Fashion

Desainer Asia Membuat Debut Bersejarah untuk Kenzo di Paris Fashion Week

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Januari 2022
Desainer Asia Membuat Debut Bersejarah untuk Kenzo di Paris Fashion Week

Semangat yang menggebu menjadi satu-satunya tema pemersatu yang diangkat Nigo dalam rancangannya. (Foto: wp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MOMEN bersejarah di industri fashion terjadi pada Minggu (23/1) di Paris ketika Kenzo meluncurkan debut untuk desainer Jepang pertama setelah pendiri rumah mode tersebut, Kenzo Takada.

Nigo menjadi desainer Asia kedua yang memimpin jenama fashion high-end Eropa, bersama perancang asal Filipina-Amerika, Rhuigi Villasenor untuk Bally. Penunjukan Nigo merupakan tonggak sejarah ketika industri mewah tengah berjuang meluaskan jangkauan dengan tuduhan rasisme dan tuntutan keragaman.

Baca juga:

Karya Desainer Indonesia Menangi Kostum Nasional Terbaik di Mrs World 2022

Desainer Asia Membuat Debut Bersejarah untuk Kenzo di Paris Fashion Week
Nigo yang berusia 51, menjadi desainer Asia kedua yang memimpin jenama high fashion Eropa. (Foto: wwd)

Tempat pertunjukan Galerie Vivienne menggarisbawahi pentingnya sejarah dengan hadirnya koleksi debut itu, menunjukkan kesejajaran antara Nigo dan Takada.

Keduanya adalah orang Jepang, keduanya belajar di perguruan tinggi mode Tokyo yang sama dalam beberapa dekade, keduanya memiliki visi artistik Timur-bertemu-Barat dan dianggap sebagai pemecah kode mode. Arcade adalah lokasi di mana Takada mengadakan peragaan busana perdananya pada tahun 1970.

Teman dekat Nigo, Pharrell Williams dan Kanye West, bertepuk tangan di tengah lokasi yang merupakan toko buku kuno, bersama dengan penonton yang antusias setelah kreasi bergaya dinamis itu ditampilkan.

Baca juga:

Louis Vuitton Tampilkan Koleksi Terakhir Virgil Abloh

Siklus penuh Kenzo

Desainer Asia Membuat Debut Bersejarah untuk Kenzo di Paris Fashion Week
Nuansa street wear khas Nigo masih terasa di pamerannya. (Foto: hidustantimes)

Nigo pertama kali dikenal secara global dengan jenama streetwear A Bathing Ape yang ia mulai pada tahun 1993. Beberapa dekade kemudian, dia memimpin salah satu label terbesar raksasa mewah LVMH Kenzo, warna-warna cerah dan motif ala jalanan itu terbukti dalam perpaduan kreatif dengan beberapa tema tradisional Kenzo, seperti motif poppy merah.

Kedua desainer, kata rumah mode itu, memiliki pemahaman tentang sintesis antara tradisi pakaian Jepang dan Barat. Nigo membayangkannya sebagai 'terowongan menuju masa depan dan melampaui batas mode'.

Desainer itu memadukan baret ekstra besar dengan motif warna-warni pada sutra, mantel wol longgar dengan warna kuning jagung yang mencolok, syal leher sutra bermotif, sepatu kulit chunky sheeny, dan celana chino berpinggang tinggi.

Motif garis-garis dipadukan dengan kotak-kotak, ditambah dengan jumbai, tali dan sabuk dengan gesper emas. Bahkan ada serangkaian tampilan sartorial preppy yang dirancang dengan baik dengan proporsi longgar, salah satunya membangkitkan gaya cross-over dari pakaian Jepang.

Nigo tampil habis-habisan, mengirimkan banyak sekali gaya dan siluet, desain laki-laki dan perempuan, ke atas panggung peragaan busana yang tidak biasa ini. Semangat yang menggebu menjadi satu-satunya tema pemersatu. (aru)

Baca juga:

Converse Hadirkan Koleksi Khusus HUT ke-25 Pokemon

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Bagikan