MerahPutih Nasional - Calon tunggal Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan, tantangan Indonesia kian kompleks akibat berbagai ancaman di bidang politik, ekonomi, pertahanan keamanan, sosial budaya dan teknologi.
"Ancaman ideologi, gerakan ekstrimis ISIS dapat dengan mudah mempengaruhi pemuda dengan canggihnya teknologi, jika anak-anak muda tidak mengamalkan pancasila," kata Sutiyoso saat fit and proper test di DPR, Jakarta, Selasa (30/6).
Ancaman berikutnya menyangkut situasi politik dalam negeri, yakni pemilihan kepala daerah serentak 2015. Kata Bang Yos, Pilkada serentak berpotensi terjadi kerusuhan. Karenanya, dampak buruk itu harus dicarikan jalan keluarnya.
"Misal 10 persen saja dari 269 daerah terjadi kerusuhan di wilayah, maka akan mengganggu stabilitas politik dan keamanan nasional," katanya.
Dari segi ekomoni, sambung bekas Gubernur DKI Jakarta ini, nilai tukar rupiah juga akan mengganggu stabilitas fiskal APBN. Selain itu, dia juga menyoroti, fenomena El Nino yang dipastikan akan mengancam produktifitas pangan.
"Dari sosial budaya, sentimen SARA juga menjadi ancaman," sambungnya.
Kelompok separatis juga harus diwaspadai. Terlebih, gerakan dari luar negeri yang menyerukan agar melakukan teror di negaranya masing-masing.
"Ancaman global, proxi war, kita lihat konflik di Timur Tengah dan pecahan Uni Soviet," tandasnya. (mad)
Baca Juga:
Ini Visi Sutiyoso Jadi Kepala BIN
Sutiyoso: Intelijen Tangguh Harus Didukung Alat Canggih
Dugaan Masa Lalu yang Kelam Ganjalan Sutiyoso Jadi Kepala BIN