kesehatan

Di Tengah Kepanikan Virus Corona, Ini Alasan Kamu Tak Perlu Beli Masker

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 02 Maret 2020
Di Tengah Kepanikan Virus Corona, Ini Alasan Kamu Tak Perlu Beli Masker

Berburu masker wajah karena panik corona? Tidak penting (Sumber: Daily Mail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VIRUS Corona resmi masuk ke Indonesia. Dua pasien di wilayah Depok positif terjangkit virus dari Wuhan ini. Warga Indonesia di berbagai penjuru negeri pun dilanda kepanikan dan kecemasan luar biasa. Banyak orang yang mulai berbondong-bondong memburu masker wajah.

Melihat hal tersebut, sejumlah orang menganggapnya sebagai sebuah 'peluang' bisnis yang menjanjikan. Mereka pun menimbun masker dan menjualnya dengan harga fantastis. Namun rupanya, tindakan preventif dengan memakai masker wajah dinilai sebagai pemborosan.

Harga Masker Wajah
Harga Masker Wajah Melambung (Sumber: Forbes)

Penularan virus COVID-19 bukanlah melalui udara (airborne) melainkan droplet. Virus ini menular lewat percikan droplet penderitanya. Untuk itu penting bagi kita menjaga kebersihan tangan dan memastikan kita tidak bersentuhan dengan penderita.

Memakai masker wajah hanya membuat kita mengurangi kebiasaan memegang wajah dengan tangan, dimana itu meminimalisir penyebaran corona. Namun selain itu, masker tidak memberi dampak berarti.

BACA JUGA: Perlakuan Super Ketat Panitia Konser Twice Karena Virus Corona

Menurut informasi yang dilansir oleh Forbes dari The Centers for Disease Control and Prevention, kita hanya boleh memakai masker jika kita sendiri yang terindikasi oleh virus corona atau jika kita merawat orang yang terinfeksi vrus ini.

Jika tidak, kamu hanya menghabiskan persediaan masker untuk orang-orang yang mungkin benar-benar membutuhkannya seperti pekerja medis profesional, orang yang terjangkit virus corona, atau keluarga yang merawat pasien dengan corona.

Masker Tenaga Medis
Tenaga medis membutuhkan masker (Sumber: Nurse)

Melihat fenomena masyarakat yang memburu masker wajah karena panik akan terjangkit corona membuat seorang Ahli Bedah Amerika, A. Jerome Adams, MD, MPH mencurahkan perasaannya di akun Twitter miliknya.

"Kamu tahu bahwa ini adalah fenomena serius ketika seorang Direktur Bedah harus mengatakan 'ini serius, teman-teman'. Penjualan masker yang begitu hiruk pikuk ini merupakan kegilaan," tulisnya.

Selain itu, masker yang beredar di masyarakat tidak semuanya efektif untuk menghalau kita dari penyakit serius. Masker yang cukup efektif untuk memproteksi kita adalah masker N95. Makna N95 adalah dapat menyaring 95 persen partikel yang ada di udara.

Masker ini telah teruji dan mendapat legitimasi dari National Institute for Occupational Safety and Health, Amerika Serikat. Masker yang dijual selain P2/N95 ternyata tidak menawarkan perlindungan nyata. Padahal, masker N95 dibanderol dengan harga yang tidak murah.

Masker Wajah
Masker wajah menjadi ladang uang (Sumber: TMZ)

Bukan hanya harganya yang tidak murah, masker juga biasanya digunakan dalam waktu sesaat. Para tenaga medis biasanya hanya menggunakan respirator N95 ketika mereka memasuki kamar pasien yang terinfeksi. Hal itu karena memakai masker dalam waktu yang lama membuat mereka sulit bernapas. Mereka juga cenderung sering mengganti respirator mereka dengan yang baru karena masker dapat rusak seiring berjalannya waktu, terutama saat basah atau kotor.

Lalu bagaimana cara kita untuk terhindar dari virus corona jika tidak memakai masker wajah? Caranya yakni dengan rajin mencuci tangan dengan disinfektan, tidak sembarangan memegang area mata, hidung dan mulut, atau tidak terlalu sering memegang benda-benda berpotensi menjadi media penyebaran virus seperti tangga atau gagang pintu. Tak lupa pula konsumsi buah dan sayur serta olahraga untuk meningkatkan antibodi. (Avia)

BACA JUGA: Sejumlah Konser Kpop Batal karena Virus Corona

#Penyakit Corona #Virus Corona #Pasien Corona #Masker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lifestyle
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Malah bikin kulit jadi kering loh.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Maret 2025
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan