, 95 Persen Layanan Publik Tetap Stabil
Kementerian PANRB menyebut kebijakan WFH ASN tidak menurunkan kinerja maupun kualitas pelayanan publik. Sebanyak 95 persen layanan tetap stabil dan digitalisasi pemerintahan semakin meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Kementerian PANRB: WFH ASN Tak Turunkan Kinerja, 95 Persen Layanan Publik Tetap Stabil
Bagikan