MerahPutih.com - Desain gedung MPR telah disetujui Presiden dan diajukan oleh Otorita IKN. Gedung bagi para politikus ini diklam merupakan representasi arsitektur ketatanegaraan Indonesia yang megah dan berkarakter.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan desain Gedung MPR di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencerminkan filosofi keindonesiaan yang kokoh dan utuh.
Muzani menilai kondisi geografis dan kontur kawasan yang berbukit memberikan nilai tambah bagi kemegahan bangunan MPR ke depan.
“Geografis dan kontur lokasinya sangat bagus, diselingi bukit-bukit yang indah, sehingga nantinya gedung MPR terlihat megah dan menggambarkan keindonesiaan yang kokoh dan utuh,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/4).
Baca juga:
Judika Kembali dengan “Sakit Tak Bertepi” yang Penuh Perasaan, Berikut Liriknya
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Muzani saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pimpinan MPR ke lokasi pembangunan kawasan MPR RI di IKN, Kalimantan Timur.
Di lokasi pembangunan, rombongan pimpinan MPR mendapatkan penjelasan rinci mengenai desain gedung dari pihak Otorita IKN.
Keberadaan gedung tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus semangat baru bagi anggota DPR RI dan DPD RI yang juga merupakan anggota MPR RI dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan desain gedung MPR memiliki filosofi yang kuat sebagaimana arahan Presiden, yakni mencerminkan ketegasan, kelurusan, dan kewibawaan dalam mengelola negara.
“Filosofi desain bangunan MPR adalah bahwa dalam mengurus negara harus tegas, lurus, dan berwibawa. Dari gedung inilah akan dihasilkan keputusan-keputusan besar negara,” kata Basuki.
Menanggapi hal tersebut, Muzani menilai filosofi tersebut sejalan dengan nilai-nilai keindonesiaan.
“Saya kira itu menggambarkan tentang Indonesia,” ujarnya.
Ketua MPR juga mengapresiasi percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan IKN. Ia mengaku terkesan dengan perkembangan signifikan yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
“Kami melihat percepatan pembangunan yang luar biasa. Dulu masih banyak yang direncanakan, sekarang sudah berdiri, seperti bandara, Istana Wakil Presiden, hingga masjid yang sudah bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya.
Ia pun optimistis pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif dapat rampung dalam beberapa tahun ke depan.
“Mungkin pada 2028 kita akan menyaksikan gedung legislatif dan yudikatif dengan kemegahan yang sama. Kita tunggu dua tahun ke depan,” kata Muzani.
Di sesi akhir kegiatan, Ketua MPR Ahmad Muzani berkesempatan menorehkan testimoni di selembar spanduk tentang proses pembangunan bangunan gedung dan kawasan lembaga MPR.
Hadir mendampingi Ketua MPR, para Wakil Ketua MPR RI, yakni Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid dan Eddy Soeparno. (*)