MerahPutih.com - Enam Ketum Partai Koalisi sudah menyepakati satu nama cawapres yang bakal mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini mereka resmi membuka diri bagi partai lain untuk bergabung dalam koalisi mendukun Jokowi Presiden Dua Periode, terutama Demokrat.
"Koalisi tidak membatasi hanya pada enam parpol saja. Namun demikian, tambahan anggota koalisi harus disepakati seluruh anggota yang enam secara mufakat," kata Ketua Umum PPP M Romahurmuziy di Jakarta, Selasa (24/7).
Bahkan, dilansir Antara, Ketum PPP itu memastikan koalisi partai pemerintah juga mempersilakan Demokrat bergabung apabila hasil pembicaraan dengan Gerindra tidak menggembirakan.
Untuk diketahui, Gerindra, PAN, dan PKS dipastikan akan menjadi koalisi yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Kini Demokrat tinggal satu-satunya parpol yang belum menentukan arah koalisinya dengan alasan masih menyerap aspirasi dari pengurus daerah.
Dijadwalkan pada Selasa malam Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY, kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
Pada pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, semalam, enam ketua umum partai anggota koalisi, yakni Megawati Soekarnoputri dari PDIP, Airlangga Hartarto dari Golkar, Surya Paloh dari Nasdem, Oesman Sapta Odang dari Hanura, Muhaimin Iskandar dari PKB, dan Rommy dari PPP menyepakati keenam parpol itu sebagai formasi solid pengusungan Jokowi sebagai capres 2019.
Dalam pertemuan itu koalisi juga telah menyepakati cawapres pendamping Jokowi yang pada saatnya nanti akan diumumkan sendiri oleh Jokowi.
"Koalisi sepakat akan bertemu kembali selambat-lambatnya pekan depan untuk membicarakan langkah-langkah lanjutan yang dianggap perlu dalam rangka pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019," tandas Rommy. (*)