Relasi

Cek deh, Tanda Breadcrumbing dalam Hubungan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 12 September 2022
Cek deh, Tanda Breadcrumbing dalam Hubungan

Hubungan yang serbatakpasti rentang risiko breadcrumbing.(foto: Pexels/Odonata Wellnesscenter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH hubunganmu saat ini dalam ketidakpastian? Gebeten kamu datang dan pergi sesuka hati. Wah, bisa jadi nih, kamu sedang terjebak dalam tindakan breadcrumbing.

Psychology Today menyebut breadcrumbing merupakan tindakan mengatur seseorang dan menjaga harapan seseorang melalui bujukan dan godaan kecil. Namun, akhirnya pelaku akan mengecewakan pasangannya dengan harapan palsu, janji kosong, dan mengabaikannya. Biasanya pelaku breadcrumbing memiliki unsur-unsur narsisisme, manipulatif, dan suka berkhianat. Sebelum kamu terperosok makin dalam, yuk cek tanda breadcrumbing dalam suatu hubungan.

BACA JUGA:

4 Zodiak yang Tergesa-gesa Meraih Cinta


1. Merasakan roller coaster emosi dan ketidakpastian

Mereka yang merasakan breadcrumbing sering mengalami roller coaster emosional. Seperti merasakan kekecewaan yang besar dalam beberapa waktu karena adanya harapan palsu dari breadcrumber, kemudian merasakan adanya kebingungan serta keraguan dalam diri mereka.

Korban breadcrumbing mungkin mulai mempertanyakan bahkan menyalahkan diri mereka sendiri atas pengabaian yang dilakukan pelaku. Seperti, 'apa aku melakukan suatu hal yang salah?' atau 'apakah saya bertindak tidak sesuai?'.

realtionship
Pelaku breadcrumbing punya sifat narsisistik, manipulatif, dan suka berkhianat. (foto: Pexels/Rodnae Productions)


2. Ketergantungan


Dalam banyaknya kasus yang ada, breadcrumbing dapat memengaruhi ketergantungan relasional seseorang. Beberapa korban breadcrumbing mungkin akan berusaha lebih keras untuk menjadi seseorang yang menyenangkan dan membuktikan value yang mereka miliki, persis seperti yang diinginkan si pelaku. Sayangnya, korban tak menerima pengakuan dan balasan.

BACA JUGA:

Cara Menyikapi Perbedaan Pendapat dengan Pasangan


3. Menunggu

Korban breadcrumbing akan selalu menunggu. Seperti menunggu pelaku mengirim pesan teks, menelepon, menindaklanjuti janji yang sudah lama dibicarakan, atau menunggu mendapatkan komitmen dalam suatu hubungan. Dalam hal ini, terciptalah dinamika yang tentunya sangat tidak sehat dan tidak adil. Hal tersebut karena breadcrumber memegang kekuasaan penuh atas korban, seperti perhatian, penerimaan, dan juga persetujuan. Sementara itu, korban hanya mengikuti dan menuruti apa yang diminta pelaku.


4. Merasa Dimanfaatkan dan Dimanipulasi


Sebenarnya, banyak korban breadcrumbing yang sadar bahwa mereka sedang 'digantung' dan ;dipermainkan'. Namun, mereka memilih untuk terus bertahan dalam hubungan tersebut. Hal tersebut dilakukan biasanya untuk menghindari kenyataan yang menyakitkan, seperti mengetahui bahwa pelaku sudah benar-benar tidak peduli lagi dengan mereka.

relationship
Ada beberapa tanda kamu mengalami breadcrumbing. (foto: Pexels/Liza Summer)


5. Kesepian dan hampa


Tentunya dengan adanya kondisi tersebut, korban breadcrumbing akan merasa kesepian, putus asa, depresi, dan mungkin saja lama-kelamaan bisa merasakan hampa yang sangat mendalam. Hampa dan kekosongan yang berasal dari kurangnya substansi sejati dalam suatu hubungan.(yos)

BACA JUGA:

Berbahaya Membandingkan Hubungan dengan Orang Lain

#Kesehatan Mental #Relationship
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan