APAKAH hubunganmu saat ini dalam ketidakpastian? Gebeten kamu datang dan pergi sesuka hati. Wah, bisa jadi nih, kamu sedang terjebak dalam tindakan breadcrumbing.
Psychology Today menyebut breadcrumbing merupakan tindakan mengatur seseorang dan menjaga harapan seseorang melalui bujukan dan godaan kecil. Namun, akhirnya pelaku akan mengecewakan pasangannya dengan harapan palsu, janji kosong, dan mengabaikannya. Biasanya pelaku breadcrumbing memiliki unsur-unsur narsisisme, manipulatif, dan suka berkhianat. Sebelum kamu terperosok makin dalam, yuk cek tanda breadcrumbing dalam suatu hubungan.
BACA JUGA:
1. Merasakan roller coaster emosi dan ketidakpastian
Mereka yang merasakan breadcrumbing sering mengalami roller coaster emosional. Seperti merasakan kekecewaan yang besar dalam beberapa waktu karena adanya harapan palsu dari breadcrumber, kemudian merasakan adanya kebingungan serta keraguan dalam diri mereka.
Korban breadcrumbing mungkin mulai mempertanyakan bahkan menyalahkan diri mereka sendiri atas pengabaian yang dilakukan pelaku. Seperti, 'apa aku melakukan suatu hal yang salah?' atau 'apakah saya bertindak tidak sesuai?'.
2. Ketergantungan
Dalam banyaknya kasus yang ada, breadcrumbing dapat memengaruhi ketergantungan relasional seseorang. Beberapa korban breadcrumbing mungkin akan berusaha lebih keras untuk menjadi seseorang yang menyenangkan dan membuktikan value yang mereka miliki, persis seperti yang diinginkan si pelaku. Sayangnya, korban tak menerima pengakuan dan balasan.
BACA JUGA:
3. Menunggu
Korban breadcrumbing akan selalu menunggu. Seperti menunggu pelaku mengirim pesan teks, menelepon, menindaklanjuti janji yang sudah lama dibicarakan, atau menunggu mendapatkan komitmen dalam suatu hubungan. Dalam hal ini, terciptalah dinamika yang tentunya sangat tidak sehat dan tidak adil. Hal tersebut karena breadcrumber memegang kekuasaan penuh atas korban, seperti perhatian, penerimaan, dan juga persetujuan. Sementara itu, korban hanya mengikuti dan menuruti apa yang diminta pelaku.
4. Merasa Dimanfaatkan dan Dimanipulasi
Sebenarnya, banyak korban breadcrumbing yang sadar bahwa mereka sedang 'digantung' dan ;dipermainkan'. Namun, mereka memilih untuk terus bertahan dalam hubungan tersebut. Hal tersebut dilakukan biasanya untuk menghindari kenyataan yang menyakitkan, seperti mengetahui bahwa pelaku sudah benar-benar tidak peduli lagi dengan mereka.
5. Kesepian dan hampa
Tentunya dengan adanya kondisi tersebut, korban breadcrumbing akan merasa kesepian, putus asa, depresi, dan mungkin saja lama-kelamaan bisa merasakan hampa yang sangat mendalam. Hampa dan kekosongan yang berasal dari kurangnya substansi sejati dalam suatu hubungan.(yos)
BACA JUGA: