Kesehatan

Diabetes Harus Diatasi Sebelum Terlambat

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 14 November 2019
Diabetes Harus Diatasi Sebelum Terlambat

Perhatikan makanan yang dikonsumsi. (Foto: Pixabay/fotoincucina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENDERITA penyakit diabetes sudah meningkat empat kali lipat sejak tahun 1980 dan sudah menjadi masalah dunia. Menanggapi hal tersebut organisasi kesehatan dunia (WHO) mendeklarasikan tanggal 14 November menjadi hari diabetes dunia sejak tahun 1991.

Belakangan penyakit ini menyebabkan 2,6% kebutaan di dunia yang disebut dengan istilah Retinopatik diabetik. Tidak hanya kebutaan, tahun 2012 penyakit ini menjadi penyebab 1,5 juta kematian, meningkat menjadi 1,6 juta tahun 2016. Hal tersebut disebabkan karena komplikasi diabetes dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi.


Baca Juga:

Rasa Lapar Pada Penderita Diabetes Dapat Sebabkan Kematian

Hiperglikemia

gula
Perhatikan asupan gula pada pola makan. (Foto: Pixabay/CarlottaSilvestrini)

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan tingginya kadar gula dalam darah atau biasa disebut hiperglikemia. Seseorang dikatakan hiperglikemia bila memiliki kadar gula dalam darah diatas 110mg/dl. Penyebab terjadinya hal tersebut erat kaitannya dengan kerja insulin di dalam tubuh.

Insulin merupakan hormon yang secara alami akan dikeluarkan oleh pankreas untuk mempertahankan kadar gula darah pada kondisi normal yaitu 70-110mg/dl. Hormon tersebut akan menjadi kunci masuknya gula kedalam sel untuk selanjutnya gula akan diubah menjadi energi/kalori (ketika tubuh butuh energi) atau disimpan sebagai cadangan dan diubah menjadi lemak (ketika tubuh tidak membutuhkan energi). Oleh sebab itu tingginya konsumsi gula juga dapat meningkatkan komposisi lemak dalam tubuh yang dapat berujung kepada obesitas. Hal tersebut diperparah dengan kurangnya aktifias fisik (olahraga).

Penyakit diabetes secara umum disebabkan karena ada masalah dengan insulin di dalam tubuh. Berdasarkan hal tersebut diabetes dapat dibagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, serta ada tipe lainnya yang biasa disebut diabetes gestasional.

Diabetes tipe 1 atau dikenal dengan insulin-dependent atau dapat disebabkan karena keturunan ditandai dengan tubuh kekurangan atau tidak dapat memproduksi insulin, sehingga diperlukan pemberian insulin dari luar tubuh setiap hari. Diabetes tipe 2 atau dikenal dengan non insulin-dependent ditandai dengan terjadinya penurunan kerja insulin (resistensi insulin) yang sebagian besar penderita disebabkan karena obesitas dan kurang aktivitas fisik.

Diabetes gestasional merupakan hiperglikemia yang terjadi selama kehamilan, sehingga dapat membahayakan ibu dan anak serta memungkinkan keduanya menderita diabetes tipe 2 di masa depan. Penjelasan tersebut jelas menunjukkan bahwa keturunan bukan satu-satunya penyebab penyakit diabetes.


Obesitas

gendut
Olahraga teratur dapat membuat abdan lebih sehat dan bugar. (Foto: Pexels/Victor Freitas)

WHO menunjukkan data bahwa Tahun 2014, 1 dari 3 orang dewasa diatas 18 tahun yang obesitas juga menderita diabetes. Artinya penderita diabetes saat ini didominasi oleh diabetes tipe 2 sebagai akibat dari obesitas. Rekomendasi WHO untuk pencegahan diabetes tipe 2 adalah mempertahankan berat badan normal, aktifitas fisik minimal 30 menit/hari secara teratur, konsumsi makanan sehat dengan membatasi konsumsi gula dan lemak jenuh, dan hindari merokok.

Semakin banyak makanan yang dikonsumsi, maka semakin tinggi pula kalori yang tersedia bagi tubuh. Sedangkan kalori yang berlebih sebagai akbiat ketidakseimbangan apa yang dikonsumsi dengan aktifitas yang dilakukan memungkinkan menyebabkan obesitas. Sehingga kebutuhan kalori tergantung dari aktifitas yang dilakukan.

Contohnya seseorang dengan berat badan normal membutuhkan kalori 30kkal/kg bila beraktivitas ringan (pekerja kantor/pengajar), 35kkal/kg bila sedang (ibu rumah tangga/berkebun), dan 40kkal/kg bila berat (kerja bangunan/panjat tebing).

Jika seseorang memiliki berat badan 60kg maka kalori yang dibutuhkan adalah 1800kkal bila aktivitas ringan, 2100kkal bila aktivitas sedang, dan 2400kkal bila aktivitas berat. Kunci utama untuk mencegah peningkatan penderita diabetes terutama diabetes tipe 2 adalah kesadaran untuk mengatur pola makan dan olahraga teratur.

Bijak dalam memilih makanan serta mengatur keseimbangan jumlah yang dikonsumsi dengan yang dibutuhkan oleh tubuh menjadi hal penting. Sehingga tidak hanya mengatur jumlah yang masuk ke dalam tubuh, tetapi juga harus memperhitungkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. You are what you DIGEST, Not what you EAT. (*)

oke
Oke Anandika Lestari (Foto: dok.pribadi)

Tulisan ini dibuat oleh Oke Anandika Lestari, STP, Msi,
Mahasiswa Program S3 Prodi Ilmu Pangan IPB
Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan UNTAN
Pengurus Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Pontianak

Baca Juga:

Penderita Diabetes Harus Menjalankan Pola Hidup Sehat

#Penyakit Diabetes #Gula #Olahraga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Olahraga
155 Atlet dari 8 Negara Bertanding di Bali, Regenerasi Woodball Indonesia Mulai Menunjukkan Hasil
Indonesia Open Woodball 2026 di Bali diikuti 155 atlet dari delapan negara. Kejuaraan ini menjadi bagian dari pembinaan dan regenerasi atlet muda Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
155 Atlet dari 8 Negara Bertanding di Bali, Regenerasi Woodball Indonesia Mulai Menunjukkan Hasil
Indonesia
Atlet dan Official PON Pantai Ancol 2026 Bakal Dapat Tiket Gratis Wisata dan Transportasi di Jakarta
Atlet PON Pantai Ancol 2026 bisa mendapat tiket gratis wisata hingga transportasi gratis di Jakarta.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Atlet dan Official PON Pantai Ancol 2026 Bakal Dapat Tiket Gratis Wisata dan Transportasi di Jakarta
Fun
Amanda Manopo Ungkap Cara Simpel Lawan Malas Olahraga, Bukan dengan Memaksa Diri
Amanda Manopo membagikan cara menghadapi rasa malas berolahraga. Mulai dari mendengarkan kondisi tubuh, mencoba aktivitas baru hingga mengajak teman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Amanda Manopo Ungkap Cara Simpel Lawan Malas Olahraga, Bukan dengan Memaksa Diri
Fun
Panglima TNI Cup Primarox 2026 Digelar di ICE BSD, Uji Kekuatan Fisik dan Mental ala Military Hybrid Race
Panglima TNI Cup Primarox 2026 akan digelar di ICE BSD, Tangerang. Olahraga ini menguji kekuatan fisik dan mental.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Panglima TNI Cup Primarox 2026 Digelar di ICE BSD, Uji Kekuatan Fisik dan Mental ala Military Hybrid Race
Olahraga
155 Atlet dari 8 Negara Berkompetisi dalam AICE 8th Indonesia Open Woodball Championship 2026 Digelar di Bali
Ajang ini menunjukkan woodball Indonesia terus berkembang secara positif di kancah internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
155 Atlet dari 8 Negara Berkompetisi dalam AICE 8th Indonesia Open Woodball Championship 2026 Digelar di Bali
Olahraga
Laga Chelsea vs AC Milan di GBK, Polda Metro Kerahkan 1.200 Personel untuk Pengamanan
Pengamanan disiapkan secara berlapis untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Laga Chelsea vs AC Milan di GBK, Polda Metro Kerahkan 1.200 Personel untuk Pengamanan
Olahraga
Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF Back-to-Back
Tim Merah Putih harus puas menempati peringkat 3 dengan 7 poin dari 5 pertandingan, finis di bawah Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin).
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF Back-to-Back
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
GRID Cardio Rush 2026 sukses digelar Minggu (2/8). Ajang lari ini mendorong gaya hidup sehat lewat aksi nyata pelestarian alam.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
Olahraga
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Pembinaan atlet saat ini harus mempersiapkan kehidupan mereka, baik ketika masih aktif bertanding maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Indonesia
Juara Bertahan BMX Asian Games Bidik Emas Kedua di Aichi-Nagoya 2026
Atlet yang meraih medali emas di Hangzhou 2022 itu menyebut persiapannya telah memasuki tahap akhir dan optimistis mampu kembali naik podium.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Juara Bertahan BMX Asian Games Bidik Emas Kedua di Aichi-Nagoya 2026
Bagikan