Headline

Cak Imin Sebut RUU Pesantren Sebagai Hadiah Hari Santri Nasional

Eddy FloEddy Flo - Senin, 05 November 2018
Cak Imin Sebut RUU Pesantren Sebagai Hadiah Hari Santri Nasional

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (MP/ Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Di tengah pro dan kontra RUU Pesantren, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin menyebut RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sebagai hadiah Hari Santri Nasional.

"Saya bersyukur dengan dimasukkan RUU tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan dalam Prolegnas menjadi kado untuk Hari Santri," kata Cak Imin di sela kegiatan puncak Hari Santri Nasional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (4/11) kemarin.

Bagi Muhaimin, RUU tersebut bisa menjadi pilar atau fondasi peran santri bagi kemajuan bangsa, sehingga diharapkan santri bisa melahirkan ilmuwan, pengusaha, ahli agama, dan juga ulama yang dapat menopang bangsa Indonesia.

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (tengah) bersama Menpora Imam Nahrawi (kedua kiri). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

"Substansi yang paling utama, para santri akan semakin didorong dengan payung hukum untuk mengembangkan potensinya, sehingga santri memiliki jalan mudah untuk mengembangkan prestasi, dan memajukan bangsa," kata Cak Imin.

Wakil Ketua MPR itu mengatakan ada sekitar 100 juta sampai dengan 250 juta penduduk yang merupakan santri semua, sehingga santri maju dan bangsa juga maju.

Dalam puncak Hari Santri Nasional di Jember tersebut, ribuan warga dengan mengenakan sarung mengikuti jalan santai yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Jember.

Para santri yang ikut dalam jalan sehat tersebut berjalan sambil memegang dan membentangkan kain berwarna merah dan putih sepanjang 400 meter yang menjadi keunikan tersendiri.

"Makna dari kain merah dan putih itu sebagai bentuk kecintaan para santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi sebagaimana dilansir Antara.

Menurutnya, NKRI dan Pancasila adalah satu, sehingga kain sepanjang 400 meter itu diarak oleh santri dan peserta sepanjang rute Jalan Santai Bersarung itu yakni mulai alun-alun, Jalan Trunojoyo, Pasar Tanjung, Jalan Sultan Agung, dan kembali ke Alun-alun Jember.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Berbagi Pengalaman Menang, Jokowi Sebut Kampanye "Door to Door" Adalah Kunci

#Muhaimin Iskandar #PKB #Hari Santri Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
PKB menyoroti Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia diminta tak hanya cosplay damkar, tetapi ikut melakukan pembenahan.
Soffi Amira - Senin, 24 Agustus 2026
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
Indonesia
18 Serikat Buruh Sambangi Cak Imin, Bawa Draft UU Baru untuk Lindungi Pekerja
Cak Imin menerima draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang terdiri atas 18 serikat buruh nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
18 Serikat Buruh Sambangi Cak Imin, Bawa Draft UU Baru untuk Lindungi Pekerja
Indonesia
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong
Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa saja yang dinilai tepat mengisi posisi menteri, termasuk apabila terdapat jabatan yang kosong.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong
Indonesia
Cak Imin Luncurkan Program 10.000 MCK Untuk Pondok Pesantren
Kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kualitas lingkungan tempat belajar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Cak Imin Luncurkan Program 10.000 MCK Untuk Pondok Pesantren
Indonesia
Komisi II DPR Minta Penaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Matang dan Berbasis Kinerja
Kebijakan tersebut harus diiringi dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komisi II DPR Minta Penaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Matang dan Berbasis Kinerja
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Indonesia
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Ia merasa bahagia karena Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Indonesia
Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah tidak Antikritik, tetapi bukan Fitnah
Pemerintah memahami bahwa kritik memiliki fungsi untuk mengoreksi jalannya pemerintahan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah tidak Antikritik, tetapi bukan Fitnah
Bagikan