MerahPutih.com - Ancaman cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan curah hujan secara signifikan
"Perlu diwaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat petir/angin kencang di wilayah Jabodetabek untuk sepekan ke depan," ungkap Guswanto kepada awak media di Jakarta, Senin (27/5).
BMKG mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan secara signifikan.
Baca juga:
Kondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut antara lain adalah adanya Bibit Siklon Tropis 99B di Teluk Benggala sebelah timur India serta Bibit Siklon Tropis 93W di Perairan Masbate di sekitar Filipina bagian Tengah.
Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.
“Kondisi ini berlangsung sebagian wilayah Indonesia hingga 31 Mei 2024," jelas Guswanto.
Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani menambahkan, bahwa potensi hujan dengan intensitas Sedang-Lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 25-31 Mei 2024 dapat terjadi di Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Baca juga:
Jadi, masyarakat khususnya yang bertempat tinggal daerah bertopografi curam/bergunung/tebing agar tetap waspada serta menghindari atau menjauhi lereng-lereng bukit yang rawan longsor.
"Dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang," jelasnya di Jakarta, Senin (27/5). (knu)