Din Syamsuddin Ingin Quick Count Dihilangkan, Begini Komentar Menohok Denny JA

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 22 April 2019
Din Syamsuddin Ingin Quick Count Dihilangkan, Begini Komentar Menohok Denny JA

Denny JA, pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif PT LSI Denny JA buka suara ketika Din Syamsuddin menginginkan perhelatan pesta demokrasi ditiadakan quick count atau penghitungan cepat.

Menurut dia, ada tiga hal yang menyedihkan membaca alasan Din Syamsuddin dibalik motifnya untuk menghilangkan quick count.

Direktur Eksekutif PT LSI Denny JA
Direktur Eksekutif PT LSI Denny JA

"Yaitu gabungan ketidak pahaman Din Syamsuddin, plus prasangka, plus kecenderungan karakter otoriter," kata Denny JA saat dikonfirmasi, Senin (22/4).

Ia pun mengupasnya satu persatu dari tiga alasan yang dibuatnya kepada Din Syamsuddin. Pertama Din Syamsuddin tak paham bedanya antara quick count dengan survei.

Lanjut dia, tak pernah ada masalah dengan quick count Pilkada DKI 2017, Pilkada Jateng dan Jabar 2018 lalu. Ketika dicari di Google hanya hitungan menit, tersaji data quick count aneka lembaga survei soal pilkada di tiga daerah itu.

Dibandingkan hasil Komisi Pemikihan Umum Daerah (KPUD) 2 minggu kemudian baru terbit. Menurut dia quick count aneka lembaga pada pilkada itu sungguh sangatlah akurat.

"Jika yang Din maksud untuk kasus pilkada DKI, Jabar dan Jateng adalah soal akurasi survei, itu sama sekali tak ada hubungannya dengan quick count," tuturnya.

Kedua, lanjut dia, Din Syamsuddin berprasangka. Lantaran mengatakan quick count tidak ada keuntungannya dan banyak merugikan.

"Riset manakah yang ia gunakan? Bagaimanakah ia mengukur mudharat itu? Bagaimanakah ia mengukur manfaat itu? Berapa kasus yang ia gunakan. Tanpa ada data dan riset mendalam, klaim mudharat itu hanya prasangka saja. Pernyataan itu tak seharusnya keluar dari tokoh yang diberi amanah jabatan tinggi," tuturnya.

Atas dasar itu ia dan bersama asosiasi lembaga survei menunggu kajian Din Syamsudin soal mudharat quick count itu

"Dan cara ia mengukurnya dan menimbang dengan manfaat," jelasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)

Ketiga, kata Denny, keinginan Denny menghilangkan quick count apakah merasa dirinya sehebat superman, Batman, dab Kapten Marvel hingga ia berani untuk menghilangkan quick count.

"Tahukah Din Syamsuddin, quick count itu dijamin undang undang? Tahukah Din Syamsudin, bahkan quick count pun dijamin konstitusi soal partisipasi warga negara? Tahukah Din Syamsuddin, bahwa semua jenis riset opini publik itu bagian sentral dari demokrasi modern," jelasnya

"Apa yang membuatnya merasa enteng saja merekomendasikan tindakan yang tak hanya menentang kemajuan ilmu pengetahuan tapi juga prinsip kebebasan akademik," sambungya. (Asp)

#Survei #Din Syamsuddin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Survei Kedai Kopi: Anak Muda Tegaskan Demo Cara Cara Efektif Sampaikan Aspirasi
Survei tersebut menunjukkan 65,9 persen responden menilai demonstrasi sebagai cara paling efektif untuk menyampaikan aspirasi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Survei Kedai Kopi: Anak Muda Tegaskan Demo Cara Cara Efektif Sampaikan Aspirasi
Indonesia
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menanggapi survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Indonesia
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Hasil survei yang terbukti sesuai dengan kondisi sebenarnya bisa menjadi bahan evaluasi oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Indonesia
Mantan Ketum MUI Din Syamsuddin Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Kapasitas kalau itu semua terpenuhi sekitar 12 sampai 13 ribu jemaah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Mantan Ketum MUI Din Syamsuddin Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Fun
Berburu Takjil Jadi Tradisi Favorit Gen Z dan Milenial saat Ramadan, Survei Populix Ungkap Faktanya
Survei Populix mengungkap berburu takjil menjadi aktivitas ngabuburit paling populer bagi Gen Z dan milenial. 41 persen menganggap tradisi ini tak tergantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Maret 2026
Berburu Takjil Jadi Tradisi Favorit Gen Z dan Milenial saat Ramadan, Survei Populix Ungkap Faktanya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Survei Metro TV Ungkap 100 Responden Tak Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Beredar unggahan hasil survei yang mengungkap 100 responden tak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Survei Metro TV Ungkap 100 Responden Tak Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Indonesia
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan TNI menjadi lembaga paling dipercaya publik dengan 93 persen, sementara DPR terendah dengan 56 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Indonesia
Survei Indikator Politik: Baru 13 Persen Publik yang Sangat Puas Kinerja Presiden Prabowo
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan 13 persen masyarakat sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Gen-Z menjadi kelompok paling puas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Survei Indikator Politik: Baru 13 Persen Publik yang Sangat Puas Kinerja Presiden Prabowo
Indonesia
Kesuksesan MBG Bakal Pengaruhi Persepsi Atas Kinerja Prabowo
Responden yang merasa sangat puas sebanyak 12,2 persen, kemudian yang cukup puas sebanyak 60,6 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Februari 2026
Kesuksesan MBG Bakal Pengaruhi Persepsi Atas Kinerja Prabowo
Bagikan