Cuaca Ekstrem Berpotensi Ganggu Liburan Natal Tahun Baru di Indonesia
Pemantauan cuaca di BMKG. (Foto: Dok. BMKG)
MerahPutih.com - Libur Natal dan Tahun Baru 2025 makin dekat. Masyarakat pun diminta mengantisipasi potensi terjadinya cuaca ekstrem yang bisa terjadi saat periode tersebut.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menuturkan, kondisi cuaca ekstrem saat Natal dan Tahun Baru dipicu oleh sejumlah faktor. Diantaranya, fenomena La Nina yang mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20-40 persen.
“Fenomena ini akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga setidaknya April 2025,” kata Dwikorita, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/11).
Dwikorita menambahkan terdapat pula dinamika atmosfer lain yang diprediksikan pada periode Nataru aktif bersamaan.
Baca juga:
Menko PMK Instruksikan Antisipasi Dini Puncak Arus Mudik Natal 24 Desember
Misalnya, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia yang juga berpotensi menambah intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
"Untuk itu, kami mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya pada periode Nataru 2024/2025," papar Dwikorita.
Imbauan ini, lanjut Dwikorita, juga ditujukan kepada perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, dan nelayan mengingat fenomena cold surge juga dapat memicu gelombang tinggi di laut. "Peringatan dini ini disampaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut,” tandas Dwikorita.
Baca juga:
Tiket Pesawat Seluruh Bandara Indonesia Diskon 10% dari 19 Desember-3 Januari
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan saat ini terdapat bibit siklon tropis 96S di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 99B yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Aceh.
Menurut dia, kedua bibit siklon tropis tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia bagian barat.
Ada pula fenomena lainnya yang sedang aktif yaitu MJO, Gelombang Rossby dan Kelvin, sehingga dalam beberapa pekan ke depan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem. "Hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia,” tutup Guswanto. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Banjir Masih Rendam Jakarta, 114 RT dan 15 Ruas Jalan Tergenang hingga Jumat (23/1) Malam
Hari Kedelapan OMC, Pemprov DKI Fokus Penyemaian Awan di Bogor hingga Tangerang
Banjir Rendam 126 RT dan 18 Ruas Jalan di Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Hujan Lebat yang Bakal Mengguyur Jabodetabek Sepekan ke Depan
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Banjir Meluas di Jakarta, 143 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam
Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Dekat NTB, Pertanda Apa?
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Modifikasi Cuaca Jangan Cuma Fokus di Jakarta, Daerah Kiri-kanannya Juga Dong