Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Di Era Soeharto, Sebar Fitnah PKI Bisa Hilang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 27 November 2018
Di Era Soeharto, Sebar Fitnah PKI Bisa Hilang

Jubir TKN KIK Irma Suryani Chaniago. (Foto; MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Calon Presiden Joko Widodo kembali menegaskan akan 'menabok' siapa saja yang memfitnah dirinya terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

'Menabok' dalam arti memproses hukum siapa saja yang memfitnah dan menyebarkannya. Hal itu disampaikan Jokowi saat melakukan safari politik ke Provinsi Lampung beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Jubir Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago mengatakan wajar jika Presiden Jokowi geram dengan orang-orang yang memfitnahnya.

Irma membandingkan dengan orde baru yang langsung menculik dan menghilangkan orang tersebut. Tetapi, Jokowi tidak seperti itu.

"Untung sama Pak Jokowi, kalau zaman pak Soeharto hilang itu orang. Jaman Pak Jokowi masih mending saya tabok. Zaman Pak Soeharto hilang, bukan sekadar tabok. Jadi enggak boleh juga ngomong seperti itu. Untung loh cuma bicara tabok," kata Irma di Posko Cemara, Senin (26/11).

Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Islamic Center Lampung Timur, Lampung (@sekretariat.kabinet)

Menurutnya, mengaitkan Jokowi dengan PKI adalah pembunuhan karakter yang sangat berbahaya sebab itu adalah partai terlarang di negara ini.

"Jelas pembunuhan karakter yang dilakukan oleh oknum, ini berbahaya, karena PKI kan partai terlarang, ini enggak boleh main-main," ujarnya.

Sehingga, Jokowi berulang kali mengingatkan untuk tidak mengaitkan dirinya dengan PKI, bahkan dia harus berulang kali mengklarifikasi hal itu.

"Enggak boleh dibiarkan, keenakan mereka. Ingat pada zaman orba, orang membunuh lawan politik dengan katakan dia PKI atau dia penista agama. Apakah kemudian itu mau diulang? jadi menurut saya kita tidak boleh lagi kembali ke orde baru," pungkasnya. (fdi)

#Soeharto #Partai Komunis Indonesia (PKI) #Berita Hoax
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Pemerintah kini menelusuri video hoaks kerusuhan di media sosial. Menko Polkam, Djamari Chaniago, akan menindak tegas penyebarnya.
Soffi Amira - Rabu, 05 Agustus 2026
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Indonesia
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yakin Jakarta tetap aman di tengah adanya isu kerusuhan.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila, kabarnya akan menyita TV para penunggak pajak. Apakah informasi itu benar?
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Viral emas 74 kg milik Febrie Adriansyah disebut palsu. Lalu, apakah informasi tersebut dibenarkan?
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Bendera Iran dikabarkan tak dikibarkan saat pembukaan Piala Dunia 2026. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Hentikan Kasus Korupsi MBG karena Dibekingi Pejabat
KPK dilaporkan menghentikan kasus korupsi MBG karena dibekingi pejabat. Lalu, apakah informasi ini bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Hentikan Kasus Korupsi MBG karena Dibekingi Pejabat
Indonesia
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Jasa Marga membantah kabar soal 28 gerbang tol di Jakarta kena ganjil genap. Penerapan tersebut tidak diberlakukan di jalan tol.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jubir Kementerian ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik
Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, kabarnya meminta rakyat menggunakan Solar karena harga Pertamax naik.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jubir Kementerian ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Program MBG Dihentikan Karena Dana Operasional?
BGN dikabarkan mengentikan sementara program MBG, karena dana operasional tak cukup. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Program MBG Dihentikan Karena Dana Operasional?
Indonesia
BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Mengalir ke Prabowo, Masyarakat Diminta Jangan Percaya
BGN membantah tuduhan soal keuntungan MBG yang diberikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Mengalir ke Prabowo, Masyarakat Diminta Jangan Percaya
Bagikan