Cara Cukur Bulu Ketiak yang Aman dan Bersih

P Suryo RP Suryo R - Senin, 14 Agustus 2023
Cara Cukur Bulu Ketiak yang Aman dan Bersih

Ketiak bisa jadi tempat membuat bakteri berkembang biak, yang memicu bau badan. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA orang merasa tidak nyaman dan tidak pede dengan keberadaan bulu ketiak. Bulu ketiak yang
berada di area lipatan yang lembap memang bisa menyebabkan keringat.

Selain itu, ketiak pun bisa jadi tempat membuat bakteri berkembang biak, yang pada akhirnya memicu bau badan. Nah, karena alasan itulah, tidak sedikit orang rutin mencukur bulu ketiaknya.

Baca Juga:

Ini Perawatan Kulit untuk Mereka yang Sering Beraktivitas di Luar Ruangan

cew
Menghilangkan bulu ketiak harus pula memperhatikan berbagai faktor kesehatan. (Pixabay/Takmeomeo)

Sebenarnya terdapat beberapa cara untuk menghilangkan bulu ketiak. Dengan cara mencukurnya dipercaya lebih cepat, praktis dan tidak sakit. Namun, cara seperti mencabut memakai pinset dan waxing pun bisa dilakukan walau terasa sakit saat dilakukan.

Dibandingkan dengan mencabut bulu ketiak menggunakan pinset atau waxing, pilhan mencukur bulu ketiak lebih disukai karena menurut Verywellhealth tidak menimbulkan risiko folikel meradang. Namun faktanya, bulu ketiak yang dicukur dengan alat cukur hanya terpangkas sebagian. Hanya menghilangkan bulu yang berada di atas permukaan kulit, sehingga lebih cepat tumbuh kembali.

Mencukur bulu ketiak lebih banyak dipilih oleh kaum perempuan. Walau terlihat mudah untuk dilakukan, mencukur bulu ketiak perlu dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan iritasi, luka, bahkan infeksi di kulit ketiak. Yuk simak beberapa tips aman dan benar dalam mencukur bulu ketiak.

Pertama, pilih alat cukur yang bersih dan tepat peruntukkannya. Pilih alat cukur yang sesuai dengan kebutuhan dan pastikan alat ini dalam keadaan bersih sebelum digunakan.

Jangan lupa, pastikan alat cukur cukup tajam. Alat cukur yang sudah tumpul bisa menyebabkan iritasi atau justru membuat bulu ketiak jadi tumbuh ke arah dalam. Hal ini bisa menyebabkan munculnya bisul di ketiak.

Kedua, basuh area ketiak dengan air hangat selama sekitar 5–10 menit. Tujuannya adalah untuk membuat kulit ketiak sedikit lembap dan bulu ketiak basah sehingga lebih mudah untuk dicukur.

Baca Juga:

Perlindungan Tepat untuk Kulit Sehat, Tak Perlu Takut Paparan Matahari

cew
Ketiak tanpa bulu dapat mendorong tampil lebih pede. (Pexels/Alexander Suhorucov)

Mencukur bulu ketiak dengan kondisi kulit yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya luka dan iritasi. Bila ingin hasil yang maksimal, juga bisa melakukan pengelupasan (eksfoliasi), misalnya dengan scrub. Ini agar sel-sel kulit mati dan kotoran di area ini bisa terangkat.

Ketiga, oleskan krim cukur (shaving cream) sebelum mencukur bulu ketiak. Ini bisa membuat area ketiak lebih lembap dan lebih lembut. Krim ini juga akan memudahkan alat cukur memotong bulu ketiak. Jika tidak ada krim cukur, kamu bisa menggantinya dengan menggunakan sabun atau sampo bayi untuk membuat bulu ketiak lebih mudah dipotong.

Keempat, cuci kulit ketiak dengan air hangat, lalu bilas kembali dengan air dingin untuk menutup pori-pori kulit. Lalu, keringkan kulit ketiak dengan handuk kering dengan cara di tepuk-tepuk.

Terakhir, oleskan juga pelembap, seperti lidah buaya pada kulit ketiak. Hal ini dilakukan agar kulit ketiak tidak kering dan tidak teriritasi.

Saat mencukur, tarik kulit ketiak sedikit dan cukur searah dengan tumbuhnya bulu untuk menurunkan risiko kulit mengalami iritasi. Jangan lupa selalu bersihkan alat cukur dan ganti berkala.

Penting untukmu selalu membersihkan alat cukur, mengeringkan, dan menyimpannya di tempat yang aman. Selain itu, ingatlah untuk tidak berbagi penggunaan alat cukur dengan orang lain karena bisa menimbulkan masalah kesehatan, misalnya infeksi. (dgs)

Baca Juga:

Risiko Ikutan Tren Barbie Feet Challenge

#Kesehatan #Kecantikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan