Kesehatan

Cara Cegah Karies Gigi

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 10 Januari 2024
Cara Cegah Karies Gigi

Hati-hati jika ada noda kuning kecokelatan atau noda hitam pada gigi dapat menandakan munculnya karies gigi. (Foto: Freepik/Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KARIES gigi dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Jika dibiarkan, karies gigi bisa menyebabkan gigi berlubang. Oleh karena itu, lakukan tindakan pencegahannya sedini mungkin.

Umumnya, gigi yang sehat berwarna putih gading dan bersih, tetapi terkadang gigi juga bisa tampak sedikit kekuningan.

Warna ini berasal dari email atau lapisan pelindung gigi. Namun, jika kamu melihat adanya noda kuning kecokelatan atau noda hitam pada gigi, waspadalah. Pasalnya, melansir dari laman WebMD, noda tersebut dapat menandakan munculnya karies gigi.

Karies gigi adalah suatu kondisi rusaknya lapisan email gigi karena demineralisasi atau hilangnya komposisi mineral. Ini disebabkan oleh bakteri yang melekat pada gigi.

Bakteri itu disebut Streptococcus mutans. Ia mengolah gula dan karbohidrat dari sisa makanan di gigi menjadi cairan asam.

Jika terbentuk terlalu banyak, cairan asam ini bisa merusak permukaan gigi. Kebiasaan jarang membersihkan gigi dan sering mengonsumsi makanan manis bisa meningkatkan risiko kamu mengalami karies gigi.

Nah, sebelum terlambat, kamu bisa lakukan upaya pencegahan karies gigi.

Baca juga:

Mana Lebih Baik, Sikat Gigi Manual atau Elektrik?

Gunakanlah dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi. (Foto: Freepik/Wavebreakmedia)
Gunakanlah dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi. (Foto: Freepik/Wavebreakmedia)

Menyikat gigi dan gunakan dental floss

Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, terutama setelah makan. Selain itu, gunakanlah dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.

Berkumur dengan air garam

Untuk membersihkan gigi secara maksimal dan mencegah terjadinya kerusakan gigi, kamu dapat berkumur menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride setelah menyikat gigi.

Jika obat kumur tersebut tidak tersedia, buatlah obat kumur sendiri di rumah dengan memanfaatkan larutan air garam untuk berkumur.

Kurangi makanan dan minuman manis

Gula yang terkandung dalam makanan dan minuman manis bisa menghasilkan cairan asam yang nantinya dapat merusak lapisan gigi. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membatasi jumlah asupan makanan dan minuman manis.

Baca juga:

Bolehkah Langsung Menyikat Gigi Setelah Makan?

Gunakanlah dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi. (Foto: Freepik/Wavebreakmedia)
Konsultasikan ke dokter gigi dan mintalah perawatan untuk atasi karies gigi. (Foto: Freepik/Bearfotos)

Rutin memeriksakan gigi

Memeriksakan gigi secara teratur dapat menjaga gigi tetap sehat. Keberadaan karies gigi juga dapat terdeteksi sejak dini dan bisa segera ditangani. Idealnya, seseorang perlu setidaknya dua kali pergi ke dokter gigi dalam setahun.

Kamu juga bisa mencoba berkumur dengan minyak kelapa (oil pulling) untuk mencegah karies gigi. Cara ini juga bisa bermanfaat untuk membersihkan gusi, lidah, dan rongga mulut dari bakteri dan sisa makanan yang menumpuk.

Jika karies gigi yang dialami sudah cukup parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi. Mintalah perawatan untuk atasi karies gigi, seperti perawatan gigi dengan antibakteri, dengan fluoride dan perawatan gigi lainnya.

Biasanya jika kamu melakukan perawatan ini, dokter akan menganjurkan kamu untuk mengonsumsi antibiotik dan suplemen fluoride.

Jangan lupa untuk rutin mengonsumsi sayur dan buah agar produksi air liur meningkat guna membantu mencuci sisa-sisa makanan.

Serat yang terkandung dalam sayur dan buah juga dapat membantu membersihkan gigi. Selain itu, rutinlah mengonsumsi makanan tinggi kalsium, agar jaringan gigi tetap kuat dan sehat. (dgs)

Baca juga:

Penting, Edukasi Kesehatan Gigi

Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Bagikan