Fashion

Cetak Sejarah, Tas Hermes Asli Milik Jane Birkin Terjual Seharga Rp 163 Miliar

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 11 Juli 2025
Cetak Sejarah, Tas Hermes Asli Milik Jane Birkin Terjual Seharga Rp 163 Miliar

Tas Hermes asli milik Jane Birkin yang terjual Rp 163 miliar.(foto: Instagram @sothebys)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — GORESAN, lecet, dan noda tak memengaruhi nilai jual sebuah tas Birkin berbahan kulit berwarna hitam. Tas Hermes milik Jane Birkin ini terjual dengan harga fantastis Rp 163 miliar dalam sebuah lelang. Saat palu diketuk di harga penjualan itu, tas tangan itu resmi jadi yang termahal yang pernah terjual dalam sebuah lelang.

Seperti dilaporkan BBC, tas Hermes Birkin ini terjual dengan harga USD 10 juta (sekira Rp 163 miliar) dalam sebuah lelang di Paris. Tas ini merupakan Birkin pertama yang pernah dibuat Hermes. Tas ini dirancang khusus untuk aktris dan penyanyi asal Inggris, Jane Birkin. Ikon gaya asal Prancis ini menggunakan tas tersebut hampir setiap hari dari 1985 hingga 1994, sampai akhirnya menjadi simbol kemewahan sejati.

Tas langka ini dilelang rumah lelang Sotheby’s melalui penjualan daring barang-barang fesyen mewah terkenal, termasuk karya dari Alexander McQueen dan Christian Dior, pada Kamis (10/7). Pihak rumah lelang tak memberikan perkiraan harga tas Birkin asli itu kepada CNN sebelum lelang dimulai, tetapi penawaran awal sudah melampaui rekor sebelumnya di angka 1 juta euro atau sekitar Rp 17,7 miliar.

Saat lelang disiarkan langsung, terdengar suara kekagetan saat angka penawaran terus naik. Setelah perang tawar-menawar selama 10 menit antarsembilan kolektor, seorang kolektor pribadi asal Jepang akhirnya menang. Demikian disebut dalam siaran pers dari Sotheby’s.

Kepala Global Divisi Tas dan Aksesori Sotheby’s, Morgane Halimi, menyebut penjualan bersejarah ini sebagai tonggak penting dalam sejarah mode dan barang mewah. “Ini merupakan bukti mencengangkan akan kekuatan sebuah legenda dan kemampuannya membangkitkan hasrat serta keinginan para kolektor yang mencari barang-barang luar biasa dengan asal-usul unik,” katanya dalam siaran pers, dikutip CNN.

Baca juga:

Jane Birkin, Inspirasi Tas Hermes, Meninggal Dunia



Menurutnya, penjualan Birkin asli ini juga pada akhirnya merupakan perayaan semangat dan pesona abadi sang muse, Jane Birkin.

Dengan menetapkan rekor baru yang pasti, tas Birkin asli ini mengalahkan versi-versi yang jauh lebih mewah. Pada 2022, Sotheby’s menjual Diamond Himalaya Birkin yang bertatahkan berlian putih dengan harga lebih dari USD 450.000 (Rp 7,32 miliar), sedangkan Christie’s menjual versi berbahan kulit buaya seharga hampir USD 390.000 (sekira Rp 6,33) pada 2021. Rekor sebelumnya untuk tas tangan termahal dipegang oleh tas Kelly berbahan kulit buaya dan berlian senilai USD 513.040 (Rp 8,33 miliar).

Birkin asli milik Jane Birkin ini telah berpindah tangan secara pribadi beberapa kali sejak sang ikon sendiri menjualnya pada 1994 untuk mendukung penelitian AIDS. Tas ini bahkan sempat dipamerkan di Museum of Modern Art di New York dan Victoria & Albert Museum di London. Terakhir kali tas ini dilelang yakni 25 tahun yang lalu oleh penjualnya, yang oleh Sotheby’s hanya disebut sebagai Catherine B.

Dalam siaran pers, Catherine mengatakan penjualan ini membuatnya mengenang kembali pertarungan lelangnya. “Betapa mentah dan tak tergambarkannya perasaan ketika berhasil memenangi tas luar biasa ini,” ujarnya.

Menurut Sotheby’s, Birkin asli ini memiliki beberapa perbedaan dari versi-versi berikutnya, seperti ukuran tas, cincin logam dan perangkat keras, serta tali bahu. Semua fitur itu tidak pernah direplikasi lagi. Penutup depannya menampilkan inisial Birkin, ‘J.B.’, sedangkan sepasang gunting kuku kecil dari perak tergantung di tali bahu. Benda itu, menurut Sotheby’s, disematkan karena Birkin dikenal senang kukunya selalu rapi dan membawa gunting kuku ke mana pun. Namun, tentu saja, tas yang sudah aus ini memuat jejak kehidupan sehari-hari Birkin, termasuk perubahan warna akibat dua stiker dari organisasi kemanusiaan Medecins du Monde dan UNICEF.

Jane Birkin meninggal dunia pada tahun 2023 dalam usia 76 tahun. Dalam wawancara dengan Christiane Amanpour di CNN, Birkin sempat bercanda bahwa orang-orang mungkin akan mengingatnya terutama karena telah menginspirasi tas ikonis ini, sebuah tas besar yang kini menjadi salah satu aksesori paling terkenal dan mahal di dunia.

“Ya ampun, kalau saya mati, (orang-orang) mungkin hanya akan membicarakan tas itu,” ujarnya.(dwi)

Baca juga:

Kisah Ilustrasi Jane Birkin dalam Tas Hermes

#Jane Birkin #Hermes #Fashion #Tas Hermes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Fashion
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fenomena sepatu pink di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa warna pink mendominasi ajang bergengsi tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fashion
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Sejak awal didirikan, LAKON hadir dengan cita-cita melestarikan budaya supaya perajin Indonesia naik kelas.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Fashion
12 Desainer Muda Lolos Semifinal IYFDC 2026, Siap Tampil di BTN Indonesia Fashion Week
IYFDC merupakan salah satu program pembinaan desainer muda yang menjadi bagian dari rangkaian BTN Indonesia Fashion Week 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
12 Desainer Muda Lolos Semifinal IYFDC 2026, Siap Tampil di BTN Indonesia Fashion Week
Bagikan