Didominasi Wisatawan Asing, Taman Nasional Komodo Makin Mendunia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 24 Mei 2018
Didominasi Wisatawan Asing, Taman Nasional Komodo Makin Mendunia

Komodo. Foto: Ist

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, Dwi Putro Sugiarto mengemukakan jumlah pendapatan wisata komodo dari Januari-April 2018 mencapai sekitar 9,4 miliar.

"Pendapatan berupa penerimaan negara bukan pajak dari wisata Komodo selama empat bulan pertama di 2018 mencapai lebih dari Rp9,4 miliar, didominasi penjualan tiket wisata," kata Dwi Putro Sugiarto, Rabu (23/5).

Sebagian besar pendapatan diperoleh dari sektor wisata berupa pembelian tiket masuk, tracking, berselancar, dan menyelam. Selain itu, sektor non wisata berupa penyewaan tanah, gedung, dan bangunan, di dalam kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba komodo (varanus komodoensis) itu.

Pendapatan itu diperoleh seiring dengan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu yang terus membludak. Balai TN Komodo mencatat jumlah kunjungan wisatawan dari Januari-April 2018 mencapai 45.630 orang, di antaranya, wisatawan asing 27.550 orang dan domestik 18.080 orang Ia memastikan, pihaknya terus berupaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan melalui dukungan berbagai pembangunan dan penataan berbagai infrastruktur pendukung di dalam kawasan wisata komodo.

Sejumlah wisatawan menyaksikan komodo di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. (MP/Dery Ridwansah)

"Karena pendapatan wisata komodo sejauh ini mengandalkan penjualan tiket wisata sehingga semakin banyak wisatawan tentu pendapatan juga meningkat," katanya dikutip Antara.

Selain itu, Balai Taman Nasional Komodo mencatat, jumlah pengunjung yang berwisata ke Taman Nasional Komodo dari Januari-April 2018 mencapai mencapai 45.630 orang. Jumlah pengunjung ini didominasi wisatawan asing mencapai 27.550 orang dan domestik sebanyak 18.080 orang. Jumlah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dari Januari-April tahun 2017 lalu yang tercatat sebanyak 38.147 orang. Data yang diperoleh dari Balai Taman Nasional Komodo, jumlah wisatawan terkoreksi meningkat setiap bulan selama empat bulan terakhir.

Pada Januari 2018, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 8.626 orang, kemudian Februari meningkat menjadi 9.119 orang. Kemudian, pada Maret sebanyak 13.668 orang dan terakhir pada April mencapai 14.217 orang.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budi Kurniawan mengemukakan, arus wisatawan ke destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo itu masih terpantau aman dan lancar. Sejumlah peristiwa terorisme berupa pengeboman yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo, dan Riau, belum berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

"Peristiwa terorisme itu sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap arus kunjungan wisatawan ke sini (TN Komodo)," katanya.

Taman Nasional Komodo (wikipedia)

Pada masa-masa seperti ini, aktivitas wisatawan di kawasan wisata yang merupakan satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu rata-rata berkisar dari 150-200 orang setiap hari. Pihaknya optimistis arus wisatawan akan terus membludak hingga akhir tahun 2018, seiring dengan semakin berkembangnya layanan transportasi maupun dukungan pembangunan infrastruktur di kawasan wisata setempat.

Selain itu, kegiatan internasional seperti "annual meeting" IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018 mendatang juga diyakini akan berdampak meningkatkan arus wisatawan. Ribuan tamu mancanegara ditawarkan sejumlah paket wisata unggulan di Tanah Air, salah satunya Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores setelah mengikuti kegiatan di Bali.

"Harapan kami kegiatan internasional ini juga berkontribusi besar bagi peningkatan arus wisatawan ke Taman Nasional Komodo sendiri dalam tahun 2018 ini. Kami juga sementara melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tamu-tamu internasional itu," katanya.

Pada tahun 2017, hasil penerimaan negara bukan pajak dari wisata Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai barat, Pulai Flores ini tercatat mencapai sekitar Rp29,1 miliar. Capaian ini menempatkan destinasi wisata komodo sebagai penyumbang devisa tertinggi di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyusul Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. (*)

#Pulau Komodo #Komodo
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Balai Taman Nasional (BTN) Komodo mengimbau wisatawan untuk tidak hanya fokus ke kawasan Taman Nasional Komodo, yang kini menerapkan kuota kunjungan harian sebanyak 1.000 orang
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Indonesia
Gempar Komodo Hampir 2 Meter Makan Ternak Warga, BBKSDA Pasang Kandang Perangkap
Komodo tidak hanya hidup di Pulau Rinca dan Pulau Komodo yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo.
Wisnu Cipto - Senin, 13 April 2026
Gempar Komodo Hampir 2 Meter Makan Ternak Warga, BBKSDA Pasang Kandang Perangkap
Indonesia
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Hasil pengembangan dari kasus pencurian Komodo yang terjadi pada 2025
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Indonesia
Singgung Uang Pecahan Rp 50 Ribu, DPR Minta Pemerintah Setop Proyek Ratusan Vila di Pulau Padar Komodo
Kaisar juga mengingatkan Pulau Padar menjadi habitat penting komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Agustus 2025
Singgung Uang Pecahan Rp 50 Ribu, DPR Minta Pemerintah Setop Proyek Ratusan Vila di Pulau Padar Komodo
Indonesia
Rencana Pembangunan 600 Vila di Pulau Padar Komodo, Menhut Tunggu Aprisal UNESCO
Aksi penolakan rencana pembangunan ratusan vila di wilayah Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Agustus 2025
Rencana Pembangunan 600 Vila di Pulau Padar Komodo, Menhut Tunggu Aprisal UNESCO
Bagikan