Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Deftones Nyaris Merubah Namanya saat Debut Album di 1995

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 15 Januari 2024
Deftones Nyaris Merubah Namanya saat Debut Album di 1995

Deftones masih aktif bermusik sampai saat ini. (Foto: Dok/Deftones)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAND alternatif metal asal California Deftones pernah nyaris mengubah namanya sebelum menandatangani kontrak album debut mereka pada 1995. Dikutip dari Kerrang pada Minggu (14/1) berita ini dibagikan oleh mantan eksekutif Roadrunner Records Monte Conner.

Pada unggahan yang kini sudah dihapus di Facebook, Conner merfleksikan masa-masa saat bekerja dengan Deftones sebelum mereka dikontrak. Ia juga mengenang bagaimana dirinya hampir menandatangani Deftones saat mereka pertama kali muncul di kancah rock dan hampir menyakinkan mereka untuk meninggalkan nama Deftones.

“Pada musim panas 1993 saya dikirimi demo Deftones oleh manajer mereka Dave Park. Saya langsung terpesona oleh musik mereka yang belum pernah saya dengan sebelumnya,” tulis Conner.

Baca juga:

Lanjutkan 'Warisan' Slayer, Kerry King akan Rilis Solo Album

Deftones merilis debut album pada 1995. (foto: Dok/Deftones)

“Meskipun saat ini band ini biasanya dikelompokkan dengan Korn sebagai pendiri Nu Metal, saya tidak pernah menganggap musik mereka mirip dengan Korn, atau band lain mana pun yang dengan sangat cepat menempatkan Nu Metal di peta sebuah genre. Deftones memiliki sound uniknya sejak awal,” lanjut Conner.

Ia kemudian siap untuk mengontrak Deftones ke Roadrunner setelah mendengar demo tersebut, tetapi hanya dengan syarat mereka melanjutkan dengan nama band yang berbeda.

Alasannya adalah bahwa bagian ‘Def’ dari nama tersebut sangat dikaitkan dengan Rick Rubin (produser musik ternama) pada saat itu, yang baru-baru ini mengganti nama labelnya Def American Recordings menjadi American Recordings.

Demikian pula, dia khawatir bahwa bagian terakhir dari kata ‘tones’ akan membuat mereka merasa menjadi bagian dari gerakan ska yang populer di era tersebut.

Baca juga:

Lady Gaga Isyaratkan akan Kembali Ke Dunia Musik

“Pada 1993, setelah melihat 'def' ditambahkan ke dalam kamus, Rick Rubin, penentu semua hal yang trendi, memutuskan bahwa kata tersebut telah kehilangan faktor kerennya, dan mengambil langkah berani dengan mengubah nama label rekamannya yang sangat sukses,” terang Conner.

“Lebih penting lagi, pada saat yang sama, ada gerakan ska besar-besaran yang terjadi di Amerika dengan band-band seperti The Mighty Mighty Bosstones… Bagi saya, bagian 'nada' dari nama band membuat mereka terdengar seperti band ska," sambung Conner.

Enam bulan setelah hal itu, Deftones akhirnya menandatangani kontrak dengan Maverick Records dengan melepas album Adrenaline pada 1995. Conner juga mengklaim dirinya kemudian bertemu dengan gitaris Stephen Carpenter, yang mengatakan kepadanya bahwa Maverick juga mendorong para anggota untuk nama baru band, namun akhirnya menyerah ketika tidak menemukan alternatif yang lebih baik. (far)

Baca juga:

Cari Gitaris, The Smashing Pumpkins Buka Lowongan

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan