COVID-19 Game Changing

Dipaksa Tetap Kuat Walau Hancur Karena COVID-19

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 29 Maret 2021
Dipaksa Tetap Kuat Walau Hancur Karena COVID-19

COVID-19 memaksa orang tetap tegar walau situasi sulit. (Foto: Unsplash/Bruno Kelzer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

COVID-19 itu ngga ada", "COVID-19 itu konspirasi", "COVID-19 itu cuma akal-akalan", "COVID-19 cuma nyerang yang ada komorbidnya", "kalo emang takdirnya mati ya mati aja", demikian sejumlah opini populer yang menyesatkan selama pandemi.

Deretan kalimat penuh ketidakpedulian itu menghancurkan hati Rizka Medina, perempuan berusia 27 tahun yang harus kehilangan ayahnya dan nyaris terancam nyawa bayinya karena penyakit tersebut. Dalam waktu singkat, COVID-19 menjadi mimpi buruk yang merenggut kehangatan keluarga kecilnya.

Baca juga:

Layanan Streaming akan Gantikan Bioskop?

Siapa sangka bahwa kunjungannya ke rumah sang mertua pada 30 November 2020 menjadi awal mula tragedi pilu tersebut. "Tanggal 3 Desember sempat ke kantor tetapi sore hari demam sampai 37,6 derajat. Besoknya WFH (work from home) karena demam 38,6 dan ada batuk," urainya.

Keluarga Rizka. (Foto: Instagram/@rizkamedina)

Beberapa hari setelah mengalami gejala tersebut, Rizka mendapat kabar bahwa mertuanya positif COVID-19. "Sehari setelah mertua ketahuan positif besoknya (8 Desember) langsung tes. Dan ternyata hasilnya positif," ujarnya.

Sang ibu, ayah dan kakak yang tinggal serumah dengannya pun langsung melakukan tes pada Kamis (10/12) begitu hasil swab test Rizka positif. Dan ternyata kakak dan ayahnya divonis positif COVID-19.

Keesokan harinya, anaknya yang masih bayi pun menjalankan tes. Alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa anaknya yang berusia empat bulan itu juga positif COVID-19. Beberapa hari kemudian suaminya pun dinyatakan positif COVID-19.

Walaupun ia sekeluarga positif COVID-19, dirinya memilih untuk menjalani isolasi mandiri. "Tapi bokap ke rumah sakit akhirnya karena ngerasa lemes," tuturnya.

Mobil jenazah yang mengantarkan sang ayah. (Foto: Istimewa)

Baca juga:

Serba Cashless Karena COVID-19

Di tengah-tengah perjuangannya untuk sembuh, betapa hancurnya ia saat mendengar kabar ayahnya pergi. Itu membuatnya terpukul. Bagaimana bisa sang ayah yang taat protokol kesehatan serta tidak punya riwayat penyakit apapun justru nyawanya terenggut oleh COVID-19?

"Yang sedih kaya pas bokap gak ada kita semua di rumah cuma bisa ya nguatin diri masing-masing. Gak ada keluarga yang dateng, gak ada keramaian dan kaya harus enggak sedih gitu biar imun naik," ungkapnya

Hal itu membuatnya bergejolak. Duka yang mendalam membuatnya tak ingin melakukan apapun dan butuh waktu sendiri. "Tapi, Naka tetep harus diurus, cucian harus tetep di cuci. Harus bisa kayak, yaudah yuk jangan sedih yuk biar cepet negatif."

Rizka berpesan agar semua orang taat terhadap protokol kesehatan COVID-19. (Foto: Unsplash/Nick Fewings)

Meskipun memaksa dirinya untuk tetap kuat, tak bisa dipungkiri ada lubang yang menganga di hati. Memori terakhir bersama sang ayah terus berputar di otak setiap waktu. Pembicaraan terakhirnya melalui video call, pesan terakhirnya dan lain-lain terus terngiang.

Tragedi menyakitkan itu juga meninggalkan trauma tersendiri di dirinya. "Ibaratnya dulu saking takutnya ketemu orang gitu kaya mau pake APD tiap keluar rumah," jelasnya.

Ia pun berpesan untuk orang yang masih ngeyel dan tidak taat protokol kesehatan. "Jangan sampe ngerugiin banyak orang karena keegoisan kalian. COVID-19 tuh nyata COVID-19 itu ada. Mungkin buat sebagian orang cuma batuk pilek biasa, tapi banyak juga yang harus direnggut nyawanya karena COVID," pungkasnya. (avia)

Baca juga:

Serba Touchless untuk Cegah COVID-19

#COVID-19 #Kesehatan #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - 1 jam, 55 menit lalu
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Bagikan