Dinkes DKI Sebut Nasi Boks PSI di Jakut Mengandung Bakteri E-Coli

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 03 November 2021
Dinkes DKI Sebut Nasi Boks PSI di Jakut Mengandung Bakteri E-Coli

Nasi Kotak PSI. (Foto: PSI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta terhadap sampel nasi boks berlogo PSI yang menyebabkan 23 warga warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ternyata mengandung bakteri Escherichia Coli.

"Makanannya tidak kadaluwarsa tapi tidak higienis," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati di Jakarta, Rabu (3/11).

Baca Juga

BPOM Periksa Nasi Boks PSI Sebabkan 35 Orang Keracunan

Lanjut Yudi, penyebab bakteri E-Coli pada sampel nasi kotak lantaran pengolahan bahan makanan yang dilakukan catering kurang bersih, sehingga tidak menghilangkan kontaminasi bakteri di dalam makanan.

"Karena kurang higienis, maka ada bakteri E coli, jadi bukan karena kadaluwarsa," bebernya.

Yudi mengungkapkan, Labkesda mengeluarkan hasil pengujian sampel pada 29 Oktober 2021 lalu. Sampel yang diteliti berupa nasi, telur, buncis, dan selada, oleh Labkesda, terdapat kontaminasi E coli yang melebihi ambang batas nilai normal.

"Normal misal 1x10, bila lebih dari 1x10 dapat berdampak pada organ pencernaan manusia seperti diare dan muntah-muntah," ungkapnya.

Koja
Tangkapan layar Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim saat mengunjungi ruang rawat pasien RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (26/10/2021). ANTARA/Twitter/@kominfotikJU/Abdu Faisal

Diketahui, sebanyak 23 warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak berlogo PSI, pada Minggu (24/10) lalu.

Selain mual hingga muntah, warga mengalami gejala kesehatan lainnya seperti diare serta sakit kepala.

Ketua RW 06 Kelurahan Koja, Suratman, mengatakan, nasi boks atau tersebut diberikan kepada 80 orang warganya kemarin sore. Masing-masing rice box berisi nasi putih, telur, buncis, dan tempe orek.

Dari 80 orang yang menyantap hidangan nasi boks tersebut, 23 di antaranya mengalami keracunan.

"Berjalan dua sampai tiga jam barulah ada kejadian keracunan setelah menerima rice box tadi," kata Suratman saat ditemui di lokasi, Senin (25/10). (Asp)

Baca Juga

Nasi Kotaknya Bikin Warga Keracunan, PSI Tekankan Cuma Ingin Bantu UKM

#PSI #Keracunan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Indonesia
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada keluarga apabila gangguan kesehatan tersebut terbukti merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Bagikan