Toge Productions Akuisisi Tahoe Games
Akuisisi ini menjadi yang pertama untuk dua developer asal tanah air. (Foto: Toge Productions)
DEVELOPER game Indonesia, Toge Productions yang sukses dengan dua game Coffee Talk kini melakukan akuisisi dengan developer Tahoe Games yang kerap sukses dengan game roguelitenya, Rising Hell.
Mengutip laman Gematsu, akuisisi tersebut telah diberikan oleh Toge Productions kepada Tahoe Games, salah satu developer game asal Kediri, Jawa Timur dengan biaya hingga Rp 4 miliar untuk dapat berkolaborasi.
Baca Juga:
"Kami memiliki visi untuk membantu lebih banyak pengembang game di Asia Tenggara untuk mencapai panggung global. Akuisisi ini adalah salah satu dari banyak cara yang kami harapkan untuk mencapai tujuan ini. Kami telah bekerja secara ekstensif dengan tim di Tahoe Games untuk Rising Hell dan sudah memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Kami sangat senang memiliki pengembang berbakat yang bergabung dengan kami di Toge Productions," ujar Kris Antoni selaku CEO dan co-founder dari Toge Productions.
Akuisisi ini akan menghubungkan dengan proyek Toge Productions yang telah melakukan investasi sahamnya kepada developer Mojiken dan Gamechanger Studio. Tak hanya itu, akuisisi ini merupakan pencapaian pertama yang dilakukan oleh Toge Productions. Akuisisi ini juga membuat Toge Productions dapat menaikkan total produksi dari IP yang ada pada brandnya.
"Akuisisi antara Toge Productions dan Tahoe Games adalah hubungan yang saling menguntungkan. Kami menyetujui tawaran ini karena tujuan yang kami miliki bersama untuk mendidik lebih lanjut dan memberikan kesempatan bagi talenta yang kurang terwakili yang tidak selalu memiliki kesempatan yang sama kepada orang-orang yang tinggal di kota besar atau di luar negeri," ujar Robertus R. Haris selaku co-founder dari Tahoe Games.
Baca Juga:
"Dengan akuisisi ini, kami berharap studio-studio di Kediri semakin besar dan mampu menyalurkan seluruh talenta yang ada di Kediri dan sekitarnya."
Toge Productions merupakan developer asal Tangerang. Mereka telah menggarap sebagian game indie yang kece, termasuk Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly yang rilis pada 2022 ini. Bahkan untuk IP Coffee Talk milik Toge Productions sendiri telah mendapatkan pendapatan hingga Rp 7,8 miliar pada bulan pertama perilisan seri sebelumnya.
Apalagi game yang telah mereka garap tersebut juga dinobatkan sebagai game indie asal Indonesia terbaik, dengan ulasan hingga 7.5 per 10 dari Metacritic, Game Informer, dan Nintendo Life. Serta menjadi perwakilan dari Asia Tenggara untuk event DICE Awards 2021 lalu. (dnz)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme