Diancam Australia, Indonesia Tidak Perlu Gentar

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Rabu, 29 April 2015
Diancam Australia, Indonesia Tidak Perlu Gentar

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) saat menerima pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Pasukan Khusus TNI di lapangan merah Plaza, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (16/4). (antara foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Analis politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai Indonesia tidak perlu takut dan gentar dengan ancaman yang disampaikan Australia. Karyono juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar tidak takut dan gentar dengan gertakan negeri Kanguru.

"Jokowi tidak perlu takut dengan ancaman dan gertakan Australia," kata Karyono kepada merahputih.com, Rabu (29/4).

Karyono yang juga bekas aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) menambahkan pasca eksekusi mati duo bali Nine asal Australia, hubungan bilateral kedua negara diprediksi akan mengamali ketegangan. Namun demikian panasnya suhu politik kedua belah negara hanya akan berlangsung singkat saja.

"Soal ketegangan saya prediksi hanya berlangsung singkat," sambung Karyono.

Namun demikian jika Australia melakukan tindakan diluar batas kewajaran atau merongrong kedaulatan pemerintah Indonesia, maka tidak ada kata lain kecuali Presiden Jokowo harus bersikap tegas dan berani.

"Kalau Australia Jual ya kita siap beli dong," tandas Karyono.

Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya, Keputusan Presiden Joko Widodo mengeksekusi Duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran SUkumaran mendapat reaksi keras dari Pemerintah Australia. Pemerintah Australia menilai eksekusi mati kepada terpidana mati kasus narkotika itu kejam dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Sebagai bentuk Protes, Australia langsung menarik Duta Besarnya Paul Grigson.

Penarikan Paul Grigson dari Indonesia langsung diumumkan oleh Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Seperti dilansir dari The Sydney Herald Morning Herald pada Rabu (29/4), Tony menjelaskan bahwa pihaknya menghormati kedaulatan hukum Indonesia, namun demikian Tony menyesalkan eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Indonesia. Atas dasar itulah, Pemerintah Australia akan menarik Dubesnya untuk Indonesia. (bhd)

BACA JUGA:

Kemenlu Harap Hubungan RI dengan Australia Tetap Harmonis 

Hikmahanto: Jika Australia Bertindak Diluar Batas, RI Harus Tegas 

Imbas Eksekusi Mati Terpidana Narkoba, SBY Batalkan Kunjungan ke Australia 

8 Terpidana Mati Telah Dieksekusi

 

 

#Australia #Eksekusi Mati Kasus Narkoba #Presiden Jokowi #Karyono Wibowo #Indonesia Public Institute (IPI)
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D lengkap dengan jadwal pertandingan, analisis kekuatan Amerika Serikat, Turki, Paraguay, Australia, dan peluang lolos.
ImanK - Kamis, 04 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Indonesia
Australia Minta Pasokan Pupuk Dari Indonesia
Kondisi geopolitik global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz, telah mempengaruhi distribusi pupuk dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Australia Minta Pasokan Pupuk Dari Indonesia
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Bertemu Prabowo, PM Australia Sampaikan Duka Atas Bencana Banjir Sumatera dan Longsor di Jawa Barat
Albanese juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan rakyat Indonesia atas belasungkawa yang diberikan kepada Australia setelah insiden serangan di Pantai Bondi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
Bertemu Prabowo, PM Australia Sampaikan Duka Atas Bencana Banjir Sumatera dan Longsor di Jawa Barat
Indonesia
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga sekaligus sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
 Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Dunia
Presiden Prabowo dan PM Australia Albanese Bakal Tandatangani Traktat Keamanan Bilateral
Selain keamanan regional, pertemuan kedua pemimpin akan membahas perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Presiden Prabowo dan PM Australia Albanese Bakal Tandatangani Traktat Keamanan Bilateral
Dunia
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Sebagian besar wilayah Australia dilanda kondisi gelombang panas ekstrem.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Pemerintah Australia bagi-bagi uang untuk modal usaha. Uang tersebut kabarnya dititipkan ke Kementerian Agama RI. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]:  Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Bagikan