Demo di Kawasan Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Tuntut Jokowi Tuntaskan Janji Kampanyenya

Eddy FloEddy Flo - Senin, 21 Oktober 2019
 Demo di Kawasan Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Tuntut Jokowi Tuntaskan Janji Kampanyenya

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ratusan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Mahasiswa kini telah bergerak ke depan Gedung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Mereka ingin mendekat ke Istana Negara ini terhalau dengan kawat berduri dan petugas kepolisian.

Baca Juga:

PDIP Berharap Presiden Jokowi Pilih Menteri yang Tulus Bekerja dan Tidak Ambisius

Dalam kesempatan orasinya, oratoro mengingatkan agar perjuangan tidak berhenti dan diharapkan terus bergerak ke depannya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa aksi mahasiswa adalah untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk direpresi oleh aparat dan memakan korban jiwa.

"Walaupun langit akan runtuh, keadilan tetap harus ditegakkan. Dua kata, satu perjuangan, hidup mahasiswa. Tiga kata, satu tujuan, hidup rakyat indonesia," tegasnya melalui pengeras suara dari mobil komando, di lokasi, Senin (21/10).

Elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI menggelar unjuk rasai di kawasan Patung Kuda
Para mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI menggelar unjuk rasa menagih janji kampanye Jokowi pada periode pertama kepresidenannya (MP/Kanu)

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Atiatul Muqtadir mengungkapkan, mahasiswa kembali turun ke jalan bukan didasari kebencian, melainkan lantaran cinta mereka kepada Indonesia. Oleh karena itu, ia minta Jokowi tuntaskan janjinya seperti penuntasan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu yang belum dituntaskan.

"Janji sekadar janji, maka hari ini kita semua berdiri di tengah teriknya matahari hari ini, kita ingin menyampailan bahwa kita tidak ingin dikhianati untuk kedua kalinya. Kita ingin presiden kita hari ini Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin untuk menuntaskan janjinya, karena janji adalah hutang," kata Fathur.

Terkait HAM, mahasiswa mencontohkan terkait kasus yang menimpa Novel Baswedan dan juga Munir. Mahasiswa minta agar tak ada kasus seperti dua orang tersebut.

"Kita berdiri di sini tidak akan mengembalikan mata dari Novel Baswedan. Tidak akan menghidupkan kembali Munir. Tidak akan mengembalikan mereka yang diculik. Tapi hari ini kita ingin menyampaikan bahawasannya tidak perlu ada lagi Novel Baswedan berikutnya, tidak boleh lagi ada Munir berikutnya, tidak boleh ada korban korban yang diperkosa oleh negara, yang diculik oleh negara, yang dihardik oleh negara," sambungnya.

Menurut Fathur, mahasiswa juga ingin memastikan lima tahun ke depan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

"Kita tidak ingin Presiden yang dilantik untuk kedua kalinya mengkhianati kita untuk kedua kalinya. Hari ini kita kembali mengingatkan bahwa di tengah euforia pelantikan, di bawah pelantikan yang dilakukan di Istana di depan mata kita. Ada banyak janji-janji, ada banyak agenda-agenda yang belum tertunaikan. Dan janji adalah utang dan utang harus dibayar," tegasnya.

"Ada banyak janji-janji, ada banyak agenda-agenda yang belum tertunaikan. Dan janji adalah utang, dan utang harus dibayar," sambungnya.

Fatur lalu menyinggung janji Jokowi di tahun 2014 terkait kasus pelanggaran HAM. Menurut Fatur, janji penuntasan kasus pelanggaran HAM tidak terlaksana.

"(Tahun) 2014 Presiden kita di depan sana berjanji akan menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, betul tidak? Tapi bagaimana kabarnya hari ini, apa tertuntaskan tidak? Tidak!" ucap Fatur.

Lebih lanjut, dalam orasinya Fatur menyingung kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dia tidak ingin ada korban selanjutnya seperti Novel dan Munir.

Baca Juga:

PPP Puji Pidato Jokowi Tebarkan Optimisme Bangsa Indonesia

"Kita berdiri di sini tidak akan mengembalikan mata dari Novel Baswedan. Tidak akan menghidupkan kembali Munir. Tidak boleh ada Novel Baswedan berikutnya, tidak boleh ada Munir selanjutnya. Tidak boleh ada korban selanjutnya diperkosa oleh negara, diculik oleh negara, dihardik oleh negara," imbuh Fatur.

Unjuk rasa oleh BEM SI ini masih berlangsung di di Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Sejumlah mahasiswa seperti dari UGM, UNJ, PNJ, Unpad, dan UI telah bergabung dalam unjuk rasa ini.(Knu)

Baca Juga:

Tak Singgung Korupsi Saat Pidato, Presiden Jokowi Dinilai Tak Peduli Lagi

#Demo Mahasiswa #Aksi Unjuk Rasa #Joko Widodo #BEM SI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Dr Tifa menolak damai di sidang kasus ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan mundur.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Indonesia
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Jokowi siap hadir di sidang dr Tifa pekan depan. Ia akan membawa ijazah aslinya ke persidangan.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Berita
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Jaksa menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Dr Tifa disebut tak mampu membuktikan tuduhannya.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Indonesia
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Kendati demikian, PN Jaktim menerapkan sterilisasi total saat memasuki fase pembuktian demi menjaga integritas kesaksian para saksi ahli maupun saksi fakta
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
PKB Tanggapi Prabowo soal Demo Dibayar, Minta Pemerintah Fokus Evaluasi Kebijakan
PKB menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
PKB Tanggapi Prabowo soal Demo Dibayar, Minta Pemerintah Fokus Evaluasi Kebijakan
Indonesia
Prabowo Klaim Kenal Dalang Pendana Aksi Demo, Singgung Oknum Korup di Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Kenal Dalang Pendana Aksi Demo, Singgung Oknum Korup di Pemerintahan
Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Menurut Pramono, Indonesia menganut negara demokrasi. Oleh karena itu, siapa saja boleh berpendapat dan berekspresi di muka umum.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Bagikan