Cloudflare Deteksi Serangan DDoS Terbesar di Dunia
Cloudflare Deteksi Serangan DDoS Terbesar di Dunia (Foto: pixabay/b_a)
LAYANAN web security Cloudflare baru-baru ini mendeteksi serta memitigasi sebuah serangan distributed denial of service (DDoS) yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia. Menurut Cloudflare, serangan tersebut pada titik puncaknya mencapai 26 juta permintaan per detik.
Adapun permintaan tersebut berasal dari penyedia layanan cloud, bukan dari penyedia internet rumahan, seperti serangan DDoS pada umumnya. Hal tersebut memunculkan asumsi sang pelaku penyerangan menggunakan mesin virtual dalam serangan tersebut. Serangan itu ternyata lebih besar ketimbang yang memanfaatkan botnet dari perangkat internet of things (IoT).
Baca Juga:
Seperti dilansir Techspot, pada serangan berdurasi kurang dari 30 detik itu, terdapat permintaan HTTPS yang berasal dari lebih 1.500 jaringan tersebar di 121 negara. Serangan tersebut ditujukan pada satu konsumen Cloudflare yang memakai paket gratis dari penyedia layanan mitigasi DDoS tersebut.
Satu hal yang cukup menarik, yakni serangan yang diklaim terbesar itu hanya berasal dari botnet yang jumlahnya terbilang kecil, hanya 5.067 perangkat. Namun, Cloudflare menjelaskan setiap perangkat itu melancarkan sekitar 5.200 permintaan per detik pada titik puncaknya.
Untuk perbandingan, Cloudflare sedang mendeteksi botnet yang berisi 730 ribu perangkat, tapi tidak bisa menghasilkan lebih dari sejuta permintaan setiap detik. Itu berarti, botnet yang lebih kecil tersebut 4.000 kali lebih kuat ketimbang botnet yang besar.
Baca Juga:
Menelusur Dalang di Balik Peretasan Channel YouTube Justin Bieber
Satu hal yang cukup mengejutkan, permintaan itu menggunakan protokol HTTPS yang membutuhkan kemampuan komputasi lebih besar jika dibandingkan dengan permintaan dengan protokol HTTP. Itu artinya si pelaku mengeluarkan biaya lebih besar untuk melancarkan serangan tersebut. Begitu pun dengan korban yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memitigasi serangan dengan protokol itu
Serangan DDoS terbesar sebelumnya yang tercatat oleh Cloudflare terjadi di Agustus 2021. Saat itu, terjadi serangan dengan jumlah permintaan mencapai 17,2 juta per detik. Kemudian, pada April 2021, terdapat serangan berdurasi 20 detik yang menghasilkan 15 juta permintaan setiap detiknya. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Realme 16 Pro dan 16 Pro+ Resmi Mengaspal, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000mAh
OPPO Reno 15 Starry Pink Meluncur dengan Desain Unik, Dilengkapi 3 Kamera 50MP
Siap Bikin Gebrakan Baru, Huawei Pura 90 Ultra Sedang Uji Lensa Telefoto 200MP
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Ada Perombakan Besar Kamera di 2027
Bocoran Vivo X300 Ultra Kembali Mencuat, Bakal Adopsi Teknologi Zoom dari Xiaomi
Biaya Perbaikan Xiaomi 17 Ultra Terungkap, Layar dan Kamera Jadi Komponen Paling Mahal
POCO X8 Pro Sudah Kantongi Sertifikasi SDPPI, Siap-siap Masuk Indonesia!
Bocoran Kamera OPPO Find X9 Ultra, Pakai Sensor Periskop OmniVision 200MP?
OPPO Reno 15 Pro dan Reno 15 Pro Max Ikut Debut, Bawa Chipset Dimensity Baru dan Baterai Besar
OPPO Reno 15 dan Reno 15F Resmi Meluncur, Harganya Dibanderol Mulai Rp 9,6 Juta