Detik-detik Kroasia Pulangkan Denmark, Subasic Patahkan Tiga Penalti

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 02 Juli 2018
Detik-detik Kroasia Pulangkan Denmark, Subasic Patahkan Tiga Penalti

Selebrasi timnas Kroasia (fifa.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Satu lagi jatah perempat final Piala Dunia 2018 diisi Kroasia. Dalam babak 16 besar, Luka Modric dkk harus bersusah payah mengalahkan Denmark lewat adu penalti 3-2. Laga harus ditentukan lewat adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam 120 menit.

Kiper Kroasia, Danijel Subasic menjadi pahlawan setelah sukses membendung tiga penalti Denmark.

Pada laga ini, hanya Luka Modric dan Ivan Perisic yang pemain yang tampil saat Kroasia menang 2-1 atas Islandia.

Sembilan pemain yang kemarin diistirahatkan kembali menjadi starter kali ini. Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic masih mengusung formasi andalannya 4-2-3-1.

Sedangkan Denmark yang tampil dengan 4-3-3, kembali memainkan Yussuf Yurary Poulsen menggantikan Pione Sisto. Sedangkan Jens Larsen harus duduk di bangku cadangan, digantikan Jonas Knudsen.

Drama langsung tersaji saat pertandingan belun genap satu menit. Lewat kemelut di depan gawang Kroasia, Mathias Zanka Jorgensen melepaskan sepakan yang masuk yang berbuah gol. Denmark unggul cepat 1-0.

Namun, skor 1-0 bagi Denmark tidak bertahan lama karena hanya berselang sekitar dua menit kemudian Kroasia mampu membuat keadaan kembali seimbang. Gol lahir juga berawal dari kemelut di depan gawang yang diakhiri tendangan Mario Mandzukic.

Mandzukic
Mario Mandzukic mencetak gol penyama Kroasia (FIFA)

Memasuki babak kedua Denmark tampak bermain lebih tinggi membuat pertarungan di lini tengah semakin sengit. Denmark pun lambat laun mulai banyak menguasai bola pada 20 puluh menit di paruh kedua. Ritme permainan sendiri mulai mengendur dan pemain kedua kubu terlihat letih.

Menit ke-72, Denmark memiliki peluang emas. Umpan dari Kjaer diterima dengan baik oleh Yussuf Poulsen di sisi lapangan. Poulsen kemudian mengirim umpan ke depan gawang Kroasia. Sayang, sepakan Jorgensen terlalu lemah dan mampu diamankan oleh Subasic.

Sekitar 15 menit terakhir, bola lebih banyak ada dalam penguasaan Kroasia. Namun tim asal Balkan ini kesulitan mencari celah di lini pertahanan Denmark. Alhasil beberapa kali pemain Kroasia melepaskan sepakan jarak jauh seperti yang dilepaskan Ante Rebic pada menit ke-78, yang mudah dijinakkan Schmeichel.

Lima menit waktu normal tersisa, Kroasia dan Denmark sama-sama memburu gol kemenangan. Tetapi kedua kubu menemui masalah serupa, sulit menembus area berbahaya lawan.

Skor 1-1 akhirnya tidak berubah hingga babak kedua selesai dan laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu 2x15 menit.

Pada babak pertama perpanjangan waktu, Denmark mencoba mencetak gol cepat seperti yang mereka dapat pada babak pertama. Serangan demi serangan dilancarkan Tim Dinamit terutama lewat sisi sayap.

Namun, lagi-lagi tekanan Denmark lewat umpan-umpan crossing masih bisa dipatahkan barisan belakang Kroasia yang dikomandoi Dejan Lovren. Demikian pula ketika Kroasia mencoba melancarkan serangan. Hingga 15 menit paruh pertama, gol tak kunjung tercipta.

Pada paruh kedua extra time, Denmark masih memegang inisiatif serangan. Pada menit ke-107, Denmark mengancam gawang Kroasia lewat Sisto. Tapi bola sepakan pemain yang baru masuk itu masih melebar.

Di menit ke-113, umpan berkelas dari Luka Modric mampu melepaskan Rebic yang meluncur ke kotak penalti Denmark dan melewati Schmeichel. Saat tinggal menceploskan bola ke dalam gawang , Rebic dijatuhkan Jorgensen. Tanpa ragu wasit menunjuk titik putih.

Kroasia
Kasper Schmeichel mematahkan penalti Luka Modric di paruh kedua extra time (FIFA)

Namun peluang emas lewat titik putih yang sejatinya bisa meloloskan mereka ke perempat final terbuang. Bola sepakan penalti Modric mampu diselamatkan Schmeichel. Setelah 120 menit tidak ada gol yang tercipta, pertandingan dilanjutkan melalui babak tos-tosan.

Pada adu penalti, Subasic menjadi pahlawan kemenangan Kroasia setelah membendung tiga tendangan penalti Denmark. Subasic mematahkan penalti yang diambil Eriksen, Lasse Schone, dan Jorgensen.

Schmeichel sendiri tampil tak kalah cemerlang dengan mengagalkan dua penalti Kroasia yang diambil Badelj dan Pivaric. Namun Schmeichel gagal membendung Perisic yang menjadi eksekutor terakhir Kroasia.

Dengan kemenangan ini, Kroasia akan melawan tuan rumah Rusia pada babak perempat final yang digelar di Sochi, Minggu (8/7) dini hari Wib. (BolaSkor.com)

Susunan Pemain

Kroasia (4-2-3-1): Subasic; Vrsaljko, Vida, Lovren, Strinic (Pivaric 81); Brozovic (Kovacic 70), Rakitic; Rebic, Modric, Perisic (Kramaric 97); Mandzukic (Badelj 107)

Pelatih: Zlatko Dalic

Denmark (4-3-3): Schmeichel; Knudsen, Kjaer, M. Jorgensen, Dalsgaard; Christensen (Schone 46), Delaney (Krohn-Dehli 100), Eriksen; Yurary Poulsen, Cornelius (Jorgensen 66), Braithwaite (Sisto 106)

Pelatih: Age Hareide

#Timnas Kroasia #Piala Dunia #Piala Dunia 2018
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Timnas India awalnya terdaftar sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Olahraga
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, meninggalkan jabatannya kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Olahraga
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
Bagikan