Cerita DNANDA Hidupkan Kembali Romantisme Musik Era 70-80an Lewat ‘Benar Salah, Hanyalah Salah’

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 27 Juli 2025
Cerita DNANDA Hidupkan Kembali Romantisme Musik Era 70-80an Lewat ‘Benar Salah, Hanyalah Salah’

DNANDA lepas single baru.. (foto: dok/dnanda)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah dominasi musik modern yang kerap dipenuhi beat digital dan aransemen instan, kehadiran DNANDA menjadi oase yang menyegarkan.

Ia hadir membawa semangat baru dengan menyuguhkan nuansa musik Indonesia klasik era 70 hingga 80-an — masa ketika lirik mendalam dan aransemen kaya makna menjadi roh utama sebuah lagu.

Gaya musikalitas tersebut dituangkan DNANDA dalam single terbarunya yang berjudul Benar Salah, Hanyalah Salah. Lagu ini bukan sekadar rilisan biasa, melainkan penegasan atas konsistensinya dalam membangun identitas musik yang unik dan berkarakter.

Setelah meraih perhatian lewat empat single sebelumnya, musisi muda yang juga dikenal sebagai multi-instrumentalis ini kembali mempersembahkan karya yang tidak hanya merdu di telinga, tetapi juga menggugah rasa.

Baca juga:

Lirik Lagu 'Benar Salah Hanyalah Salah' DNANDA, Sukses Tarik Perhatian Netizen Indonesia

Mengangkat tema tentang keberanian untuk melepaskan diri dari hubungan yang tidak sehat, DNANDA menghadirkan kisah personal dengan balutan musik yang kental akan warna soulful dan harmoni jazz, dibungkus dalam nuansa pop klasik.

Perpaduan ini sukses menciptakan atmosfer yang membawa pendengar kembali ke masa kejayaan musik Indonesia, saat nama-nama seperti Broery Marantika, Harvey Malaiholo, hingga Chrisye mendominasi.

Namun meski sarat nuansa vintage, DNANDA menyajikannya dengan sentuhan kekinian yang terasa relevan bagi telinga generasi hari ini.

Setiap lirik, denting melodi, hingga dinamika vokal terasa otentik, namun tetap terasa segar — menciptakan jembatan antara nostalgia dan masa kini.

“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang akhirnya memutuskan pergi, karena apapun yang ia lakukan selalu dianggap salah oleh orang yang dicintainya,” ungkap DNANDA saat menjelaskan makna di balik lagu. “Namun, kepergian itu justru adalah bentuk keberanian untuk menyelamatkan dirinya sendiri,” lanjutnya.

Baca juga:

Dnanda Anugerah Ceritakan Hubungan Rumit Lewat 'Benar Salah, Hanyalah Salah'

Meski mengusung tema perpisahan dan patah hati, DNANDA tidak memilih pendekatan musik yang murung. Sebaliknya, ia menyuguhkan komposisi yang ringan, chill, dan tetap penuh emosi.

Sentuhan lirik yang relatable berpadu dengan warna suara retro menciptakan pengalaman mendengarkan yang seperti pelukan hangat bagi siapa pun yang pernah merasa tidak dimengerti dalam sebuah hubungan.

Melalui pendekatan musikal yang jujur dan penuh jiwa, DNANDA membuktikan bahwa musik retro bukan hanya soal nostalgia.

Lebih dari itu, ia menjadikannya sebagai medium ekspresi yang autentik dan menyentuh, membuktikan bahwa warisan musikal Indonesia tetap hidup dan mampu berbicara dengan generasi masa kini. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Lirik Lagu Wasting Angels Bagian Perjalanan Musik Post Malone
Lagu ini menghadirkan kolaborasi bersama The Kid LAROI, sehingga mempertemukan karakter vokal keduanya dalam sebuah karya yang menjadi bagian dari perjalanan musik Post Malone.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Lirik Lagu Wasting Angels Bagian Perjalanan Musik Post Malone
ShowBiz
9 Lagu Wajib Masuk Playlist Lomba 17 Agustus, Bikin Suasana Makin Meriah
Memilih lagu untuk lomba 17 Agustus? Ada sejumlah lagu nasional hingga musik populer yang bisa membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
9 Lagu Wajib Masuk Playlist Lomba 17 Agustus, Bikin Suasana Makin Meriah
ShowBiz
Dari Yogyakarta ke Rio de Janeiro, Dubyouth dan Uncle T Satukan Dua Kultur dalam 'Favelanesia'
Dubyouth dan Uncle T menghadirkan 'Favelanesia', kolaborasi yang memadukan baile funk Brasil, Raggamuffin Jamaika, dan keberagaman kultur Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dari Yogyakarta ke Rio de Janeiro, Dubyouth dan Uncle T Satukan Dua Kultur dalam 'Favelanesia'
ShowBiz
Louis LNGSHOT Hadirkan Kisah Jatuh Cinta Perlahan Lewat OST 'Spooky in Love'
Lewat 'All I Can Say Is', Louis LNGSHOT menggambarkan momen ketika seseorang perlahan menyadari bahwa dirinya mulai jatuh cinta.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Louis LNGSHOT Hadirkan Kisah Jatuh Cinta Perlahan Lewat OST 'Spooky in Love'
ShowBiz
Duo Anggrek Gandeng Ecko Show Hadirkan 'Senayan Tanah Abang' dengan Sentuhan Pop Dangdut Modern
Ketika sang abang berusaha meyakinkan lewat berbagai rayuan manis, sedangkan sang adik justru meminta bukti nyata atas keseriusannya.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Duo Anggrek Gandeng Ecko Show Hadirkan 'Senayan Tanah Abang' dengan Sentuhan Pop Dangdut Modern
ShowBiz
HUSH Tuangkan Kisah Quarter-Life Crisis lewat EP 'Early Junk'
'Early Junk' menjadi wadah bagi lagu-lagu yang sebelumnya berada di luar jalur utama album untuk berkembang menjadi sebuah cerita yang lebih utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
HUSH Tuangkan Kisah Quarter-Life Crisis lewat EP 'Early Junk'
ShowBiz
Dekadenz Records dan Teenage Menopause Records Rilis Mixtape Terbaru ODOPT, 'Pacific Time'
Berbeda dari rilisan musik pada umumnya, mixtape ini hanya diproduksi dalam format fisik kaset dan tidak tersedia melalui platform digital.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Dekadenz Records dan Teenage Menopause Records Rilis Mixtape Terbaru ODOPT, 'Pacific Time'
ShowBiz
J-Rocks Rilis Lagu 'Merdeka', Bawa Semangat Perjuangan dan Makna Kemerdekaan
J-Rocks kembali lewat lagu 'Merdeka' yang membawa semangat kebangsaan dan mengajak pendengar mengenang perjuangan para pendahulu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
J-Rocks Rilis Lagu 'Merdeka', Bawa Semangat Perjuangan dan Makna Kemerdekaan
ShowBiz
Bukan City Pop Biasa, kiOra Debut dengan 'Coco' dan Konsep TOKYO HYPER CITY POP
Girl group Jepang kiOra resmi debut lewat single 'Coco'. Video musiknya ditayangkan eksklusif di HEAD IN THE CLOUDS Los Angeles.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Bukan City Pop Biasa, kiOra Debut dengan 'Coco' dan Konsep TOKYO HYPER CITY POP
ShowBiz
Duo Antonia Hadirkan 'Asalkan Ku Bisa', Cerita tentang Cinta yang Harus Berbagi
Duo Antonia resmi merilis music video 'Asalkan Ku Bisa', single dalam EP Suara Hati yang mengangkat kisah perempuan dalam hubungan cinta segitiga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Duo Antonia Hadirkan 'Asalkan Ku Bisa', Cerita tentang Cinta yang Harus Berbagi
Bagikan