MerahPutih.com - Masyarakat diminta disiplin menjaga kesehatan. Hal ini, untuk mengantisipasi penuhnya fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas yang melayani pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan.
Saat ini, sebanyak 267 juta masyarakat Indonesia sudah memiliki kartu BPJS kesehatan, yang bahkan melayani pasien dengan penyakit berat seperti jantung dan ginjal. Di mana, sebanyak 96 juta peserta BPJS Kesehatan iurannya ditutup dari APBN pemerintah.
Baca Juga:
Jokowi Kirim Bunga Anggrek Bulan Ungu ke Ultah Megawati
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, masyarakat yang mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan, sebagai berjaga-jaga agar kalau sakit tidak dipungut biaya.
"Jadi sekarang ini masyarakat harus menyadari pentingnya kesehatan. Yang namanya sehat itu lebih baik kalau dimulai sejak dini. Soal pola makan, pola olahraga harus dijaga betul agar badan kita sehat," kata Jokowi, di Jawa Tengah, Selasa (23/1).
Ia mengungkapkan, dirinya dirinya sudah mengurangi porsi nasi menjadi seperempat dalam piring makannya, dan menggantinya dengan sayur dan buah.
"Hati-hati lho, nasi itu kadar gulanya tinggi. Saya dulu kalau makan nasi segini, tetapi sekarang sudah saya kurangi jadi seperempat (porsi), yang dibanyakin justru sayur buahnya,” kata Jokowi.
Ia menegaskan, tidak ada negara lain di dunia yang penduduknya sebesar Indonesia, yang diberi jaminan kesehatan hingga tidak dipungut biaya. Namun, Presiden juga menyoroti masalah yang timbul kemudian yaitu membludaknya pasien pemegang kartu KIS maupun BPJS di fasilitas-fasilitas kesehatan.
"Kalau sakitnya ringan seperti batuk-batuk ya jangan ke rumah sakit, ke puskesmas saja. Sekarang sakit sedikit ke rumah sakit waduh penuh semua nanti rumah sakit," katanya.
Dalam dua hari ini (22-23), Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah. Dalam sebulan terakhir, Jokowi cukup sering ke Jawa Tengah. Tercatat Jokowi pada 2-3 Januari 2024 dan 13 Desember 2023 juga mengunjungi Jawa Tengah, yang salah satu agendanya adalah pembagian bantuan sosial. (*)
Baca Juga:
Tinjau Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi, Jokowi: Sudah Puluhan Tahun Diaspal Selalu Rusak