Jokowi Sebut Krisis Air Sebabkan 500 Juta Petani Jadi Korban saat Pidato di WWF 2024

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 20 Mei 2024
Jokowi Sebut Krisis Air Sebabkan 500 Juta Petani Jadi Korban saat Pidato di WWF 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka World Water Forum 2024 / dok Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato di World Water Forum (WWF) 2024 di Nusa Dua, Bali, Senin (20/5). Forum ini berlangsung sejak 18 hingga 25 Mei 2024.

Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung di tahun 2050 mendatang, 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80 persen pangan dunia diprediksi jadi korban akibat krisis air. “Mereka rentan mengalami kekeringan," kata Jokowi di Bali.

Manajemen sumber daya air menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia ke depan. Jokowi mengatakan dari 72 persen permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1 persen yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan sanitasi.

“Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian, tidak ada kehidupan. No water, no live, no growth," ujar Jokowi yang memakai jas hitam ini.

Baca juga:

KTT WWF Bali Dorong Resolusi PBB Tetapkan Hari Danau Sedunia

Oleh sebab itu, menurutnya air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga. Indonesia, sebagai negara dengan luas area perairan mencapai 60 persen memiliki potensi yang besar.

Selain itu, ia juga memamerkan budaya di masyarakat Bali di mana air merupakan kemuliaan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya yang harus dikelola bersama-sama.

"Masyarakat kami memiliki nilai budaya terhadap air. Salah satunya adalah Sistem Pengairan Subak di Bali yang dipraktikkan sejak abad 11 dan diakui sebagai warisan budaya dunia," tutur Jokowi dengan pidato bahasa Indonesianya.

Hal tersebut sejalan dengan tema WWF tahun ini yaitu air bagi kemakmuran Bersama. Jokowi menjelaskan, tema ini bisa dimaknai menjadi tiga prinsip dasar, yaitu menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusi, serta menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama.

Baca juga:

Jokowi Suarakan Kebersamaan di Jamuan Makan Malam KTT WWF Bali

"Di Indonesia kolaborasi telah menjadi kunci keberhasilan dalam restorasi Sungai Citarum, serta pengembangan energi hijau, Solar Panel Terapung di Waduk Cirata yang menjadi terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia," kata Jokowi.

Dengan berkumpulnya berbagai pemangku kepentingan di Bali kali ini, Jokowi berharap dunia dapat saling bergandengan tangan secara kesinambungan untuk dapat memperkuat komitmen kolaborasi dalam mengatasi tantangan global terkait air. Dia yakin air adalah sumber kehidupan dan merupakan simbol keseimbangan dan keharmonisan.

“Namun bila tidak dikelola dengan baik, air juga dapat menjadi sumber bencana," tutupnya. (knu)

#Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Bagikan