MerahPutih Nasional- Kecelakaan pesawat memang tidak bisa dipungkiri. Bisa disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung atau akibat dari human error yang terjadi. Di hari ini, Minggu (28/12), Pesawat AirAsia QZ 8501 hilang kontak. Hingga berita ini diturunkan, pesawat AirAsia tersebut belum ditemukan.
Sebelum tragedi pesawat AirAsia QZ 8501, berdasarkan rangkuman merahputih.com ada sembilan daftar pesawat yang mengalami musibah.
Berikut petikan rangkumannya :
Januari
Kecelakaan pesawat Pilatus 2014 adalah kecelakaan pesawat pada 19 Januari 2014 lalu yang menimpa pesawat milik PT Intan Angkasa Air Service. Pesawat ini berangkat dari Sentani, Papua menuju Bau-Bau, Sulawesi Tenggara dengan penumpang 4 orang kru pesawat. Pesawat diperkirakan jatuh pada pukul 12.20 WIT, ketika mengarah ke Tual untuk mengisi bahan bakar. Kecelakaan ini diperkirakan disebabkan cuaca buruk, sehingga menyebabkan 4 orang kru tewas dalam kecelakaan pesawat ini.
Februari
Pada tanggal 11 Februari 2014, sebuah pesawat Lockheed C-130 Hercules milik Angkatan Udara Aljazair menabrak gunung Djebel Fertas di dekat Aïn Kercha, Provinsi Oum El Bouaghi, dengan 74 penumpang dan 4 awak di dalamnya. 77 jenazah ditemukan di lokasi kecelakaan, beserta seorang korban selamat. Laporan menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang buruk diduga sebagai penyebab kecelakaan ini. Saksi mata mengungkapkan bahwa pesawat menabrak gunung sebelum meledak. Kecelakaan ini adalah kecelakaan udara pertama di Aljazair sejak kecelakaan Air Algérie Penerbangan 6289 pada tahun 2003.
Maret
Pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China, hilang setelah dua jam lepas landas, Sabtu (8/3) dini hari. Di antara 239 orang di kabin pesawat, terdapat 7 orang berkewarganegaraan Indonesia.
Mei
Pesawat terbang angkatan bersenjata Laos yang membawa sekitar 20 orang mengalami kecelakaan di wilayah timur laut Provinsi Xiangkhouang, sekitar 470 kilometer dari Vientiane, ibu kota Laos, Sabtu pagi, (17/5). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Sek Wannamethee menjelaskan kecelakaan pesawat itu menewaskan Menteri Pertahanan Laos, Douangchay Phichit.
Juli
Malaysia Airlines penerbangan 17, sebuah Boeing 77 yang menerbangi rute Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh di Ukraina Timur. Seluruh penumpang berjumlah 283 orang dan 15 kru pesawat tewas akibat insiden tersebut.
Pada bulan yang sama terjadi juga musibah TransAsia Airways penerbangan 222, sebuah ATR-72 yang menerbangi rute Kaohsiung ke Penghu, Taiwan jatuh saat memutar menewaskan 48 dari 58 orang yang berada dalam pesawat.
Tak hanya itu, tragedi di bulan Juli, ada juga Air Algérie penerbangan 5017, sebuah pesawat charter Swiftair McDonnell Douglas MD-83 yang menerbangi rute dari Burkina Faso ke Algiers, jatuh di gurun Mali Utara setelah hilang dari radar setelah tinggal landas selama 50 menit. Kecelakaan ini menewaskan penumpang berjumlah 112 orang dan enam kru dalam pesawat.
Agustus
Sepahan Airlines penerbangan 5915, sebuah HESA IrAn-140 (Antonov An-140 yang dibuat berdasarkan lisensi) jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Mehrabad, Iran. Kecelakaan ini menewaskan 39 dari 48 orang di atas pesawat.
Desember
Indonesia AirAsia penerbangan 8501, sebuah Airbus A320-200 yang menerbangi rute Surabaya ke Singapura dengan mengangkut 155 penumpang. (MP/AKU)