Catat! 28 Mei 2022 Surabaya Vaganza Digelar, Ada Pawai Bunga dan Budaya
Surabaya Vaganza yang berlangsung sebelum memasuki pandemi COVID-19. (Foto: dok Humas Pemkot Surabaya)
MERAYAKAN Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729, Pemkot Surabaya bakal menggelar Surabaya Vaganza yang akan berlangsung Sabtu, 28 Mei 2022.
Perhelatan kali ini bakal digelar pada sore hingga malam hari dengan rute Siola hingga menuju Alun-alun Surabaya.
Baca Juga:
Seru-Seruan Sambangi Hajatan HUT ke-495 Jakarta, Apa Saja Acaranya?
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati menyampaikan, acara akan berlangsung sore sebagai bagian pengembangan dari destinasi Tunjungan Romansa di Surabaya.
"Ya untuk awal memang kita coba pancing dengan aktivitas atraksi seni dan budaya untuk memperkokoh tagline kita dalam pengembangan destinasi Tunjungan Romansa. Setidaknya kenapa dilaksanakan pada sore hari? Ya seperti biasanya bahwa Tunjungan Romansa selalu nampak ramai di sore hari," tutur Wiwiek saat dikonfirmasi, Rabu, (25/05/2022).
Wiwiek memaperkan, ajang ini nanti juga akan diisi dua pawai, yakni pawai bunga dan budaya. Pawai bunga akan digelar mulai pukul 15.00 WIB dan pawai budaya akan dimulai 18.00 WIB.
Untuk pawai bunga yang terdaftar 16 peserta, dan untuk pawai budaya sekitar ada 10 komunitas masyarakat Surabaya. Diantaranya warga Tionghoa, warga Manado dan warga lainnya yang bermukim di Surabaya.
"Ada mobil yang dihias itu sekitar 16 jumlahnya, dan itu semua insya Allah menggunakan bunga asli sebab aturan kami yakni ketinggiannya tidak boleh lebih dari 4 meter, itu maksimal. Bunga yang digunakan yakni bunga yang benar-benar segar," tambahnya.
Baca Juga:
Mengenal Hajatan Tahunan Budaya Nusantara
Ia menjelaskan, rute di tahun ini dirancang pendek sebab ini dihelat setelah dua tahun vakum. Ia mengatakan pemerintah kota ingin memaksimalkan acara tersebut dengan membuat rute yang tak seberapa jauh.
"Kita dua bulan lalu baru masuk di PPKM level satu. Artinya semua teman-teman stakeholder yang ikut bermitra di event ini juga sedang menunggu kapan momen yang bagus. Jadi, semuanya tidak bisa well-prepared. Dan inilah teman-teman yang sudah menunggu nyatanya sudah benar-benar siap," jelasnya.
Ia berharap, di acara ini mampu menjadi daya tarik wisatawan terutama yang sedang berkunjung ke Surabaya.
"Ya memang Surabaya ini tak beruntung punya alam yang benar-benar ditawarkan untuk pariwisata. Lah yang bisa kita tawarkan ini keragaman budaya di kota ini. Jadi living heritage Surabaya sudah pasti sangatlah kuat sekali. Ini menjadi bagian dari kita yang bisa dijadikan salah satu komoditas industri pariwisata terlebih di nasional," pungkasnya. (Andika Eldon/Surabaya)
Baca Juga:
Kenali Filosofi Kue Tradisional Ikonik Seserahan Hajatan Pernikahan
Bagikan
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar