Lapsus: Jejak Sejarah Koprs Brimob

Dari Saudara Tua Lahir Polisi Istimewa

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Selasa, 14 November 2017
Dari Saudara Tua Lahir Polisi Istimewa

Pasukan Polisi Istimewa. (figurpolisi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMIMPIN tertinggi militer Jepang ketar-ketir. Kemenangan Sekutu di berbagai palagan, sejak Pertempuran Laut Karang (Mei 1942) hingga Gualdalcanal (Agustus 1942), membuat pertahanan Jepang di daerah-daerah pendudukan Asia Tenggara semakin kritis. Jepang pun menghitung ulang kekuatan.

Jendral Inada Masazumi, Wakil Kepala Staf Angkatan Perang Jepang Kawasan Selatan, bertolak ke Selatan, termasuk Sumatera dan Jawa, untuk mengikspeksi pertahanan militer Jepang. Dari sana, tulis Joyce Lebra pada Tentara Gemblengan Jepang, Inada berkesimpulan pasukan semi-militer seperti Heiho tak lagi bisa diandalkan, bahkan sekadar untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Inada kemudia berunding dengan Jendral Hideki Tojo dan Jendral Kenryo Soto, Kepala Urusan Militer Kementrian Angkatan Darat. Mereka sepakat merancang program tentara cadangan atau Giyugun, dan Keisatsutai pada kesatuan kepolisian.

Petinggi militer Jepang menginginkan satuan polisi bermobilitas tinggi dan memiliki kemahiran tempur. Keinginan itu mewujud pada April 1944 dengan dibentuk Tokubetsu Keisatsu Tai atau Polisi Istimewa, (embrio Korps Brimob).

Polisi Istimewa berdiri pada tiap karesidenan (Syu) di seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera dengan pusat organisasi berada di masing-masing daerah, seperti kepolisian Jawa dan Madura berpusat di Jakarta dan Kepolisian untuk Timur Besar berpusat di Makasar.

Para pemuda Bumiputera ramai-ramai mendaftar. Moekari, seorang mandor muda di perusahaan Jepang pun tergiur ambil bagian. Dia menjadi salah seorang peserta dan kemudian terpilih menjadi angkatan pertama Polisi Istimewa Jepang di Surabaya.

“Saya pun mendaftar di kantor hoofdbeureu Surabaya (kantor Polrestabes Surabaya, kini). Padahal kala itu saya sudah bekerja sebagai mandor muda di perusahaan kapal milik Jepang di Gresik bernama Nomura. Dari situ, saya bisa berbahasa Jepang, meski tak lancar,” terang Moekari, termuat pada 500 km: Sebuah Nilai Perjuangan Tanpa Angka.

Melalui serangkaian tes, 200 pemuda, termasuk Moekari lulus dan mendapat kesempatan mendapat gemblengan militer Jepang pada sekolah Keisatsu Tai, Surabaya. Para calon personel Polisi Istimewa tersebut mendapat asrama di Coen Bolevard, kini Jalan Polisi Istimewa Surabaya. Masing-masing siswa mendapat bekal dua setel seragam berwarna hijau, sepasang kaos kaki, dan dua pasang sepatu lars.

Latihan mereka keras. Tiap hari berlari 30 km. Berlatih berbaris, judo da gulat. Mereka memulai latihan, lanjut Moekari, pada pukul 07.00 hingga 14.00. Rehat beberapa jam, kemudian berlatih kembali pada 20.00, kemudian apel pada 22.00 WIB.

Sibangsire atau petugas piket malam akan berkeliling. Bila kedapatan belum tidak maka hukuman tampar mendarat di pipi.

Selain pelatihan fisik, para siswa juga beroleh bekal pelajaran strategi perang, menganalisa serangan, dan menggunakan segala jenis persenjataan. Pendidikan Polisi Istimewa berlangsung setahun, selepas itu berlanjut pendidikan militer khusus selama 6 bulan.

Setiap satuan Tokubetsu Keisatsutai Tai berkekuatan satu kompi, beranggotakan mulai 60 sampai 200 personel, bergantung pada situasi wilayah.

Satuan kompi berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan. Komandan kompi berpangkat Itto Keibu atau setara Letnan Satu. Guna menjalankan fungsi tempur, Polisi Istimewa mendapat persenjataan lebih lengkap, terutama senjata tempur, berbeda dengan Polisi umum.

Selepas mendapat seluruh latihan dan materi pelajar serta bepredikat lulus dari sekolah Keisatsu Tai, para Polisi Istimewa siap terjun pada pelbagai Palagan.

“Saat saya keluar dari pendidikan, diberi pangkat Ikni Sangto Jungso atau prajurit kelas tiga,” ujar Moekari.

Moekari memaparkan terdapat 6 seksi pos dengan penjagaan Polisi Istimewa di Surabaya. Seksi 1 berada di daerah Wonokromo, Seksi 2 daerah Darmo, Seksi 3 Bubutan, Seksi 4 Nyamplungan, Seksi 5 Kapasan, dan Seksi 6 Tanjung Perak, serta terdapat Seksi Besar di kantor hoofdbearueu dan asrama Tokubetsutai. (*)

#Lapsus Brimob #Jejak Sejarah Korps Brimob #Brimob #Korps Brimob #Mobrig #Sejarah Brimob
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
Polisi telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto, video, data paspor, serta data perjalanan pesawat yang digunakan Bripda MR selama desersi.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
Indonesia
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda MR bergabung menjadi tentara bayaran Rusia dalam konflik dengan Ukraina, serta kini bertugas di wilayah Donbass
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Indonesia
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Bripda Muhammad Rio telah diberhentikan tidak dengan hormat setelah melakukan pelanggaran disersi dan diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Indonesia
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio dilaporkan desersi membelot bergabung dengan tentara bayaran Angkatan Bersenjata Rusia dalam konflik di Ukraina.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Indonesia
100 Anggota 'Pasukan Khusus' Brimob Polri Beraksi, Gotong Royong Bersihkan Lumpur Sisa Bencana di Tapanuli Tengah
Kegiatan ini dilakukan guna memperlancar aliran air sekaligus mencegah potensi banjir susulan.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
100 Anggota 'Pasukan Khusus' Brimob Polri Beraksi, Gotong Royong Bersihkan Lumpur Sisa Bencana di Tapanuli Tengah
Indonesia
Brimob Bersihkan Gereja Katedral dari Bahan Peledak Berbahaya, Jamin Perayaan Natal 2025 Kondusif
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menegaskan pengamanan rumah ibadah menjadi prioritas utama dalam Operasi Lilin Jaya 2025.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Brimob Bersihkan Gereja Katedral dari Bahan Peledak Berbahaya, Jamin Perayaan Natal 2025 Kondusif
Indonesia
Ancaman Kejahatan Kian Kompleks, Kapolri Minta Brimob Perkuat Kemampuan Global
Kapolri Listyo Sigit mendesak Brimob meningkatkan kemampuan dengan studi banding ke negara-negara pemilik pasukan elite.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Ancaman Kejahatan Kian Kompleks, Kapolri Minta Brimob Perkuat Kemampuan Global
Indonesia
BNN dan Brimob Gerebek Kampung Bahari, 18 Kartel Narkoba Berhasil Ditangkap
BNN dan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek Kampung Bahari. Sebanyak 18 kartel narkoba berhasil ditangkap dalam operasi tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 06 November 2025
BNN dan Brimob Gerebek Kampung Bahari, 18 Kartel Narkoba Berhasil Ditangkap
Indonesia
Briptu Danang Dihukum Tahanan dan Minta Maaf ke Pimpinan Polri, Lalai Ingatkan Driver Mobil Rantis Brimob yang Melindas Ojol Affan Kurniawan
Briptu Danang Setiawan menyatakan menerima putusan yang dijatuhkan majelis.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
Briptu Danang Dihukum Tahanan dan Minta Maaf ke Pimpinan Polri, Lalai Ingatkan Driver Mobil Rantis Brimob yang Melindas Ojol Affan Kurniawan
Indonesia
Perwira di Rantis yang Lindas Affan Kurniawan Dijatuhi Sanksi Permintaan Maaf
Aipda MR yang saat itu berstatus penumpang, dinilai lalai karena tidak menjalankan tanggung jawab etika profesinya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 September 2025
Perwira di Rantis yang Lindas Affan Kurniawan Dijatuhi Sanksi Permintaan Maaf
Bagikan