Dari 65 Korban Roboh Atap BEI, Hanya 3 Pasien Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 15 Januari 2018
Dari 65 Korban Roboh Atap BEI, Hanya 3 Pasien Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Melati Ratimanjari. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan mendata, terdapat 3 pasien yang terdaftar masuk BPJS ketenagakerjaan dari 65 korban robohnya selasar atap gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dari Polda itu ada 72 korban. Tapi kita cek di Rumah Sakit ada 65 korban, dan hanya 3 orang yang terdaftar BPJS ketenagakerjaan," Kepala bidang pelayanan BPJS ketenagakerjaan Menara Jamsostek, Melati Ratimanjari di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (15/1).

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh korban dirawat diempat rumah sakit, di antaranya RS Mitoharjo, RS Siloam Semanggi, RS Jakarta, dan RS Pusat Pertamina.

"Rata-rata korban luka-luka. Tadi ada yang sampai patah kakinya, kemudian lecet dan lain-lain," jelasnya.

Menurut dia, kebanyakan korban robohnya selasar atap BEI ini adalah mahasiswa yang tengah kunjungan dari Palembang, Sumatera Selatan.

"Kami baru mengetahui juga tadi ada mahasiswa dari palembang, kemungkinan banyaknya itu dari mahasiswa. Kita gak tau mahasiwa mana," ungkapnya.

Ia menuturkan, para pasien BPJS Ketenagakerjaan tidak ada biaya sedikitpun, semua biaya sudah ditanggung oleh pihak BPJS.

"Tidak ada batasan untuk biaya pengobatan, berapapun akan di tanggung sampai sembuh," tuturnya.

Ketika ditanya oleh wartawan bila pasien BPJS Ketenagakerjaan ada yang meninggal dunia, ia mengaku akan langsung membayar gaji selama 48 bulan.

"Langsung di bayar 48 bulan gaji (jika ada yang meninggal) langsung. Yang di laporkan," tutupnya. (Asp)

#Bursa Efek Indonesia (BEI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Ia berjanji akan mengusut dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
Panic Selling 45 Saham Unggulan Anjlok Picu BEI Tarik Rem Darurat Trading Halt
IHSG ambruk 8,01% ke level 5.393 dan mengalami trading halt usai MSCI kaji ulang status Indonesia dari Emerging Market. Simak dampak dan analisis lengkapnya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Panic Selling 45 Saham Unggulan Anjlok Picu BEI Tarik Rem Darurat Trading Halt
Indonesia
Dibuka Loyo, IHSG Siang Makin Merah. 635 Saham Ambruk Buruan Cek Portofoliomu!
IHSG anjlok 2,20 persen ke level 5.812 imbas inflasi AS dan konflik Timur Tengah. Sebanyak 635 saham rontok, buruan cek portofolio saham Anda di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Dibuka Loyo, IHSG Siang Makin Merah. 635 Saham Ambruk Buruan Cek Portofoliomu!
Indonesia
Mundur ke Akhir September, BEI Tunda Implementasi Batas Minimum Harga Saham Rp 1
BEI resmi menunda implementasi aturan saham Rp1 di pasar reguler dari target 7 September ke akhir September 2026. Ketahui alasan dan dampak penundaannya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Mundur ke Akhir September, BEI Tunda Implementasi Batas Minimum Harga Saham Rp 1
Bagikan